Intuisi Rasa

Intuisi cinta seorang hamba

Fantasi imajinasi kehangatan cinta

Alunan nada-nada melankolis

Rasa tercipta untuk bersama

Angan terbarkan wangian surga

Coretan hati pada suatu insan

Harapan kebahagiaan dewala menghadang

Ingatan kelam fenomena alam

Mendiasporakan cinta dalam cita insan

 

Ungkapan dalam kelam jiwa

Seutas tugas dalam diri manususia

Cinta, cita merupakan mahluk-Nya

Rasa datang karena pembuat rasa

Cinta datang karena pembuat cinta

Illahi…..

Separuh jiwa pergi dalam lembayung

Terbakar bersama keangkuhan

Esensi pergi dari eksistensi

Rintihan jiwa melarikan diri

Segenggam rasa tinggalkan cita

Kesatuan tercerai karena kesombongan

Kesatuan hilang karena keangkuhan

Kesatuan leyap karena rasa seseorang

Residu cinta tinggalkan cita

Menata rangkaian purzel ditelan rasa

Pagi, Solo, 28 Juni 2011

Gumparan makna mencari cara

Hanya karena bayang yang ku sentuh kembut

Terucapkan sayang berpelukan erat

Terbang bersama cinta dalam laranya jiwa

Tidurlah …

Ungkapkan rasa dalam mimpi

Tenangkan jiwa yang merindu karena cinta

Satukan hati ungkapkan asrmara yang membara

Pelukan ungkapkan satukan makna cinta sesame

Gemparkanlah rasa …

Getarkanlah cinta dalam dunia

Sematkanlah hati

Sematkanlah janji suci akan memberi

Damaikanlah negeri karena cinta Illahi

Gema takbiran menggema

Pecahkan kesombongan manusia

Lantunan nada-nada besarkan Pencipta

Keheningan pecah riuk dengan kehangatan

Kokohnya karang terkikis air mengalir

Hanyutkan jiwa-jiwa yang pergi

Mencari kedewasaan karena ikatan

Keramaian tak mampu ….

Sepinya jiwa menanti

Ingatan sesakan data karna tiada

Untaian mutiara basahi pipi

Hanya selintas bayangan melewati

 

Keheningan pagi …

Heningkan jiwa-jiwa lelah untuk mencari

Heningkan fikiran untuk ke depan

Heningkan hati untuk Illahi

Heningkan laku untuk instropeksi

Heningkan semuanya …

Aktivitas sambut dengan suci

Keheningan malam …

Hantarkan jiwa-jiwa lelah karna mencari

Tidurkan raga sejenak

Lelapkan pikiran berkelana

Tutupkan mata melihat dunia

Tenangkan hati langkah pasti

Istirahatkanlah untuk esok hari

Suara Illahi mendayu …

Pecahkan keheningan pagi

Tarian angin mengalir getarkan jiwa

Keheningan mengungkapkan hati yang pergi

Lampu-lampu sinari jalan

Langkahkan segenap jiwa hadap Illahi

Sambut mentari hangatkan jiwa

Mencari keridhaan dengan cinta kemanusiaan

Selamat pagi untuk sesama karena Illahi

Gelombang rasa mengalir deras

Ungkapkan makna untuk sesame

Rasa tercipta untuk merasa

Jiwa ada karena sepasang

Satu ada karena kosong

Ketiadaan dikarenakan ada

Kesendirian karena kebersamaan

Penantian akan datangnya isan

Waktu kian berlari nampak bayang

Batang usia terasa makin tinggi

Bekal keabadian kian bertambah

Pandangan masa depan kian jelas

Tumpuan cita dan cinta kian terasa

Pijakan jiwa kian dalam

Kebajikan semua rasakan

Tempat harum tercium

Akankah surga dunia menyatu pada-Nya

 

Perihal Muhammad Abdul Halim Sani
Muhammad Abdul Halim Sani. Saya alumnus Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2005. Aktivitas menjadi tenaga edukasi SMP Muhammadiyah 1 Kota Depok Jawa Barat dan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Indonesia dengan Program Kesejahteraan Sosial "2009". Selain di sekolah Muh, saya juga sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang dibesarkan dalam kultur ke-Jogja-an, serta aktif di DPP IMM 2008-2010 dan melanjutkan studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia 2009. Kultur ke-Jogja-an ini yang menjadikan saya sebagai kader Ikatan sampai saat sekarang, dan bahkan dalam kontrak sosial dalam ke-Instruktur-an menjadikan saya sebagai instruktur untuk selamanya selama masih dalam Ikatan. Motto: "Manusia berproses menuju kesempurnaan maka jadilah yang terbaik dalam rangka Ibadah pada Ilahiah". Saya, seorang yang senang berdiskusi dan sekarang lagi mengkaji pemikiran Kuntowijoyo dengan grand tema profetik. Oleh karena itu saya mohon masukan dari teman-teman yang agar dapat menambah pengetahuan saya yang berkaitan dengan paradigma profetik, Mimpi-mimpi mari kita lakukan dengan mejawab problem peradaban modern yang telah menimbulkan dehumanisasi, dan ekploitasi yang sangat berlebih terhadap alam. Oleh karena, itu tugas kita berupaya menginterasikan agama dengan ilmu pengetahun lewat Pengilmuan Islam bukannya Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Email; sani_cilacap@yahoo.com. Terimakasih atas masukannya.

One Response to Intuisi Rasa

  1. nady putri mengatakan:

    intuisi apa pak ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: