Merangkai Permasalahan dalam Intervensi Individu

Manusia merupakan mahluk yang unik, keunikan tersebut  membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lain dan sesama manusia.  Keunikan manusia dikarenakan kreasi manusia yang berbeda dalam menghadapi persoalan kehidupan demi eksistensinya. Hal tersebut, dapat kita lihat dari bentuk kebudayaan masyarakat yang berbeda dengan lainnya, misalkan kebudayaan masyarakat jawa barat dengan masyarakat jawa timur. Perbedaan ini, menjadikan masyarakat majemuk dan memiliki cara yang berbeda menyikapi realitas sosial. Keberagaman kebudayaan  merupakan salah satu yang melandasi keberagaman manusia dalam menghadapi persoalan kehidupannya. Keberagaman dalam dalam kebudayaan tersebut menjadikan individu yang satu dengan yang lain memiliki keunikan dan berbeda dengan yang lainnya.

Manusia merupakan suatu mahluk yang di anugrahi oleh Tuhan dengan akal yang dapat berfungsi sehingga berbeda dengan citaan yang lain. Akal yang diberikan Tuhan memiliki fungsi maksimal dalam mengembangkan kemanusiaan dalam diri nya. Pengembangan kemanusiaan yang maksimal ini menjadikan manusia sebagai pengganti-Nya dalam mengambangkan kehidupan di dunia. Pengembangan akal yang dimiliki oleh manusia tersebut terkadang realitas tidak sesuai dengan keadaan yang diinginkan (diidealkan). Ketidak sesuaian ini makanya dapat kita namakan sebagai masalah, baik secara individu, kelompok, dan keluarga.  Penyikapan manusia terhadap masalah merupakan hal penting dikarenakan dengan masalah tersebut menjadikan manusia kreatif dalam mempertahankan eksistensinya.  Tetapi jika masalah tersebut tidak dapat disikapi dengan baik maka akan berdampak secara keseluruhan dalam kehidupan. Hal ini dapat terjadi dikarenakan manusia tidak dapat memaknai kehidupannya baik sosial, agama, budaya dan biologis sebagai manusia.

Permasalahan merupakan suatu hal yang wajar dikarenakan manusia  melihat antara dunia idealitas dengan dunia realitas yang tidak sesuai. Dengan masalah tersebut  merupakan salah satu tolak ukur dalam menentukan kedewasaan seseorang. Ketika dia melakukan sesuatu yang menyelesaikan permasalahan tersebut berarti  dia telah melewati suatu tahapan kedewasaan dalam kehidupan sosial, tetapi jika sebaliknya maka yang dikakukan dengan cara menghindar seperti anak-anak. Apa yang dilakukan tidak untuk menyelesaikan permasalahan  tetepi melakukan penghindaran dan lari, dari hal tersebut menjadi dasar  kurang dewasa atau anak-anak. Masalah merupakan suatu hal yang wajar dalam kehidupan, bahkan akan selalu berjalan bersama kehidupan.

Manusia dalam menghadapi permasalahan tersebut terkadang meninta nasehat terhadap orang yang dianggapnya memenuhi persyaratan tertentu agar dapat menyelesaikannya. Sikap tersebut merupakan suatu hal yang wajar dikarenkan ia  merupakan mahluk sosial dan mempercayai tersebut sebagai teman yag dekat dengannya. Dengan kedekatan tersebut menjadikan teman sharing untuk persolan-persolan tertentu sehingga dapat melepaskan rasa salah satu beban yang sedang mereka tanggung.

Kehidupan merupakan usaha pencarian makna agar memberikan pelayanan terhadap kemanusiaan. Pencarian makna tersebut menjadikan suatu pengembaraan dalam segala macam lintasan berbagai macam keperibadian manusia. Kepribadian tersebut lahir dikarenakan konstruksi manusia terhadap dirinya dalam merespon lingkungan sekitar. Hal tersebut, melekat dalam sifat dan sikapnya dalam merespon orang dan realitasnya.  Pencarian makna juga merupakan suatu pengungkapan identitas individu sehingga berbeda dengan yang lain dalam menghadapi sesuatu dan memunculkan identitasnya. Pemunculan tersebut yang membedakan ia dengan yang lainnya dalam menghadapi sesuatu.

Pengungkapan kisah dalam Dian lewat puisi yang ditulis oleh suaminya merupakan suatu kilasan ketabahan dan seorang suami dengan merawat istrinya serta seorang istri yang mampu menerima apa adanya kondisinya, telah melakukan proses tertentu sehingga diri menyadarinya ini merupakan ketentuan yang harus dihadapi. Persoalan Dian dan keluarganya ia bisa menerimanya apa adanya serta Dian keadaan menerima tersebut sebagai ujian dari Khalik dengan memaknainya. Pemaknaan yang dilakukan oleh Dian dalam 15 tahun Perjalanan Cinta menjadi kekuatan besar dalam kehidupan. Kekuatan tersebut lahir dalam diri dan lingkungan sekitar yang selalu mendukungya seperti istrinya, ayah dan ibunya Dian, serta teman-temannya.

Dengan kekuatan tersebut menjadikan Dian  dan suaminya bisa mengahadapi permasalahan tersebut dengan baik dan bahkan bisa memberikan pelayanan bagi yang membutuhkan sebagai mana dalam pernyakitnya. Apa yang diungkapan oleh suami Dian dalam 15 tahun Perjalanan Cinta merupakan juga pelajaran berhaga dikarenakan merupakan suatu bentuk pelayanan dalam persolan-persolan kemanusiaan sehingga memberikan makna dalam dirinya sendiri dan manusia yang lain. Pelayanan tersebut dengan berdirinya sebuah yayasan yang menangani penderita lupus serta Dian menikmati dalam bergaul dengan mereka untuk memberikan pencerahan di yayasan ia kelelola serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap apa yang dihadapi. Bagi kita yang membaca tersebut menjadi bahan inspirasi dalam menjalankan kehidupan agar berjalan makin bermakna dan terus menciptakan makna agar menikmati jalannya hidup dan mampu menerima apa adanya serta berbuat semaksimal mungkin dalam menjalankan proses kehidupan.

Proses pegungkapan eksistensi, tersebut merupakan suatu peristiwa yang besar dalam kehidupan dikarenakan menggali tentang eksistensi dirinya, serta mengungkapkan pertanyaan mendasar kemanusiaan dan meyalahkan diri sendiri bahkan orang lain. Ketika tidak menyelesaikan permasalahan tersebut maka akan memunculkan permasalahan yang lain, dan bahkan saling menumpuk satu dengan yang lainnya. Permasalahan tersebut akan menyeliputi dirinya dengan beranggapan bahwa ia sebagai tidak berdaya dalam menghadapi kehidupan sehingga akan selalu ketergantungan pada yang lain dan memiliki sifat sensitif. Sifat sensitif tersebut menguraikan dirinya tidak berdaya sehingga bawaan putus asa dalam kehidupan dan selalu marah-marah yang terkadang dari persoalan kecil.

Hal ini dikarenakan munculnya permasalahan yang belum dapat diselesaikan, tetapi terbentur dengan masalah yang lain merupakan akibat dari masalah itu. Ketika manusia dalam keadaan psikologis yang tak sehat dia berupaya melakukan proteksi diri terhadap lingkungannya. Proteksi diri tersebut menjadikan ia ketergantungan pada yang lain serta mengendalakan yang lain, mengharapkan belas kasihan sesama. Ia belum mampu menerima diri apa adanya seperti yang dialami oleh Dian dalam 15 tahun Perjalanan Cinta serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Pengungkapan ressource disini sangat penting, tapi sebelum pengungkapan itu klient diharapkan mau terbuka dengan konselor sehingga dapat membaca apa yang dihadapi oleh klient. Konselor mengajak untuk terbuka dengan dirinya dan sehingga dapat membaca, mengetahui, menyimpulkan permasalahan yang dihadapi. Penggalian dan pengungkapan sumderdaya pada klient ini sehingga menjadikan klient secara percaya diri mengembangkan sumberdayanya maka dapat dapat mandiri serta menghilangkan ketrgantungan sesama. Hal tersebut dapat dilihat dari buku Cinta yang Utuh dimana kaum defabel dapat mandiri tanapa ketergantungan pada yang lain

Perihal Muhammad Abdul Halim Sani
Muhammad Abdul Halim Sani. Saya alumnus Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2005. Aktivitas menjadi tenaga edukasi SMP Muhammadiyah 1 Kota Depok Jawa Barat dan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Indonesia dengan Program Kesejahteraan Sosial "2009". Selain di sekolah Muh, saya juga sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang dibesarkan dalam kultur ke-Jogja-an, serta aktif di DPP IMM 2008-2010 dan melanjutkan studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia 2009. Kultur ke-Jogja-an ini yang menjadikan saya sebagai kader Ikatan sampai saat sekarang, dan bahkan dalam kontrak sosial dalam ke-Instruktur-an menjadikan saya sebagai instruktur untuk selamanya selama masih dalam Ikatan. Motto: "Manusia berproses menuju kesempurnaan maka jadilah yang terbaik dalam rangka Ibadah pada Ilahiah". Saya, seorang yang senang berdiskusi dan sekarang lagi mengkaji pemikiran Kuntowijoyo dengan grand tema profetik. Oleh karena itu saya mohon masukan dari teman-teman yang agar dapat menambah pengetahuan saya yang berkaitan dengan paradigma profetik, Mimpi-mimpi mari kita lakukan dengan mejawab problem peradaban modern yang telah menimbulkan dehumanisasi, dan ekploitasi yang sangat berlebih terhadap alam. Oleh karena, itu tugas kita berupaya menginterasikan agama dengan ilmu pengetahun lewat Pengilmuan Islam bukannya Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Email; sani_cilacap@yahoo.com. Terimakasih atas masukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: