Puisi-Puisi Sani

Ungkapan Hati berinteraksi dengan Cinta

I

Keterlelapan alam insan

Suratan kehidupan tergaris tegak

Rangkaian kehidupan ketakadilan

Sampah negeri kepentinan lipstik fenomenal

Kebangkitan mati anak negeri

Harapan tangis ratapan duka

Ramadhan pembekalan sosial

Suara Ilahi mengalir dasyat

Kumandangkan insan atas dekapan

Untaian embun sucikan jiwa

Kembali menyatu dengan-Nya

Manusia alam berseru

Untaian tugas suci

Semaikan tugas suci

Semaikan kasih

Petikkan cinta untuk sesema


Panggilan Ilahi berkumandang

Nada-nada sayup bergulir di udara

Hamba sadar tuangkan rasa

Cinta disambut oleh-Nya

Damai tenang indah bersama

Rasa milik semua!

Turunlah kabarkan gembira untuk semua

Akhir bahagia selamanya

Sendiri …

Ungkapan kata mengalir tenang

Rasa tertuang dalam dekapan

Cinta bertahta di hati

Keinginan berseru di jiwa

Sentuhan embun sucikan hati

Raih dekapan pelukan Pencipta

Bersihkan qolb langkah bersama hawa

Pagi senyum surya berseri

Tuangkan rasa cinta

Damaikan alam dunia

Ketenangan, kebahagian, keabadian insan

Bersama dengan-Nya

Bercengkrama bercanda berbagi rasa

Turun terbarkan sayang

Satukan manusia dengan ikatan suci

Rasa …

Satukan keinginan

Gejolak kangen di qolb

Tertentang dalam rintihan Pencipta

Dekapan mata jauh

Terselipkan kata sayang

Hanya tetesan mata mengalir

Rasa kapan bersama berbagi

Harapan empedu cinta

Satukan rasa cinta

Teman kesusahan berbagi

Takaran canda bersama

Kesenangan milik semua

Tuntutan dalam alam fana

Gemerlapan tahta intan permata

Keterlelapan manusia

Rangkaian tukarkan dunia idea

Pecundangkan insan ketabrakan

Kepentingan hanya sesaat

Kesunyian malam  berteman lantunan nada

Ingatkan sebuah cerita

Insan berproses alam dunia

Karya manusia manifestasi Pencipta

Tebarkan gembira sesama

Lompatan quantum kegembiraan

Bangun!

Kasih insan karena Tuhan

Tetesan embun pagi

Dingin mengalir udara menari

Surya pancarakan sinar harapan

Tangisan pertiwi anak negeri

Kekalahan ku sebuah derita

Bangsa hilang manusia bersemi

Sambut pagi ceria harapan

Proses ingatkan-Nya

Kesendirian bertemankan alam

Dosa adat insan terpatri

Laku sikap sifat dalam tangisan

Untaian embun di siang hari

Keterlelapan lembah hitam

Sentuhan-Nya tenangkan jiwa

Sesaat atau selamanya di dekapan

Rasa diri jatuh

Kelaianan diri dekapan bersama

Idealitas pragmatis tujuan kepentingan mulia menafikan dosa

Kebenaran dalam kesalahan

Kejujuran sikap politik

Muka topeng manusia drama dunia

Ketenangan kesucian kebahagiaan

Dambaan sesaat

Senja bergulir surya tenggelam

Cakupan malam melintas

Nyanyian silih berganti

Bulan bertahta di kawal bintang

Ingatkan senyum nan muka sang hawa

Bagi rasa cinta bersemi

Ikatan suci kan didamba

Menyatu dengan-Nya

Teriknya surya

Keangkuhan adam

Gempitanya alam dunia

Senang alam fana

Langkah insan nafas tertatih

Kelelahan pencarian diri tercebur dosa

Langkah gontai mendamba bahagia

Sentuhan hawa berbagai dekapan Ilahi

Kegaulan hati ingatkan coba

Datangnya wajah dari tragedi

Seruan paruh terdengar sayup

Semangat terpendam hilang ditelan badai

Relungan jiwa sebuah derita

Sentuhan, dekapan, pelukan ribuan bayang hadirkan sukma

Lamunan terbangkan khayalan

Ungkapan kedamaian alam

Bah insan mengkasihi semua

Rasa kangen terselip dekapan sentuhan harapan

Keegoan tanggalkan cinta suci

Cita terbentang blantara

Sentuhan bersama kikisan luka hawa

Kedaimaan insan fana

Sentuhan Ilahi dekapan jiwa

Tuangkan rasa manusia

Rintihan kumandangkan nada

Saat ruh berlari pada-Nya

Tenang berimpikan transenden

Terbarkan asma bagi alam, insan

Ciptakan surga dunia

Tertuang dalam lantunan

Sirna cinta mengalir cercahan sinar kedaian

Dekapan pelukan Ilahi sentuhan qolb

Embun jernihkan pikiran

Lambaian tangan dekapan hilangan bayangan

Sirna jiwa kenangan sekedar impian

Mentari terkadang tak adil

Hanya memberi cahaya kepada tempat yang ia suka

Biarkan ia bertindak sesuakanya

Hidup adalah pilihan

Izinkan aku untuk memilih

Aku harus kembali kesejatinya aku (DK)

Pagi …

Sinar mentari berteman awan

Cahaya termbus cakrawala

Hilangkan embun pagi

Sadarkan insan hadapi keras kehidupan

Teman berbagi hilang dari ingatn

Senyuman hadapkan luntur tuntutan

Manusia dalam pilihan membosankan

Keramaian tengah hutan blantara

Kesayupan, kesepian metropolitan

Keterjatuhan dalam gemerlapan

Sanksi sadarkan alam nyata

Tangisan nyata terdengar manusia

Kegembiraan untuk kelompok tertentu

Kesakitan untuk semua

Sadarkan

Sakit merasuk relung terdalam

Inginku pergi tinggalkan beban

Rasa menghantui seperti bayang diri

Sakit tinggallah jernihkan hati menggapai

Sucikan diri bersama mu

Gabungkan rasa syukur sebagi abdi untuk-Nya

Bangun ketika sadar keterlelapan

Layananan untuk semua karena-Nya

Ikhlas serahkan putusan oleh nya

Hanya kesadaran di damba

Kesepakatan insan komitmen bersama

Pantrian janji gempita fana

Tuangkan penawar empedu cinta

Malam …

Keterlelepan dunia

Dewi ingatkan cinta alam fana

Semaikan kasih tebaran kangen

Terbayang sikap nan laku bersama

Untaian permata senyum menawan

Dentungan jiwa tuk tinggalkan

Khan menyatu bersama pada-Nya dalam damai

Slimut embun pagi

Dinginkan hati sejukan jiwa

Tancapkan ruh Ilahi terpancar gemerlapan

Lamunan dunia damaikan cinta

Berikan untuk sesama dalam gerak setiap langkah

Ciptakan surga dunia

Syahrun ramadhan

Derita luka balutan asmara

Ilahi sadarkan diri

Sucikan jiwa tebarkan pesona

Raih malam seribu bulan

Semai cinta untuk sesama

Hilangkan luka bangsa

Ciptakan surga di dunia

Gumpalan awan penantian manusia

Sikap insan menanti segala cara

Gumpalan menjadikan bencanda

Teriakan penyesalan keterbelakangan

Sikap khan terpenuhi nafsu

Eksploitasi serakah kapital

Masyarakat derita sengsara

Hanya duka tangisan pertiwi

Sore …

Semilir angin mengusik jiwa

Gejolak kenangan bakar diri bersama

Untai senang berbagi

Bisikan hati abadaikan kenangan

Masa depan menanti

Jiwa berlari tinggalkan menjemput impian

Mari tinggalkan

Lebaran sucikan jiwa

Hadap syukur pada Pencipta

Tenangkan langkah tatap masa depan

Satukan asmara dalam hati

Ikatan suci insan berbeda

Buka pentu rahmat Ilahi

Perpaduan cinta

Bahagia bersama untuk-Nya

Warna kuning langit

Mengingatkan kenangan insan

Ketenangan, kebahagiaan, pengertian tanggung jawab

Cinta impikan bersama

Lamunan angan tebarkan kasih bersama

Berganti hilang teman berbagi

Eksistensi cinta manusia dalam kehidupan

Harapan kejaran impian

Diwam lantunan ilahi

Sempurnakan insan untuk sesama dan alam

Tuangkan anggur cinta

Hapus sifat binatang

Raih damai

Tenang indah gerak bersama

Tercipta surga dunia

Hamparan nikmat

Saat perjalanan jauh

Telah sampailah waktu mu

Lelah dan letih dalam bahtera dunia

Hadapkan muka mu pada-Illah mu

Terbang ke awang-uwung dunia lembayung

Ingatkan pada insan

Suatu kisah perjalanan

Galeri taungkan rasa

Hamaparan samudra terkikis karang

Tegak diterjang ombak kejamnya kehidupan

Kabahagiaan, ketenangan fatamorgana

Lontar tertera kisah

Binatang menghiasi muka dunia

Turunan malaikat muka bumi

Kegelisahan ketika dosa di depan mata

Diam membisu kemana pergi

Lantunan nada kumandangkan isakan mata

Hati berbicara lantunan tangis

Simpuhan Ilahi ketukan jiwa

Berbagi insan derita dosa bersama

Satukan ikatan cinta suci

Suara Ilahi mengalir

Dasyat kumandangkan insan dalam dekapan

Untaian embun sucikan jiwa

Kembali menyatu dengan-Nya

Manusia alam berseru

Untaian tugas suci

Semaikan kasih

Petikan cinta untuk sesama

Kesunyian malam bertemankan lantunan nada

Ingatkan sebuah cerita

Insan berproses alam dunia

Karya manusia manifestasi Pencipta

Tebarkan gembira sesama

Lompatan quantum kegembiraan

Bangun kasih dan sayang karna Tuhan

Gemerlap bintang hantarkan kedamaian

Sinar cerahkan harapan

Jiwa teriak kesunyian kelam

Rasa tak kan pergi meliputi diri

Kemana bayangan kian menghimpit kehidupan

Hanya penawar hawa tenangkan kehidupan

Ketika hujan turun membasahi bumi

Pohon-pohonpun haus akan kesejukan dan ketenangan

Lembutnya awan tak selembut salju

Kemanakah gerangan…

Rasa satukan jiwa tuk hadirkan kedamaian (DK)

Mungkin kau biarkan aku mengumbar kebencian

Dibalik kacamata kehidupan

Kiranya…..

Aku terpuruk diantara kaki-kaki

Ruang dan kepala terbalik waktu

Seyum-seyum berserakan di hadapan

Berlahan bersembunyi di balik dedauanan (DK)

Tetesan embun pagi

Dingin mengalir udara manari

Surya pancarkan sinar harapan

Tangisan pertiwi anak negeri

Kekalahanku sebuah derita

Bangsa hilang manusia bersemi

Sambut pagi ceria harapan

Proses ingatkan-Nya

Kelainan diri dekapan bersama

Idealitas pragmatis tujuan kepentingan mulia

Menafikan dosa

Kebanaran dalam kesalahan

Kejujuran sikap politik

Muka topeng manusia drama dunia

Ketenangan kesucian kebahagian damba sesa

Senja bergulir surya tenggelam

Cakupan malam melintas

Nyanyian silih berganti

Bulan bertahta dikawal bintang

Ingatkan senyun nan muka hawa

Berbagi rasa cinta bersama

Ikatan suci kan damba

Menyatu dengan-Nya

II

Gemerlap malam bertemankan langit kuning

Cahaya lampu menyinari dengan remang

Raih cita tinggalkan cinta

Manusia dalam pilihan menjenuhkan

Senyuman sentuhan dekapan angan

Tetesan empedu kehidupan impian

Gaung besama derita

Keterlelapan mimpi

Alam ketenangan kebahagiaan kedamaian

Jalinan kasih sesama

Hamparan fikiran tindakan transenden

Sambut ceria esok

Dataran langit pancarkan sinar kesucian

Sambut bumi penuh cinta

Gerak langkah cinta

Sadar dan bangunlah

Lantunan angin gerakan angan impian

Rintihan kedamaian insan pecinta

Kebahagian segala untuk mencinta

Tumpuhan pilihan pada di cinta

Ratapan pepenta untuk Pencipta

Tebaran cinta kesadaran gerak insan kesempurnaan

Bandung, Kopo, 21 November 2005

Siang disini masih mendung

Mengkin suasana purba untuk diungkapkan

Terasa waktu begitu cepat

Berlalu …

Aku harus kembali kesejatinya aku

Kembali kealam sadarku

Kembali keadaanku sekarang ini

Aku harus terbang sekarang,

Biarlah

Aku tinggalkan bayanganku di sana

Dan di sini atau mungkin di susatu

Tempat yang entah kapan aku akan singgahi …

Yang pasti kenangan terpahat dalam jiwa dan hati ku

Tak akan aku lupakan (DK)

Bintang jauh …

Tetaplah dalam kisaranmu

Sampai ujung lintasmu, dengarlah …

Bungkusan mimpi padamu bicara

Tentang mimpi dan kejujuran

Tentang ucapan, mimpi dan hidup

Hidup ini adalah tentang bagaimana perasaanku

Pada diriku sendiri

tentang bagaimana aku menghargai tetang orang yang aku sukai …

hidup ini memang tentang menghargai

mahluk Tuhan apa adanya  dan bukan

tentang apa yang dimilikinya

hidup ini tentang memutuskan untuk  menggunakan mimpiku ….

Untuk menyentuh mimpi orang lain (DK)

Senja ungkapkan makna

Berlari hanya tinggal di tempat

Langkah gontai di tempat yang sama

Rol of love di telan pahitnya dunia

Kefanaan damba manusia

Nista penantian insan

Jemu bius kelalaian

Lumpur dosa da;am diri-nya

Perihal Muhammad Abdul Halim Sani
Muhammad Abdul Halim Sani. Saya alumnus Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2005. Aktivitas menjadi tenaga edukasi SMP Muhammadiyah 1 Kota Depok Jawa Barat dan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Indonesia dengan Program Kesejahteraan Sosial "2009". Selain di sekolah Muh, saya juga sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang dibesarkan dalam kultur ke-Jogja-an, serta aktif di DPP IMM 2008-2010 dan melanjutkan studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia 2009. Kultur ke-Jogja-an ini yang menjadikan saya sebagai kader Ikatan sampai saat sekarang, dan bahkan dalam kontrak sosial dalam ke-Instruktur-an menjadikan saya sebagai instruktur untuk selamanya selama masih dalam Ikatan. Motto: "Manusia berproses menuju kesempurnaan maka jadilah yang terbaik dalam rangka Ibadah pada Ilahiah". Saya, seorang yang senang berdiskusi dan sekarang lagi mengkaji pemikiran Kuntowijoyo dengan grand tema profetik. Oleh karena itu saya mohon masukan dari teman-teman yang agar dapat menambah pengetahuan saya yang berkaitan dengan paradigma profetik, Mimpi-mimpi mari kita lakukan dengan mejawab problem peradaban modern yang telah menimbulkan dehumanisasi, dan ekploitasi yang sangat berlebih terhadap alam. Oleh karena, itu tugas kita berupaya menginterasikan agama dengan ilmu pengetahun lewat Pengilmuan Islam bukannya Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Email; sani_cilacap@yahoo.com. Terimakasih atas masukannya.

5 Responses to Puisi-Puisi Sani

  1. amix mengatakan:

    halo mas sani..kunjungi blogku ya

  2. ayu mengatakan:

    subhanallah…ungkapan yang mendalam.

  3. septiana mengatakan:

    puisinya bagus…:-)

  4. septiana mengatakan:

    puisinya baguss

  5. sistaa mengatakan:

    Subhanallah, puisi nya baguss, kereen🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: