Budaya dan Etika Politik yang Berwawasan Kebangsaan

Bangsa Indonesia merupakan masyarakat yang bersifat multicultural, dimana dapat dilihat keberagaman yang terjadi di wilayah kita. Majemuk  biasanya melahirkan dua peluang yakni sebagai sarana konflik dan keindahan dalam perbedaan. Kita juga dapat melihat, konflik yang terjadi diberbagai daerah merupakan suatu bentuk kurang bisa memahami suatu kebudayaan pada suatu tempat. Hal ini dikarenakan sikap dari pendatang kurang dapat menginternalisasi nilai-nilai yang selama ini berjalan dalam masyarakat. Nilai-nilai tersebut, lahir dari kebiasaan dan norma yang berjalan dalam masyarakat.

Kebudayaan merupakan pengekteralisasian suatu gagasan atau ide didalam masyarakat yang dilakukan secara kontinyu dan membentuk system social pada masyarakat. Borobudur sebagaimana yang kita kenal merupakan suatu kebudayaan tetapi kalau mau dilihat lebih jauh lagi borobur merupakan suatu hasil dari kebudayaan, begitupula dengan tari, drama, dan yang lain. Para ahli antropologi mendefinisikan kebudayaan sebagai kerangka berfikir yang berlaku di dalam masyarakat, dengan mengikuti pendapat dari ahli antropologi maka kebudayaan bukan lagi berbicara tentang cipta, rasa dan karsa tetapi lebih dari kerangka atau nilai-nilai yang berjalan (berlaku) dalam masyarakat.

Etika merupakan suatu cabang filsafat dan sekaligus merupakan suatu cabang tentang ilmu kemanusiaan (humaniora). Sebagai cabang filsafat etika membahas system yang mendasar tentang ajaran dan pandangan tentang moral.  Sedangkan bila sebagai ilmu dalam etika mengapa kita mengikuti moral tertentu. Etika sebagai ilmu terbagi menjadi dua yakni yang umum dan khusus. Etika dalam artian yang umum membahas prinsip-prinsip yang umum tentang tindakan manusia. Sedangkan etika dalam artian yang khusus terbagi menjadi dua macam yang bersifat individual dan yang bersifat social. Etika yang bersifat individual membahas tentang diri, kewajibannya, suara hati nurani, serta kepercayaan terhadap Tuhan. Sedangkan etika yang bersifat social meliputi cabang yang lebih khusus seperti etika dalam bisnis, profesi, lingkungan kedokteran, seksual dan politik. (Abdul Hadi WM, Pancasila Sebagai Etika Politik dan Dasar Ideologi Negara)

Etika politik dalam pengertian yang luas bukan hanya yang sempit berbicara tentang bagaimana cara memperoleh kekuasaan, tetapi lebih jauh lagi yakni bagaimana cara memperoleh kekuasaan dan kekuasaan itu digunakan. Jadi yang dibahas dalam etika politik ini bukan hanya person tetapi lebih dari itu. Pembahasan yang dilakukan oleh etika politik meyangkut institusi atau lembaga Negara dan sasarannya. Hal yang perlu dibahas dalam etika politik paling tidak ada tiga macam yakni yang berkaitan dengan individu, ruang lingkup kebebasan, dan institusi yang lebih adil kebijakanya. Etika politik yang berkaitan dengan individu merupakan tugas dari etika ini untuk membentuk seorang politikus yang memiliki moral yang berorientasi pada keadilan. Moralitas politikus merupkan ukuran dalam etika politik yang berkitan dengan individu bila berkomunikasi dengan orang atapun lembaga yang lain.

Etika politik yang berkaitan dengan kebebasan ini merupakan suatu bentuk ekspresi individu dalam megapreasiasikan kepentingan politiknya. Kebebasan ini menjadikan landasan untuk lebih progresif dalam aktualisasi politik tanpa menggangu hak politik dari yang lain. Sedangkan aplikasi dari individu dan kebebasan maka institusi yang menjadi tujuan dalam kebijakan yang diambilnya pun harus sesuai sehingga tercipta keadilan dan mensejahterakan masyarakat. Sebenarnya kalau mau melihat dasar Negara merupakan suatu etika politik modern dikarenakan dalam Pancasila memuat hal-hal yang mendasar dalam seperti pluralisme, HAM, demokrasi, solideritas bangsa dan keadilan social. (Franz Magnis Susesno, Kuliah Umum  di Fakultas Filsafat UGM).

Budaya sebagai system nilai yang berlaku dalam masyarakat sedangakan etika politik merupakan suatu proses menuju kekuasaan dan bagaimana mengaplikasikan untuk kepentingan rakyat. Kebudayaan  dan etika politik merupakan suatu pengaplikasian dari kondisi masyarakatnya. Seiring dengan kemajuan tingkat pendidikan dan kebudayaan maka dalam perpolitikan yang terjadi dalam masyarakat akan membaik, sebagaimana hal ini terjadi di USA. Yang menjadi tugas kita bersama adalah bagaimana cara membuat kebudayaan yang didasarkan pada nilai-nilai kebangsaan. untuk menanggapi hal tersebut paling tidak ada kerja tiga kerja intelaktual yang harus dilakukan. Pertama, dengan mengenalkan pendidikan pada masyarakat sehingga dapat berfikir rasional dan ilmiah. Kedua, dengan melaksanakan pelatihan dan pendidikan politik kepada masyarakat guna menggunakan haknya agar dapat mencapai yang dicita-citakan bersama. Ketiga, menciptakan system yang demokratis dengan menjaga pluralitas, HAM dan keadilan social yang terselama ini terbungkam.

Perihal Muhammad Abdul Halim Sani
Muhammad Abdul Halim Sani. Saya alumnus Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2005. Aktivitas menjadi tenaga edukasi SMP Muhammadiyah 1 Kota Depok Jawa Barat dan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Indonesia dengan Program Kesejahteraan Sosial "2009". Selain di sekolah Muh, saya juga sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang dibesarkan dalam kultur ke-Jogja-an, serta aktif di DPP IMM 2008-2010 dan melanjutkan studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia 2009. Kultur ke-Jogja-an ini yang menjadikan saya sebagai kader Ikatan sampai saat sekarang, dan bahkan dalam kontrak sosial dalam ke-Instruktur-an menjadikan saya sebagai instruktur untuk selamanya selama masih dalam Ikatan. Motto: "Manusia berproses menuju kesempurnaan maka jadilah yang terbaik dalam rangka Ibadah pada Ilahiah". Saya, seorang yang senang berdiskusi dan sekarang lagi mengkaji pemikiran Kuntowijoyo dengan grand tema profetik. Oleh karena itu saya mohon masukan dari teman-teman yang agar dapat menambah pengetahuan saya yang berkaitan dengan paradigma profetik, Mimpi-mimpi mari kita lakukan dengan mejawab problem peradaban modern yang telah menimbulkan dehumanisasi, dan ekploitasi yang sangat berlebih terhadap alam. Oleh karena, itu tugas kita berupaya menginterasikan agama dengan ilmu pengetahun lewat Pengilmuan Islam bukannya Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Email; sani_cilacap@yahoo.com. Terimakasih atas masukannya.

3 Responses to Budaya dan Etika Politik yang Berwawasan Kebangsaan

  1. Marinus W. mengatakan:

    Tulisannya luar biasa bung…

    Slam kenal
    Saya marinus waruwu
    Mhasiswa fakultas filsafat dan politik universitas parahyangan bandung

    alamat:www.niasbaru.wordpress.com

  2. penculik mengatakan:

    islam dalam beragama, indonesia dalam berbangsa………! ok bung
    lam knal jgh.

  3. Otobill mengatakan:

    Seharusnya para elit yg yg tergabung dlm Dewan Kehormatan blajar kpd anda bung.
    Daripada jauh jauh ke yunani..
    Salam hormat dan sukses to anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: