Sastra Profetik; Mengenal Sastra Kuntowijoyo

Sekilas tentang Sastra

Sastra merupakan suatu wujud dan hasil dari kebudayaan. Sastra merupakan salah satu bentuk ekspresi manusia dalam menyikapi realitas kehidupan dengan menggunakan bahasa symbol khususnya terjadi pada puisi, sajak, syair dan yang lain. Dalam sejarah perkembangan sastra merupakan ungkapan atas rasa yang terjadi pada manusia. Hal ini dapat dilukiskan dengan pengalaman religius orang-orang sufi dalam bercinta dengan kekasih-Nya. Ungkapan yang keluar merupakan suatu bentuk karya yang cukup dasyat didalam kehidupan, sebagaimana syair yang dikumandangkan oleh Rumi, Iqbal, Al Halaj dan yang lain.Sastara Indonesia yang sekarang banyak bercorak snab dan norak baik dalam pola ucapan atapun dari segi isinya. Sastara yang demikian merupakan suatu bentuk sastra bukannya untuk meninggikan drajat kemanusiaan tetapi membawa pembaca pada pengumbaran jiwa manusia dengan ekspresi yang rendah. Oleh karena itu perlunya diimbangi dengan sastra yang bercorak lebih bagus secara makna dan isinya, yang berdasarkan pada nilai-nilai agama.Sastra yang bercorak pada nilai-nilai agama merupakan pengungkapan jiwa dan sarana untuk melakukan Ibadah pada Pencipta. Sebagaimana sastra Islam merupakan sastara yang bersifat multi fungsi dimana bukan pengungkapan jiwa semata tetapi mengajarkan nilai-nilai transenden. Perkembangan sastra Islam dalam Indonesia tidak dapat dilepaskan dari dunia tasauf. Hal tersebut dikarenakan dalam ilmu tasauf di gambarkan pada wilayah esoteris bertemunya manusia dengan Penciptanya. Proses pengungkapan kalimat yang indah ketika manusia menyatu dengan Tuhan, dikarenakan pancaran Ilahi masuk kedalam hatinya. Persatuan yang terjadi pada orang sufi memunculkan suatu karya yang universal dan berada dalam genggaman orang-orang sufi.Dalam konteks sejarah sastara Indonesia pengaruh sufi sangat kental, hal ini dapat dilihat dari sastra karya Hamzah Fansuri dan Abdul Hadi. Sebenarnya jika mau dilihat lebih jauh lagi menurut Kunto semua sastra memiliki bobot transcendental dalam proses pengungkapannya karena dilihat dari teologis dan metafisis. Dalam kesastraan Indonesia sebenarnya ada dua macam kubu yakni sastra kemanusiaan dan sastra pembebasan. Oleh karena itu, Konto menawarkan konsep sastra yang transcendental guna menanggapi isu yang ada dalam perkembangan sastra pada saat itu. Baca tulisan ini lebih lanjut

Etos Profetis;Upaya Mewujudkan Kebudayaan Ilmu dalam Ikatan

Pendahuluan

Masyarakat merupakan suatu kesatuan dari berbagai manusia yang beragam dan memiliki kultur yang majemuk. Keragaman manusia dikarena dua factor yang utama; letak geografis dan sifat dan fitrah yang diciptakan oleh Tuhan dengan keberagaman. Manusia sebagai animal rational memiliki kemampuan untuk menciptakan kreasi serta innovasi dalam mengelola lingkungan agar dapat bermanfaat bagi manusia itu sendiri. Interaksi manusia dengan lingkungan dapat melahirkan suatu kebiasaan yang berbeda dengan lingkungan yang lain dan bahkan melahirkan suatu symbol dari masyarakat tertentu. Symbol yang dimiliki oleh masyarakat tersebut bersifat eksklusif guna mengikat dan memberikan makna didalam masyarakat yang memiliki symbol tersebut. Symbol yang berada dalam masyarakat merupakan representasi dari masyarakatnya dan menggambarkan keadaan tertentu dalam masyarakat. Misalkan symbol kain putih dalam masyarakat merupakan suatu gamabaran tentang duka cita atau biasanya ada orang yang meninggal. Baca tulisan ini lebih lanjut

Pentingnya Kesadaran;Dari Kesadaran Kritis ke Kesadaran Profetis

Sekilas Tentang Kesadaran

Kesadaran merupakan suatu yang dimiliki oleh manusia dan tidak ada pada ciptaan Tuhan yang lain. Kesadara yang dimiliki oleh manusia merupakan bentuk unik dimana ia dapat menempatkan diri manusia sesuai dengan yang diyakininya. Refleksi merupakan bentuk dari penggungkapan kesadaran, dimana ia dapat memberikan atau bertahan dalam situasi dan kondisi tertentu dalam lingkungan. Setiap teori yang dihasilkan oleh seorang merupakan refleksi tetang realitas dan manusia. Manusia dalam melahirkan cinta untuk semua merupakan jawaban untuk eksistensi manusia yang membutuhkan rasa dan sayang dari yang lain. Begitupula, tetang kesadaran merupakan sangat berkaitan dengan manusia bahkan yang membedakan manusia dengan binatang. Kesadaran merupakan unsur dalam manusia dalam memahami realitas dan bagaimana cara bertindak atau menyikapi terhadap realitas. Manusia dengan dikaruniahi akal budi merpakan mahluk hidup yang sadar dengan drinya. Kesadaran yang dimiliki oleh manusia kesadaran dalam diri, akan diri sesama, masa silam, dan kemungkinan masa depannya. Manusia memiliki kesadaran akan dirinya sebagai entitas yang terpisah serta memiliki kesadaran akan jangka hidup yang pendek, akan fakta ia dilahirkan diluar kemauannya dan akan mati diluar keinginannya. Kesadaran manusia ia akan mati mendahului orang-orang yang disayanginya, atau sebaliknya bahwa yang ia cintai akan mendahuluimya , kesadran akan kesendirian, keterpisahan, akan kelelamahan dalam menghadapi kekuatan alam dan masyarakat. Semuanya kenyataan itu membuat keterpisahan manusia, eksistensi tak bersatunya sebgai penjara yang tak terperikan. Manusia akan menjadi gila bila tak dapat melepaskan diri dari penjara tersebut. (Erich From, The Art of Love) Baca tulisan ini lebih lanjut

Teori-Teori Sosial; Dari Ilmu Sosial Sekuleristik Menuju Ilmu Sosial Intergralistik

Pendahuluan

Ilmu social dinamakan demikian, karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehiduapan bersama sebagai objek yang dipelajari. Ilmu ilmu social belum memiliki kaidah dan dalil yang tetap dimana oleh bagian yang terbesar masyarakat, oleh karena itu ilmu social belum lama berkembang, sadangkan yang menjadi objeknya masyarakat terus berubah. Sifat masyarakat terus berubah-ubah, hingga belum dapat diselidiki dianalisis secara tuntas hubungan antara unsure-unsur dalam kehidupan masyarakat yang lebih mendalam. Lain halnya dengan ilmu pengetahuan alam yang telah lama berkembang, sehingga telah memiliki kaidah dan dalil yang teratur dan diterima oleh masyarakat, dikarenakan objeknya bukan manusia. Ilmu social yang masih muda usianya, baru sampai pada tahap analisis dinamika artinya baru dalam datara tentang analisis dataran masyarakat manusia yang bergerak. (Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar). Baca tulisan ini lebih lanjut

Transformasi Profetik; Upaya Mewujudkan Khoirul Ummat

Sekilas Tentang Perubahan.

Tidak suatu masyarakat yang tidak berubah. Sosiologi sangat memperhatikan perubahan social, oleh karena itu banyak teori yang dilahirkan untuk menganalisis tentang perubahan social. Perubahan social merupakan proses yang berkesinambungan, penelaahan mengenai proses tersebut mempunyai perfektif sejarah atau evolusioner. Pada dasarnya teorri tentang perubahan social dapat digolongkan ada dua macam teori linier dan teori siklus. (H.A.R. Tilaar, Perubahan Sosial dan Pendidikan). Perubahan social yang terjadi secara terus menerus tetapi perlahan-lahan tanpa direncanakan maka dapat dikatan sebgai uplened social change atau yang disebut sebagai perubahan social yang tak terencana. Perubahan social yang demikian, disebabkan oleh perubahan dalam bidang teknologi atau globalisasi. Ada juga perubahan social yang direncanakan atau didesaint dan ditetapkan dalam tujuan serta srateginya. Ini merupakan perubahan social planned social change (perubahan social yang terencana. Perubahan social yang terencana dapat dikatan sebagai rekayasa social. Dalam rekayasa social akan diajarkankiat dan strategi dalam mengubah masyarakat. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.