Intuisi Rasa
Desember 2, 2011 1 Komentar
Intuisi cinta seorang hamba
Fantasi imajinasi kehangatan cinta
Alunan nada-nada melankolis
Rasa tercipta untuk bersama
Angan terbarkan wangian surga
Coretan hati pada suatu insan
Harapan kebahagiaan dewala menghadang
Ingatan kelam fenomena alam
Mendiasporakan cinta dalam cita insan
Ungkapan dalam kelam jiwa
Seutas tugas dalam diri manususia
Cinta, cita merupakan mahluk-Nya
Rasa datang karena pembuat rasa
Cinta datang karena pembuat cinta
Illahi…..
Separuh jiwa pergi dalam lembayung
Terbakar bersama keangkuhan
Esensi pergi dari eksistensi
Rintihan jiwa melarikan diri
Segenggam rasa tinggalkan cita
Kesatuan tercerai karena kesombongan
Kesatuan hilang karena keangkuhan
Kesatuan leyap karena rasa seseorang
Residu cinta tinggalkan cita
Menata rangkaian purzel ditelan rasa
Pagi, Solo, 28 Juni 2011
Gumparan makna mencari cara
Hanya karena bayang yang ku sentuh kembut
Terucapkan sayang berpelukan erat
Terbang bersama cinta dalam laranya jiwa
Tidurlah …
Ungkapkan rasa dalam mimpi
Tenangkan jiwa yang merindu karena cinta
Satukan hati ungkapkan asrmara yang membara
Pelukan ungkapkan satukan makna cinta sesame
Gemparkanlah rasa …
Getarkanlah cinta dalam dunia
Sematkanlah hati
Sematkanlah janji suci akan memberi
Damaikanlah negeri karena cinta Illahi
Gema takbiran menggema
Pecahkan kesombongan manusia
Lantunan nada-nada besarkan Pencipta
Keheningan pecah riuk dengan kehangatan
Kokohnya karang terkikis air mengalir
Hanyutkan jiwa-jiwa yang pergi
Mencari kedewasaan karena ikatan
Keramaian tak mampu ….
Sepinya jiwa menanti
Ingatan sesakan data karna tiada
Untaian mutiara basahi pipi
Hanya selintas bayangan melewati
Keheningan pagi …
Heningkan jiwa-jiwa lelah untuk mencari
Heningkan fikiran untuk ke depan
Heningkan hati untuk Illahi
Heningkan laku untuk instropeksi
Heningkan semuanya …
Aktivitas sambut dengan suci
Keheningan malam …
Hantarkan jiwa-jiwa lelah karna mencari
Tidurkan raga sejenak
Lelapkan pikiran berkelana
Tutupkan mata melihat dunia
Tenangkan hati langkah pasti
Istirahatkanlah untuk esok hari
Suara Illahi mendayu …
Pecahkan keheningan pagi
Tarian angin mengalir getarkan jiwa
Keheningan mengungkapkan hati yang pergi
Lampu-lampu sinari jalan
Langkahkan segenap jiwa hadap Illahi
Sambut mentari hangatkan jiwa
Mencari keridhaan dengan cinta kemanusiaan
Selamat pagi untuk sesama karena Illahi
Gelombang rasa mengalir deras
Ungkapkan makna untuk sesame
Rasa tercipta untuk merasa
Jiwa ada karena sepasang
Satu ada karena kosong
Ketiadaan dikarenakan ada
Kesendirian karena kebersamaan
Penantian akan datangnya isan
Waktu kian berlari nampak bayang
Batang usia terasa makin tinggi
Bekal keabadian kian bertambah
Pandangan masa depan kian jelas
Tumpuan cita dan cinta kian terasa
Pijakan jiwa kian dalam
Kebajikan semua rasakan
Tempat harum tercium
Akankah surga dunia menyatu pada-Nya