Ungkapan Hati Cinta

7 06 2008

Akankah sejarah terulang?

Akankah kenangan terkubur waktu?

Akankah kesesakan hanya hebusan udara neraka?

Akankah jiwa yang kosong akan mudah menerima hati?

Akankah orang atau cinta yang kekal?

Akankah diri khan kembali kesejatinya aku?

Akankah mentari menyinari jiwa yang beku?

Akankah rembulan masuk dan basahi hati?

Akankah jiwa yang pergi untuk kembali?

Akankah tatapan inidah hanya fatamorgana?

Akankah air tertahan mengalir?

Akankah suara nyaring terdengar dekat?

Akankah ratapan hati taklukan jiwa?

Akankah cinta tak memiliki?

Akankah langit bertema indah?

 

Kesadaran mengingatkan peran

Rasio mengatakan sudah dan tataplah alam

Waktu mengalir mensudahi apa yang telah disepakati

Maka sudahlah kembalilah seperti yang dulu

Tapi rasa ingatkan sesakkan dada

 

Rasa sesakkan dada

Terungkap senyum rahut hawa

Khan embun suci menderukan kelopak hati

Ingin rasa teriak keras terdengar hingga surga

Mungkin penawar empedu cinta

 

Saat malam menjemput pagi

Setia menunggu datangnya surya

Aku yang terpaku dalam gelap

Terbujur dingin membeku

Tiada sadar aku semakin jauh terhempas

Hingga memudar karena kelelahan (Ry)

 

Teriknya mentari siang ini

Membakar jiwa yang gersang karena rindu

Akankah setetes embun khan turun tuk padamkan bara?

Agar benih cinta harum semerbak tercium hingga surga

 

Satu masa

Binar itu menaburserakan siramarama

Hingga bulan bintang seakan menyirna

Kini mentaripun tak kutemukan

Walau malam telah menepikan dermaga (Ry)

 

Luapan rasa hamparkan jiwa

Tusukan rasa mematri hati

Gempita rasa rintihan jiwa

Gelombang rasa ingatkan hawa

Terungkap kata kangen

Temukan muka pecinta

Hadapkan jiwa untuk dicinta

Gerak pecinta untuk Pencipta

 

Untaian embun pagi sejukan hati

Terkilas wajah getarkan hati

Rasa menderu terlintas bayang hawa

Detak kencang tak sadarkan insan

Mabuk anggur cinta

Fanorama khian indah terindera

 

Hening malam terbang bersama angin

Tangan menari rasa

Mata terpandang untuk-nya

Qolb sucikan-nya

Fikiran imajin sifat-nya

Menyatulah dalam anggur cinta

Sematkan hidup hanya pada-Nya

 

Suara burung bernyanyi dengan gembira

Khan kesedihan hilang tertelan masa?

Biar rasa mengalir tanpa paksa

Kembalilah jiwa yang beku

Kenangan ungkapkan hati bertabur sukma hanya fatamorgana

 

Ketika dua jiwa bertemu dan tenggelam dalam pusaran kasih

Maka jangan pernah salahkan alam (Ry)


Tindakan

Information

Satu tanggapan

18 09 2009
Wahyu Anggriawan

nyentuh banget ungkapannya. makasih

Tinggalkan komentar