Ungkapan Hati; Ketika Cinta Mengalir

Keterlelapan alam insan
Suratan kehidupan tergaris tegak
Rangkaian kehidupan ketakadilan
Sampah negeri kepentinan lipstik fenomenal
Kebangkitan mati anak negeri
Harapan tangis ratapan duka
Ramadhan pembekalan sosial

Suara Ilahi mengalir dasyat
Kumandangkan insan atas dekapan
Untaian embun sucikan jiwa
Kembali menyatu dengan-Nya
Manusia alam berseru
Untaian tugas suci
Semaikan tugas suci
Semaikan kasih
Petikkan cinta untuk sesema

Panggilan Ilahi berkumandang
Nada-nada sayup bergulir di udara
Hamba sadar tuangkan rasa
Cinta disambut oleh-Nya
Damai tenang indah bersama
Rasa milik semua!
Turunlah kabarkan gembira untuk semua
Akhir bahagia selamanya

Sendiri …
Ungkapan kata mengalir tenang
Rasa tertuang dalam dekapan
Cinta bertahta di hati
Keinginan berseru di jiwa
Sentuhan embun sucikan hati
Raih dekapan pelukan Pencipta
Bersihkan qolb langkah bersama hawa

Pagi senyum surya berseri
Tuangkan rasa cinta
Damaikan alam dunia
Ketenangan, kebahagian, keabadian insan
Bersama dengan-Nya
Bercengkrama bercanda berbagi rasa
Turun terbarkan sayang
Satukan manusia dengan ikatan suci

Rasa …
Satukan keinginan
Gejolak kangen di qolb
Tertentang dalam rintihan Pencipta
Dekapan mata jauh
Terselipkan kata sayang
Hanya tetesan mata mengalir
Rasa kapan bersama berbagi
Harapan empedu cinta
Satukan rasa cinta

Teman kesusahan berbagi
Takaran canda bersama
Kesenangan milik semua
Tuntutan dalam alam fana
Gemerlapan tahta intan permata
Keterlelapan manusia
Rangkaian tukarkan dunia idea
Pecundangkan insan ketabrakan
Kepentingan hanya sesaat

Kesunyian malam berteman lantunan nada
Ingatkan sebuah cerita
Insan berproses alam dunia
Karya manusia manifestasi Pencipta
Tebarkan gembira sesama
Lompatan quantum kegembiraan
Bangun!
Kasih insan karena Tuhan

Tetesan embun pagi
Dingin mengalir udara menari
Surya pancarakan sinar harapan
Tangisan pertiwi anak negeri
Kekalahan ku sebuah derita
Bangsa hilang manusia bersemi
Sambut pagi ceria harapan
Proses ingatkan-Nya

Kesendirian bertemankan alam
Dosa adat insan terpatri
Laku sikap sifat dalam tangisan
Untaian embun di siang hari
Keterlelapan lembah hitam
Sentuhan-Nya tenangkan jiwa
Sesaat atau selamanya di dekapan
Rasa diri jatuh

Kelaianan diri dekapan bersama
Idealitas pragmatis tujuan kepentingan mulia menafikan dosa
Kebenaran dalam kesalahan
Kejujuran sikap politik
Muka topeng manusia drama dunia
Ketenangan kesucian kebahagiaan
Dambaan sesaat

Senja bergulir surya tenggelam
Cakupan malam melintas
Nyanyian silih berganti
Bulan bertahta di kawal bintang
Ingatkan senyum nan muka sang hawa
Bagi rasa cinta bersemi
Ikatan suci kan didamba
Menyatu dengan-Nya

Teriknya surya
Keangkuhan adam
Gempitanya alam dunia
Senang alam fana
Langkah insan nafas tertatih
Kelelahan pencarian diri tercebur dosa
Langkah gontai mendamba bahagia
Sentuhan hawa berbagai dekapan Ilahi

Kegaulan hati ingatkan coba
Datangnya wajah dari tragedi
Seruan paruh terdengar sayup
Semangat terpendam hilang ditelan badai
Relungan jiwa sebuah derita
Sentuhan, dekapan, pelukan ribuan bayang hadirkan sukma

Lamunan terbangkan khayalan
Ungkapan kedamaian alam
Bah insan mengkasihi semua
Rasa kangen terselip dekapan sentuhan harapan
Keegoan tanggalkan cinta suci
Cita terbentang blantara
Sentuhan bersama kikisan luka hawa

Kedaimaan insan fana
Sentuhan Ilahi dekapan jiwa
Tuangkan rasa manusia
Rintihan kumandangkan nada
Saat ruh berlari pada-Nya
Tenang berimpikan transenden
Terbarkan asma bagi alam, insan
Ciptakan surga dunia

Tertuang dalam lantunan
Sirna cinta mengalir cercahan sinar kedaian
Dekapan pelukan Ilahi sentuhan qolb
Embun jernihkan pikiran
Lambaian tangan dekapan hilangan bayangan
Sirna jiwa kenangan sekedar impian

Mentari terkadang tak adil
Hanya memberi cahaya kepada tempat yang ia suka
Biarkan ia bertindak sesuakanya
Hidup adalah pilihan
Izinkan aku untuk memilih
Aku harus kembali kesejatinya aku (DK)

Pagi …
Sinar mentari berteman awan
Cahaya termbus cakrawala
Hilangkan embun pagi
Sadarkan insan hadapi keras kehidupan
Teman berbagi hilang dari ingatn
Senyuman hadapkan luntur tuntutan
Manusia dalam pilihan membosankan

Keramaian tengah hutan blantara
Kesayupan, kesepian metropolitan
Keterjatuhan dalam gemerlapan
Sanksi sadarkan alam nyata
Tangisan nyata terdengar manusia
Kegembiraan untuk kelompok tertentu
Kesakitan untuk semua
Sadarkan

Sakit merasuk relung terdalam
Inginku pergi tinggalkan beban
Rasa menghantui seperti bayang diri
Sakit tinggallah jernihkan hati menggapai
Sucikan diri bersama mu
Gabungkan rasa syukur sebagi abdi untuk-Nya

Bangun ketika sadar keterlelapan
Layananan untuk semua karena-Nya
Ikhlas serahkan putusan oleh nya
Hanya kesadaran di damba
Kesepakatan insan komitmen bersama
Pantrian janji gempita fana
Tuangkan penawar empedu cinta

Malam …
Keterlelepan dunia
Dewi ingatkan cinta alam fana
Semaikan kasih tebaran kangen
Terbayang sikap nan laku bersama
Untaian permata senyum menawan
Dentungan jiwa tuk tinggalkan
Khan menyatu bersama pada-Nya dalam damai

Slimut embun pagi
Dinginkan hati sejukan jiwa
Tancapkan ruh Ilahi terpancar gemerlapan
Lamunan dunia damaikan cinta
Berikan untuk sesama dalam gerak setiap langkah
Ciptakan surga dunia

Syahrun ramadhan
Derita luka balutan asmara
Ilahi sadarkan diri
Sucikan jiwa tebarkan pesona
Raih malam seribu bulan
Semai cinta untuk sesama
Hilangkan luka bangsa
Ciptakan surga di dunia

Gumpalan awan penantian manusia
Sikap insan menanti segala cara
Gumpalan menjadikan bencanda
Teriakan penyesalan keterbelakangan
Sikap khan terpenuhi nafsu
Eksploitasi serakah kapital
Masyarakat derita sengsara
Hanya duka tangisan pertiwi

Sore …
Semilir angin mengusik jiwa
Gejolak kenangan bakar diri bersama
Untai senang berbagi
Bisikan hati abadaikan kenangan
Masa depan menanti
Jiwa berlari tinggalkan menjemput impian
Mari tinggalkan

Lebaran sucikan jiwa
Hadap syukur pada Pencipta
Tenangkan langkah tatap masa depan
Satukan asmara dalam hati
Ikatan suci insan berbeda
Buka pentu rahmat Ilahi
Perpaduan cinta
Bahagia bersama untuk-Nya

Warna kuning langit
Mengingatkan kenangan insan
Ketenangan, kebahagiaan, pengertian tanggung jawab
Cinta impikan bersama
Lamunan angan tebarkan kasih bersama
Berganti hilang teman berbagi
Eksistensi cinta manusia dalam kehidupan

Harapan kejaran impian
Diwam lantunan ilahi
Sempurnakan insan untuk sesama dan alam
Tuangkan anggur cinta
Hapus sifat binatang
Raih damai
Tenang indah gerak bersama
Tercipta surga dunia
Hamparan nikmat
Saat perjalanan jauh
Telah sampailah waktu mu
Lelah dan letih dalam bahtera dunia
Hadapkan muka mu pada-Illah mu
Terbang ke awang-uwung dunia lembayung
Ingatkan pada insan
Suatu kisah perjalanan

Galeri taungkan rasa
Hamaparan samudra terkikis karang
Tegak diterjang ombak kejamnya kehidupan
Kabahagiaan, ketenangan fatamorgana
Lontar tertera kisah
Binatang menghiasi muka dunia
Turunan malaikat muka bumi

Kegelisahan ketika dosa di depan mata
Diam membisu kemana pergi
Lantunan nada kumandangkan isakan mata
Hati berbicara lantunan tangis
Simpuhan Ilahi ketukan jiwa
Berbagi insan derita dosa bersama
Satukan ikatan cinta suci

Suara Ilahi mengalir
Dasyat kumandangkan insan dalam dekapan
Untaian embun sucikan jiwa
Kembali menyatu dengan-Nya
Manusia alam berseru
Untaian tugas suci
Semaikan kasih
Petikan cinta untuk sesama

Kesunyian malam bertemankan lantunan nada
Ingatkan sebuah cerita
Insan berproses alam dunia
Karya manusia manifestasi Pencipta
Tebarkan gembira sesama
Lompatan quantum kegembiraan
Bangun kasih dan sayang karna Tuhan

Gemerlap bintang hantarkan kedamaian
Sinar cerahkan harapan
Jiwa teriak kesunyian kelam
Rasa tak kan pergi meliputi diri
Kemana bayangan kian menghimpit kehidupan
Hanya penawar hawa tenangkan kehidupan

Ketika hujan turun membasahi bumi
Pohon-pohonpun haus akan kesejukan dan ketenangan
Lembutnya awan tak selembut salju
Kemanakah gerangan…
Rasa satukan jiwa tuk hadirkan kedamaian (DK)

Mungkin kau biarkan aku mengumbar kebencian
Dibalik kacamata kehidupan
Kiranya…..
Aku terpuruk diantara kaki-kaki
Ruang dan kepala terbalik waktu
Seyum-seyum berserakan di hadapan
Berlahan bersembunyi di balik dedauanan (DK)

Tetesan embun pagi
Dingin mengalir udara manari
Surya pancarkan sinar harapan
Tangisan pertiwi anak negeri
Kekalahanku sebuah derita
Bangsa hilang manusia bersemi
Sambut pagi ceria harapan
Proses ingatkan-Nya

Kelainan diri dekapan bersama
Idealitas pragmatis tujuan kepentingan mulia
Menafikan dosa
Kebanaran dalam kesalahan
Kejujuran sikap politik
Muka topeng manusia drama dunia
Ketenangan kesucian kebahagian damba sesa

Senja bergulir surya tenggelam
Cakupan malam melintas
Nyanyian silih berganti
Bulan bertahta dikawal bintang
Ingatkan senyun nan muka hawa
Berbagi rasa cinta bersama
Ikatan suci kan damba
Menyatu dengan-Nya

II
Gemerlap malam bertemankan langit kuning
Cahaya lampu menyinari dengan remang
Raih cita tinggalkan cinta
Manusia dalam pilihan menjenuhkan
Senyuman sentuhan dekapan angan
Tetesan empedu kehidupan impian
Gaung besama derita

Keterlelapan mimpi
Alam ketenangan kebahagiaan kedamaian
Jalinan kasih sesama
Hamparan fikiran tindakan transenden
Sambut ceria esok
Dataran langit pancarkan sinar kesucian
Sambut bumi penuh cinta
Gerak langkah cinta
Sadar dan bangunlah

Lantunan angin gerakan angan impian
Rintihan kedamaian insan pecinta
Kebahagian segala untuk mencinta
Tumpuhan pilihan pada di cinta
Ratapan pepenta untuk Pencipta
Tebaran cinta kesadaran gerak insan kesempurnaan

Bandung, Kopo, 21 November 2005
Siang disini masih mendung
Mengkin suasana purba untuk diungkapkan
Terasa waktu begitu cepat
Berlalu …
Aku harus kembali kesejatinya aku
Kembali kealam sadarku
Kembali keadaanku sekarang ini
Aku harus terbang sekarang,
Biarlah
Aku tinggalkan bayanganku di sana
Dan di sini atau mungkin di susatu
Tempat yang entah kapan aku akan singgahi …
Yang pasti kenangan terpahat dalam jiwa dan hati ku
Tak akan aku lupakan (DK)

Bintang jauh …
Tetaplah dalam kisaranmu
Sampai ujung lintasmu, dengarlah …
Bungkusan mimpi padamu bicara
Tentang mimpi dan kejujuran
Tentang ucapan, mimpi dan hidup
Hidup ini adalah tentang bagaimana perasaanku
Pada diriku sendiri
tentang bagaimana aku menghargai tetang orang yang aku sukai …
hidup ini memang tentang menghargai
mahluk Tuhan apa adanya dan bukan
tentang apa yang dimilikinya
hidup ini tentang memutuskan untuk menggunakan mimpiku ….
Untuk menyentuh mimpi orang lain (DK)

Senja ungkapkan makna
Berlari hanya tinggal di tempat
Langkah gontai di tempat yang sama
Rol of love di telan pahitnya dunia
Kefanaan damba manusia
Nista penantian insan
Jemu bius kelalaian
Lumpur dosa da;am diri-nya

Lantunan angin mengusik jiwa
Dentungan nada ingatkan pesan sesama
Hidup pilihan dan harus memimih
Insan terendam dalam lumpur dosa
Pasrah Illahi hilangkan hina
Damba bersama menyatu pada-Nya

Dambaan seluruh insan
Makna hilang di jalan
Serakah kepentingan dunia sesaat
Gumpalan nafsu gerak langkah dunia
Sucikan hati dalam bulan suci
Satukan jiwa dalam anggur cinta Illahi
Cipta nirwana dunia untuk sesama

Batang usia meninggi
Luapan emosi tersusun rapih
Hiasan qolb tenangkan jiwa
Hadap muka syukur pada Pencipta
Hantarkan jiwa untuk-Nya
Bakti suami langkah bersama
Luapan kasih mabuk iman pada-Nya
Endapan permata alam
Kaki-kaki bukit surga
Alam tercipta ungkapkan makna
Yoga penawar sifat serakah
Ungkapkan warna kedamaian
Lantunan udara menyanyi gembira
Ingatkan mimpi-mimpi
Aktualisasikan rasa untuk semua
Akhir hayat terungkap kata
Luapan menyatu pada-Nya
Fikiran tercipta untuk-Nya
Imajinasi hanya alam-Nya
Gaungan nada-nada
Hantarkan tugas mulia
Alunan gelombang bangkitkan rasa
Nirwana tertebar di dunia
Intuisi cinta pada sang hawa

Sucikan hati dan jiwa
Sambutlah bulan ramadhan dengan cinta
Cipta surga dalam dunia
Damai, indah, adil, dalam naungan Illahi
Puasakan hati, akal, indra untuk Illahi
Dalam dekapan cinta sesame dan alam

Gema takbir getarkan hati
Pintu jiwa ungkapkan rasa
Dosa mengalir deras
Buka hati maafkan sesama dalam dekapan cinta
Perwujudan cinta pada sang Pencinta
Menggapai Rida-Nya.

Perihal Muhammad Abdul Halim Sani
Muhammad Abdul Halim Sani. Saya alumnus Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2005. Aktivitas menjadi tenaga edukasi SMP Muhammadiyah 1 Kota Depok Jawa Barat dan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Indonesia dengan Program Kesejahteraan Sosial "2009". Selain di sekolah Muh, saya juga sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang dibesarkan dalam kultur ke-Jogja-an, serta aktif di DPP IMM 2008-2010 dan melanjutkan studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia 2009. Kultur ke-Jogja-an ini yang menjadikan saya sebagai kader Ikatan sampai saat sekarang, dan bahkan dalam kontrak sosial dalam ke-Instruktur-an menjadikan saya sebagai instruktur untuk selamanya selama masih dalam Ikatan. Motto: "Manusia berproses menuju kesempurnaan maka jadilah yang terbaik dalam rangka Ibadah pada Ilahiah". Saya, seorang yang senang berdiskusi dan sekarang lagi mengkaji pemikiran Kuntowijoyo dengan grand tema profetik. Oleh karena itu saya mohon masukan dari teman-teman yang agar dapat menambah pengetahuan saya yang berkaitan dengan paradigma profetik, Mimpi-mimpi mari kita lakukan dengan mejawab problem peradaban modern yang telah menimbulkan dehumanisasi, dan ekploitasi yang sangat berlebih terhadap alam. Oleh karena, itu tugas kita berupaya menginterasikan agama dengan ilmu pengetahun lewat Pengilmuan Islam bukannya Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Email; sani_cilacap@yahoo.com. Terimakasih atas masukannya.

8 Responses to Ungkapan Hati; Ketika Cinta Mengalir

  1. tantan mengatakan:

    wow, puisi nye panjang beneeer! :)

  2. hedi mengatakan:

    mungkin saya kira engkau sedang jatuh cinta atau memang mengalir di hatimu rasa cinta…. he….hee… puisi terpanjang yang pernah kutemui…subhaanallah…!

  3. rifqi mengatakan:

    dengan tulisan yg pjg itu ,,,inti dari penulis menyikapi dari yg di ungkapkan seperti apa ya…???

  4. Myla mengatakan:

    Haiiii Lam kenal?
    Puisinya indah bnget, penuturan yang sangat menjiwai, terinspirasi oleh siapa ea? he

  5. Gusti Ana mengatakan:

    bagus banget puisi nya sampeaku enggak selesai ngebacanya

  6. imelda mengatakan:

    seperti k’sani yang ku kenal..

  7. bakti mengatakan:

    drimu blang begitu pa kah drimu dah terbaik?????????

  8. adi bergetar mengatakan:

    melambung sepi kala angan tak lg ucp janji, jgn pernah kau ingkari dlm smasa kenangan msh terlukis rapi dlm hti, mendekap sukma byangan hdir seutas mimpi, jgn kau pergi sblum aq bener2 mati, q hrap d tpian esok nan pagi ada senyummu yg membawa makna dlm hdupq yg tak berdaya ini.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: