FILSAFAT MANUSIA; Siapakah Manusia?

A. Pendahuluan

Manusia secara bahasa disebut juga insan yang dalam bahasa arabnya, yang berasal dari kata nasiya yang berarti lupa dan jika dilihat dari kata dasar al-uns yang berarti jinak. Kata insan dipakai untuk menyebut manusia, karena manusia memiliki sifat lupa dan jinak artinya manusia selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru disekitarnya. Manusia cara keberadaannya yang sekaligus membedakannya secara nyata dengan mahluk yang lain. Seperti dalam kenyataan mahluk yang berjalan diatas dua kaki, kemampuan berfikir dan berfikir tersebut yang menentukan manusia hakekat manusia. Manusia juga memiliki karya yang dihasilkan sehingga berbeda dengan mahluk yang lain. Manusia dalam memiliki karya dapat dilihat dalam seting sejarah dan seting psikologis situasi emosional an intelektual yang melatarbelakangi karyanya. Dari karya yang dibuat manusia tersebut menjadikan ia sebagai mahluk yang menciptakan sejarah. Manusia juga dapat dilihat dari sisi dalam pendekatan teologis, dalam pandangan ini melengkapi dari pandangan yang sesudahnya dengan melengkapi sisi trasendensi dikarenakan pemahaman lebih bersifat fundamental. Pengetahuan pencipta tentang ciptaannya jauh lebih lengkap dari pada pengetahuan ciptaan tentang dirinya. (Musa Asy’ari, Filsafat Islam, 1999)

Berbicara tentang manusia maka yang tergambar dalam fikiran adalah berbagai macam perfektif, ada yang mengatakan masnusia adalah hewan rasional (animal rasional) dan pendapat ini dinyakini oleh para filosof. Sedangkan yang lain menilai manusia sebagai animal simbolik adalah pernyatakan tersebut dikarenakan manusia mengkomunikasikan bahasa melalui simbol-simbol dan manusia menafsirkan simbol-simbol tersebut. Ada yang lain menilai tentang manusia adalah sebagai homo feber dimana manusia adalah hewan yang melakukan pekerjaan dan dapat gila terhadap kerja. Manusia memang sebagai mahluk yang aneh dikarenakan disatu pihak ia merupakan “mahluk alami”, seperti binatang ia memerlukan alam untuk hidup. Dipihak lain ia berhadapan dengan alam sebagai sesuatu yang asing ia harus menyesuaikan alam sesuai dengan kebutuh-kebutuhannya. Manusia dapat disebut sebagai homo sapiens, manusia arif memiliki akal budi dan mengungguli mahluk yang lain. Manusai juga dikatakan sebagai homo faber hal tersebut dikarenakan manusia tukang yang menggunakan alat-alat dan menciptakannya. Salah satu bagian yang lain manusia juga disebut sebagai homo ludens (mahluk yang senang bermain). Manusia dalam bermaian memiliki ciri khasnya dalam suatu kebudayaan bersifat fun. Fun disini merupakan kombinasi lucu dan menyenangkan. Permaianan dalam sejarahnya juga digunakan untu memikat dewa-dewa dan bahkan ada suatu kebudayaan yang menganggap permainan sebagai ritus suci. (K. Bertens, Panorama Filsafat Modern, 2005)

Marx menunjukan perbedaan antara manusia dengan binatang tentang kebutuhannya, binatang langsung menyatu dengan kegiatan hidupnya. Sedangkan manusia membuat kerja hidupnya menjadi objek kehendak dan kesadarannya. Binatang berproduksi hanya apa yang ia butuhkan secara langsung bagi dirinya danketurunnya, sedangkan manusia berproduksi secara universal bebas dari kebutuhan fisik, ia baru produksi dari yang sesungguhnya dalam kebebasan dari kebutuhannya. Manusia berhadapan bebas dari produknya dan binatang berproduksi menurut ukuran dan kebutuhan jenis produksinya, manusia berproduksi mnurut berbagai jenis dan ukuran dengan objek yang inheren, dikarenakan manusia berproduksi menurut hukum-hukum keindahan. Manusia dalam bekerja secara bebas dan universal, bebas I dapat bekerja meskipun tidak merasakan kebutuhan langsung, universal dikarenakan ia dapat memakai beberapa cara untuk tujuan yang sama. Dipihak yang lain ia dapat menghadapi alam tidak hanya dalam kerangka salah satu kebutuhan. Oleh sebab itu menurut Marx manusia hnya terbuka pada nilai-nilai estetik dan hakekat perbedaan manusia dengan binatang adalah menunjukan hakekat bebas dan universal.(Franz Magnis Suseno, Pemikiran Karl Marx, 1999).

Antropologi adalah merupakan salah satu dari cabang filsafat yang mempersoalkan tentang hakekat manusia dan sepanjang sejarahnya manusia selalu mempertanyakan tentang dirinya, apakah ia sedang sendirian, yang kemudian menjadi perenungan tentang kegelisahan dirinya, ataukah ia sedang dalam dinamika masyarakat dengan mempertanyakan tentang makna hidupnya ditengan dinamika perubahan yang kompleks, dan apakah makna keberadaannya ditengah kompleksitas perubahan itu? Pertanyaan tentang hakekat manusia merupkan pertanyaan kuno seumur keberadaan manusia dimuka bumi. Dalam jawaban tentang manusia tidak pernah akan selesai dan dianggap tidak pernah sampai final dikarenakan realitas dalam keling manusia selalu baru, meskipun dalam subtansinya tidak berubah.(Musa Asy’ari, Filsafat Islam, 1999)

Manusia menurut Paulo Freire mnusia merupakan satu-satunya mahluk yang memiliki hubungan dengan dunia. Manusia berbeda dari hewan yang tidak memiliki sejarah, dan hidup dalam masa kini yang kekal, yang mempunyai kontak tidak kritis dengan dunia, yang hanya berada dalam dunia. Manusi dibedakan dari hewan dikarenakan kemampuannya untuk melakukan refleksi (termasuk operasi-operasi intensionalitas, keterarahan, temporaritas dan trasendensi) yang menjadikan mahluk berelasi dikarenakan kapasitasnya untuk meyampaikan hubungan dengan dunia. Tindakan dan kesadaran manusia bersifat historis manusia membuat hubungan dengan dunianya bersifat epokal, yang menunjukan disini berhubungan disana, sekarang berhubungan masa lalu dan berhubungan dengan masa depan. manusia menciptakan sejarah juga sebaliknya manusia diciptakan oleh sejarah. (Denis Collin, Paulo Freire Kehidupan, Karya dan Pemikirannya, 2002).

Hakekat manusia selalu berkaitan dengan unsur pokok yang membentuknya, seperti dalam pandangan monoteisme, yang menccari unsur pokok yang menentujkan yang bersifat tunggal, yakni materi dalam pandangan materialisme, atau unsur rohani dalam pandangan spritualisme, atau dualisme yang memiliki pandangan yang menetapkan adanya dua unsur pokok sekaligus yang keduanya tidak saling menafikan nyaitu materi dan rohani, nyakni pandangan pluralisme yang menetapkan pandangan pada adanya berbagai unsur pokok yang pada dasarnya mencerminkan unsur yang ada dalam marco kosmos atau pandangan mono dualis yang menetapkan manusia pada kesatuannya dua unsur, ataukah mono pluralism yang meletakkan hakekat pada kesatuannya semua unsur yang membentuknya. Manusia secara individu tidak pernah menciptakan dirinya , kan tetapi bukan berarti bahwea ia tidak dapat menentukan jalan hidup setelah kelahirannya dan eksistensinya dalam kehidupan dunia ini mencapai kedewasaan dan semua kenyataan itu, akan memberikan andil atas jawaban mengenai pertanyaan hakekat, kedudukan, dan perannya dalam kehidupan yang ia hadapi. (Musa Asy’ari, Filsafat Islam, 1999)

B. Hakekat manusia

Masalah manusia adalah terpenting dari semua masalah. Peradaban hari ini didasarkan atas humanisme, martabat manusia serta pemujaan terhadap manusia. Ada pendapat bahwa agama telah menghancurkan kepribadian manusia serta telah memaksa mengorbankan dirinya demi tuhan. Agama telah memamaksa ketika berhadapan dengan kehendak Tuhan maka manusia tidak berkuasa. (Ali Syariati, Paradigma Kaum Tertindas, 2001). Bagi Iqbal ego adalah bersifat bebas unifed dan immoratal dengan dapat diketahui secara pasti tidak sekedar pengandaian logis. Pendapat tersebut adalah membantah tesis yang dikemukanakn oleh Kant yang mengatakan bahwa diri bebas dan immortal tidak ditemukan dalam pengalaman konkit namun secara logis harus dapat dijatikan postulas bagi kepentingan moral. Hal ini dikarenakan moral manusia tidak masuk akal bila kehidupan manusia yang tidak bebas dan tidak kelanjutan kehidupannya setelah mati. Iqbal memaparkan pemikiran ego terbagi menjadi tiga macam pantheisme, empirisme dan rasionalisme. Pantheisme memandang ego manusia sebagai non eksistensi dimana eksistensi sebenarnya adalah ego absolut. Tetapi bagi Iqabal bahwa ego manusia adalah nyata, hal tersebut dikarenakan manusia berfikir dan manusia bertindak membuktikan bahwa aku ada. Empirisme memandang ego sebagai poros pengalaman-pengalaman yang silih berganti dan sekedar penanaman yang real adalah pengalaman. Benak manusia dalam pandangan ini adalah bagaikan pangging teater bagai pengalaman yang silih berganti. Iqbal menolak empirisme orang yang tidak dapat menyangkal tentang yang menyatukan pengalaman. Iqbal juga menolak rasionalisme ego yang diperoleh memlalui penalaran dubium methodicum (semuanya bisa diragukan kecuali aku sedang ragu-ragu karena meragukan berarti mempertegas keberadaannya). Ego yang bebas, terpusat juga dapat diketahui dengan menggunakan intuisi. Menurut Iqbal aktivitas ego pada dasarnya adalah berupa aktivitas kehendak. Baginya hidup adalah kehendak kreatif yang bertujuan yang bergearak pada satu arah. Kehendak itu harus memiliki tujuan agar dapat makan kehendak tidak sirna. Tujuan tersebut tidak ditetapakan oleh hukum-hukum sejarah dan takdir dikarenakan manusia kehendak bebas dan berkreatif. (Donny Grahal Adian, Matinya Metafisika Barat, 2001)

Hakekat manusia harus dilihat pada tahapannya nafs, keakuan, diri, ego dimana pada tahap ini semua unsur membentuk keatuan diri yang aktual, kekinian dan dinamik, dan aktualisasi kekinian yang dinamik yang bearada dalam perbuatan dan amalnya. Secara subtansial dan moral manusia lebih jelek dari pada iblis, tetapi secara konseptual manusia lebih baik karena manusia memiliki kemampuan kreatif. Tahapan nafs hakekat manusia ditentukan oleh amal, karya dan perbuatannya, sedangkan pada kotauhid hakekat manusai dan fungsinya manusia sebagai ‘adb dan khalifah dan kekasatuan aktualisasi sebagai kesatuan jasad dan ruh yang membentuk pada tahapan nafs secara aktual. (Musa Asy’ari, Filsafat Islam, 1999)

Bagi Freire dalam memahami hakekat manusia dan kesadarannya tidak dapat dilepaskan dengan dunianya. Hubungan manusia harus dan selalu dikaitkan dengan dunia dimana ia berada. Dunia bagi manusia adalah bersifat tersendiri, dikarenakan manusia dapat mempersepsinya kenyataan diluar dirinya sekaligus mempersepsikan keberadaan didalam dirinya sendiri. Manusia dalam kehadirannya tidak pernah terpisah dari dunidan hungungganya dengan dunia manusia bersifat unik. Status unik manusia dengan dunia dikarenakan manusia dalam kapasistasnya dapat mengetahui, mengetahui merupakan tindakan yang mencerminkan orientasi manusia terhdap dunia. Dari sini memunculkan kesadaran atau tindakan otentik, dikarenakan kesadaran merupakan penjelasnan eksistensi penjelasan manusia didunia. Orientasi dunia yang terpuasat oleh releksi kritiuas serta kemapuan pemikiran adalah proses mengetahui dan memahami. Dari sini manusia sebagaiu suatu proses dan ia adalah mahluk sejarah yang terikat dalam ruang dan waktu. Manusia memiliki kemapuan dan harus bangkit dan terlibat dalam proses sejarah dengan cara untuk menjadi lebih. (Siti Murtiningsih, Pendidikan sebagai Alat Perlawanan, 2004)

Manusia dalam konsep al Quran mengunakan kensep filosofis, seperti halnya dalam proses kejadian adam mengunakan bahasa metaforis filosofis yang penuh makna dan simbol. Kejadian manusia yakni esensi kudrat ruhaniah dan atributnya, sebagaimana dilukiskan dalam kisah adam dapat diredusir menjadi rumus;

Ruh Tuhan + Lempung Busuk Manusia

Ruh Tuhan dan lempung busuk merupakan dua simbol individu. Secara aktual manusia tidak diciptakan dari lempung busuk (huma’in masnun) ataupun ruh Tuhan. Karena kedua istilah itu harus dikasih makna simbolis. “Lempung busuk” merupakan simbol kerendahan stagnasi dan pasifitas mutlak. Ruh Tuhan merupakan simbol dari gerak tanpa henti kearah kesempurnaan dan kemuliaan yang tak terbatas. Pernyataan al Quran manusia merupakan gabungan ruh Tuhan dan lempung busuk. Manusia adalah suatu kehendak bebas dan bertanggungjawab menempati suatu stasiun antara dua kutub yang berlawanan yakni Allah dan Syaitan. Gabungan tersebut menjadikan mansuia bersifat dialektis. Hal ini yang menjadikan manusia sebagai realitas dialektis. Dari dialektika tersebut menjadikan manusia berkehendak bebas mampu menentukan nasibnya sendiri dan bertanggung jawab. Manusia yang ideal menurut ‘Ali Syariati adalah manusia yang telah mendialektikakan ruh tuhan dengan lempung dan yang dominant dalam dirinya adalah ruh Tuhan.(‘Ali Syariati, Paradigma Kaum Tertindas, 2001)

Manusia merupakan mahluk yang unik yang menjadi salah satu kajian filsafat, bahkan dengan mengkaji manusia yang merupakan mikro kosmos. Dalam filsafat pembagian dalam melihat sesuatu materi yang terbagi menjadi dua macam esensi dan eksistensi. Begitu pula manusia dilihat sebagai materi yang memiliki dua macam bagian esensi dan eksistensi. Manusia dalam hadir dalam dunia merupakan bagian yang berada dalam diri manusia esensi dan eksistensi. Esensi dan eksistensi manusia ini yang menjadikan manusia ada dalam muka bumi. Esensi dan eksistensi bersifat berjalan secara bersamaan dan dalam perjalananya dalam diri manusia ada yang mendahulukan esensi dan juga eksistensi. Manusia yang menjalankan esensi menjadikan ia bersifat tidak bergerak dan menunjau lebih dalam saja tanpa melakukan aktualisasi. Begitu pula manusia yang menjalankan eksistensi tanpa melihat esensi maka yang terjadi ia hanya ada tetapi tidak dapat mengada. Seperti yang telah dikekmukakan oleh ‘Ali Syariati bahwa esensi manusia merupakan dialektika antara ruh Tuhan dengan lempung dari dialektika tersebut menjadikan manusia ada dalam mengada. Proses mengadanya manusia merupakan refleksi kritis terhadap manusia dan realitas sekitar. Sebagaimana perkataan bijak yang dilontarkan oleh socrates bahwa hidup yang tak direfleksikan tak pantas untuk dijalanani. Refleksi tersebut menjadikan manusia dapat memahami diri sendiri, realitas alam dan Tuhan. Manusia yang memahami tentang dirinya sendiri ma ia akan memahami Penciptanya. Proses pemahaman diri dengan pencipta menjadikan manusia berproses menuju kesempurnaan yang berada dalam diri manusia. Proses pemahaman diri dengan refleksi kristis diri, agama dan realitas, hal tersebut menjadikan diri manusia menjadi insan kamil atau manusia sempurna.

Bagan Esensi dan Eksistensi Manusia

No

Eksistensi manusia

Esensi Kesadaran Fitrah (Basic Human Drives)

Basic Human Values (Basic Islamic Values)

Kebutuhan Dasar (Basic Human Needs)

1

Al Insan

Rasa ingin tahu

Intelektual

Intelektual

2

Al Basyar

Rasa lapar, haus, dingin

Biologis

Biologis

3

Abdullah

Sara ingin berterimakasih dan bersykur kepada tuhan

Spiritual

Spiritual

4

An-Nas

Rasa tahan sendiri dan menderita dalam kesepian

Sosial

Sosial

5

Khalifah fil ardli

Butuh keamanan, ketertiban, kedamaian, kemakmuran, keadilan dan keindahan lingkungan

Estetika

Estetika

Manusia yang melakukan refleksi menyadari bahwa ia mahluk yang berdimensional dan bersifat unik. Manusia menjadikan ia yang bertanggungjawab pada eksistensinya yang berbagai macam dimensi tersebut. Manusia dalam eksistensinya sebagai al insan, al basyar, ‘abdullah, annas, dan khalifah. Manusia dalam eksistensi tersebut dikarenakan potensi yang berada dalam diri manusia seperti intelektual, bilogis, spiritual, sosial dan estetika. Sifat dari manusia tersebut adalah mahluk yang bebas berkreatif dan mahluk bersejarah dengan diliputi oleh nilai-nilai trasendensi yang selalu menuju kesempurnaan. Hal tersebut menjadikan manusia yang memiliki sifat dan karaktersistik profetik. Pembebasan yang dilakukan oleh manusia adalah pembebasan manusia dari korban penindasan sosialnya dan pembebasan dari alienasi antara eksistensi dan esensinya sehingga manusia menjadi diri sendiri, tidak menjadi budak orang lain. Manusia yang bereksistensi dalam kelima tersebut menjadikan ia sebagai mahluk pengganti Tuhan dan menjalankan tugas Tuhan dalam memakmurkan bumi.

C. Kedudukan dan peran manusia

Manusia sebagai mahluk yang berdimensional memiliki peran dan kedudukan yang sangat mulia. Tetapi sebelum membahas tentang peran dan kedudukan, pengulangan kembali tentang esensi dan eksistensi manusia. Manusia yang memiliki eksistensi dalam hidupnya sebagai abdullah, an-nas, al insan, al basyar dan khalifah. Kedudukan dan peran manusia adalah memerankan ia dalam kelima eksistensi tersebut. Misalkan sebagai khalifah dimuka bumi sebagai pengganti Tuhan manusia disini harus bersentuha dengan sejarah dan membuat sejarah dengan mengembangkan esensi ingin tahu menjadikan ia bersifat kreatif dan dengan di semangati nilai-nilai trasendensi. Manusia dengan Tuhan memiliki kedudukan sebagai hamba, yang memiliki inspirasi nilai-nilai ke-Tuhan-an yang tertanam sebagai penganti Tuhan dalam muka bumi. Manusia dengan manusia yang lain memiliki korelasi yang seimbang dan saling berkerjasama dala rangka memakmurkan bumi. Manusia dengan alam sekitar merupakan sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan rasa syukur kita terhadap Tuhan dan bertugas menjadikan alam sebagai subjek dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan. Setiap apa yang dilakukan oleh manusia dalam pelaksana pengganti Tuhan sesuai dengan maqasid asy-syari’ah. Maqasid asy-syari’ah merupakan tujuan utama diciptanya sebuah hukum atau mungkin nilai-esensi dari hukum, dimana harus menjaga agama, jiwa, keturunan, harta, akal dan, ekologi. Manusia yang memegang amanah sebagai khalifah dalam melakukan keputusan dan tindakannya sesuai dengan maqasid asy-syari’ah.

D. Tujuan hidup manusia

Pada hakikatnya tujuan manusia dalam menjalankan kehidupannya mencapai perjumpaan kembali dengan Penciptanya. Perjumpaan kembali tersebut seperti kembalinya air hujan kelaut. Kembalinya manusia sesuai dengan asalnya sebagaimana dalam dimensi manusia yang berasal dari Pencipta maka ia kembali kepada Tuhan sesuai dengan bentuknya misalkan dalam bentuk imateri maka kembali kepada pencinta dalam bentuk imateri sedangkan unsur mteri yang berada dalam diri manusia akan kembali kepada materi yang membentuk jasad manusia. Perjumpaan manusi dengan Tuhan dalam tahapan nafs, yang spiritual dikarenakan nafs spiritual yang sangat indah dan Tuhan akan memanggilnya kembali nafs tersebut bersamanya. Nafs yang dimiliki oleh manusia merupakan nafs yang terbatas akan kembali bersama nafs yang mutlak dan tak terbatas, dan kembalinya nafs manusia melalui ketauhidan antara iman dan amal sholeh. Pertemuan nafs manusia dengan nafs Tuhan merupakan perjumpaan dinamis yang sarat muatan kreatifitas dalam dimensi spiritualitas yang bercahaya. Kerjasama kreatifitas Tuhan dengan manusia dan melalui keratifitasnya manusia menaiki tangga mi’raj memasuki cahaya-Nya yang merupakan cahaya kreatifitas abadi. (Musa Asy’ari, Filsafat Islam, 1999)

Proses bertemunya nafs manusia dengan Tuhan dalam kondisi spiritual tercapai jika manusai berusaha membersihkan diri dari sifat yang buruk yang ada padanya. Perjumpaan nafs tersebut dapat dilihat pada sufi yang memenculkan berbagai macam ekspresi dalam perjumpaannya. Sebagaimana yang terjadi pada al Halaj, Yazid al Bustami Rabiah al Adawiyah dan yang lain mereka memiliki ekspreasi dan kelakuan yang berbeda ketika meresakan berteumnya dengan Pencipta. Tetapi dari sini manusai mendaki tangga mi’raj menuju nafs Tuhan dengan cinta dan karena cinta pula terbentuknya alam serta manusia. Setelah menyatunya manusia dalam dimensi spiritual dengan Pencipta, lantas tak memperdulikan dengan yang lain dengan menyatu terus dengan pencipta. Tetapi manusia setalah menyatu, memahami cinta pada Pencita itu dimanifestasikan cinta tersebut untuk sesama manusia dan alam. Proses penebaran cinta tersebut menjadikan manusia dapat bermanfaat pada yang lain menjadika diri sebagai cerminan Tuhan dalam muka bumi. Pencitraan Tuhan dalam diri manusia menjadikan ia sebagai insan kamil dan dalam ajaran agama dapat menjadi rahmat bagi yang lain baik sesama manusia ataupun alam.

Perihal Muhammad Abdul Halim Sani
Muhammad Abdul Halim Sani. Saya alumnus Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2005. Aktivitas menjadi tenaga edukasi SMP Muhammadiyah 1 Kota Depok Jawa Barat dan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Indonesia dengan Program Kesejahteraan Sosial "2009". Selain di sekolah Muh, saya juga sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang dibesarkan dalam kultur ke-Jogja-an, serta aktif di DPP IMM 2008-2010 dan melanjutkan studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia 2009. Kultur ke-Jogja-an ini yang menjadikan saya sebagai kader Ikatan sampai saat sekarang, dan bahkan dalam kontrak sosial dalam ke-Instruktur-an menjadikan saya sebagai instruktur untuk selamanya selama masih dalam Ikatan. Motto: "Manusia berproses menuju kesempurnaan maka jadilah yang terbaik dalam rangka Ibadah pada Ilahiah". Saya, seorang yang senang berdiskusi dan sekarang lagi mengkaji pemikiran Kuntowijoyo dengan grand tema profetik. Oleh karena itu saya mohon masukan dari teman-teman yang agar dapat menambah pengetahuan saya yang berkaitan dengan paradigma profetik, Mimpi-mimpi mari kita lakukan dengan mejawab problem peradaban modern yang telah menimbulkan dehumanisasi, dan ekploitasi yang sangat berlebih terhadap alam. Oleh karena, itu tugas kita berupaya menginterasikan agama dengan ilmu pengetahun lewat Pengilmuan Islam bukannya Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Email; sani_cilacap@yahoo.com. Terimakasih atas masukannya.

55 Tanggapan untuk FILSAFAT MANUSIA; Siapakah Manusia?

  1. Terimakasih atas tulisan Pak Halimani mengenai hakekat manusia. tulisan dan uah pikiran ini sangat bermanfaat bagi saya yang sedang kuliah di IPB untuk MK. Falsafah sains.

  2. jago mengatakan:

    Bagus sekali penjelasannya tapi tol biar semua orang tau pakai bahasa yang awam aja dan penjelasannya ke arah yang universal

  3. Puspa Wiji mengatakan:

    Terima kasih Bp. Sani, tulisan bapak berisi kutipan-kutipan yang saya cari untuk makalah filsafat manusia saya di Kampus Psikologi Unair..

  4. bot mengatakan:

    Oke San!

  5. amini mengatakan:

    jazakallah khoir pak atas tulisannya.af1 juga tulisannya saya masukkan sebagi bahan u tugas kuliah.

  6. Bang Mando mengatakan:

    Assalamu’alaikum mas sani…
    Mantab euy, tulisannya. mengingatkan ku pada materi2 yang dah lama terlupakan..
    Btw, kapan lagi kita bisa diskusi…?
    Aku pengen lagi diskusi sama dirimu…
    Pm yahoo msg ku ya…
    di tgg lo…

  7. dita mengatakan:

    makasih.saya terbantu dalam mata kuliah filsafat.alhamdulillah.
    saya psikologi ums

  8. asti mengatakan:

    makasih pa sani tulisannya..saya terbantu untuk mk. filsafat

  9. tengs ya….

    berkat ada Artikel filsafat ini tugas kesenian saya bisa selesai……

    AMIN

  10. andre mengatakan:

    trims pak, mudah2n besok keluar waktu ujian filsafat ma Prof. Taat

  11. ani marlina mengatakan:

    bila manusia memang memerlukan hal yang sangat rasional untuk mendapatkan sebuah pembenaran, maka manusia harus belajar tauhid atau etika2

  12. yovie mengatakan:

    makasi pak sani,,,
    topik ini membantu saya menyelesaikan tugas kuliah saya…

  13. yovie mengatakan:

    makasi pak..
    membantu saya dlm menyelesaiakn tugas fil sy di kampus widya Mandala Surabaya

  14. shanya mengatakan:

    Wahh keren bgt artikelnya..
    syukran akhi sani..
    btw..ada artikel ttg hubungan filsafat manusia dan psikologi ga ?
    kalo ada tmn2 yg bs bantu tlg ks tau linknya ya ;-)
    jazakumullah

  15. muktar mengatakan:

    ih penjelasannya sangat bagus dan mantap

  16. Muchlisin mengatakan:

    Terima kasih atas artikelnya, bermanfaat

  17. Al'Aliy Ash-Shaddiqin mengatakan:

    Maaf ya pa!!!Artikel udah ok.akan tetapi Penafsiran tentang manusia kurang terlalu dalem…Thank’s

  18. sigit purwanto mengatakan:

    makasih tuk bacaan yang telah disediakan dan ini sangat menambah pengertian saya. tapi saya terusik oleh bacaan yang menyatakan bahwa untuk ketemu TUHAN manusia harus melakukan sesuatu untuk menyempurnakan dirinya, bagaimana lempung bisa menyempurnakan dirinya?. hanya TUHAN yang sanggup mem-proses manusia menjadi sempurna, caranya TUHAN sang Pencipta itulah yang menghampiri manusia sehingga manusia benar-benar menyatu dengan TUHAN. TUHAN di-dalam manusia dan manusia di-dalam TUHAN, itulah kesempurnaan yang sejati. percayalah kesempurnaan itu milik TUHAN dan DIA menghendaki anda semua sempurna dalam DIA.

  19. penjelasan bapak sangat menarik sekali untuk dikaji lebih jauh terutama konsep emanasi atau pencitraan sang khalik pada makhluknya (manusia) karena kajian tentang manusia sungguh kajian yang sangat menarik minat saya dalam rangka penyadaraan diri akan hakekat manusia yang notabenenya adalah makhluk yang super komplek. wassalam

  20. dwi zulhanifa mengatakan:

    makach semuanya yupz

  21. lubis mengatakan:

    kemestian manusia tentang memahami eksistensi dirinya sungguh pencapain yang sangat luar biasa bagi dirinya sendiri. qt akan terus mencari menuju suatu kesempurnaan. trmkasih pak. wassalam

  22. nesya mengatakan:

    memang susah sekali kita pahami tntang manusia,perkembanganya dan tujuan hidup dari manusia itu sendiri.apkah yang harus kita capai dalam hidup ini dan gimana kaitan kita dengan alam ini?penjelasan bapa bagus tapi kita tidak tau sebenarnya untuk apa kita hidup n mengapa kita harus seperti ini……..ada hidup dan mengapa harus mati……….terimakasih

  23. appy mengatakan:

    ass……..
    makasih atas kajiannya…..
    dengan kajian ini dapat membantu saya menyelesaikan materi kuliah saya….

  24. Fahmy mengatakan:

    Aku cari hubungan tubuh dengan jiwa, tp ko’ g’ ada,…!!!!!!!!11????????/

  25. me>, mengatakan:

    selain dari adam yg di cipta dgn lempung dan Ruh…
    trz manusia lainnya gmn???
    knp hanya di jelaskan hanya eksistensi awalnya aj…
    lanjutnya???
    krn manusia gk hanya adam aja kn???
    makasih…

  26. hZ mengatakan:

    Ass. sangat bersyukur membaca artikel ini, terima kasih sebagai pendewasaan iman,.. Saam HZ

  27. yohanes titus. mengatakan:

    masi perlu koreksi lg tuh tulisan.krn bkn spti itu diajarkan pda kmi di dryakarya..tentang hakekat n tujuan hidup manusia.

  28. Yusran mengatakan:

    dengan mempelajari filsafat diri saya yang sesungguhnya dalam hal ini adalah aku semakin saya telusuri semakin saya sadar, semakin saya tahu, semakin aku tidak tahu sehingga aku semakin telusuri dan akhirnya menjadi tahu kalau saya tidak tahu apa-apa.

  29. Yusran mengatakan:

    dengan mempelajari filsafat diri saya yang sesungguhnya dalam hal ini adalah aku semakin saya telusuri semakin saya sadar, semakin saya tahu, semakin aku tidak tahu sehingga aku semakin telusuri dan akhirnya menjadi tahu kalau saya tidak tahu apa-apa. kemudian diri kitas semakin terasingkan dari diri kita, dan kita akan temukan diri kita dalam diri kita yang hakiki..!!

  30. sakti mengatakan:

    keren

  31. wifitri mengatakan:

    manusia memng susah d’tebak.mungkin dengan adanya pelajaran filsafat manusia kita bisa tau apa kemauan manusia ….!!!!!!!!!!!!!!!!

  32. m. mukhlis mengatakan:

    menafsirkan aja kok repot, cuman artikelnya lumayan bagus sih.

  33. mailan bastari mengatakan:

    Asalamualaikum
    Terim kasih Pak,kebetulan saya tanggal 2,3,5 September 2010 diminta memberi materi filsafat manusia.Alhamdulilah ilmu saya jadi bertambah dengan membaca tulisan Bapak.
    Jazakullah Khoiron Katsir.
    Wasalamualaikum

  34. ABDUR RAHMAN mengatakan:

    terimakasih tulisannya … dan ini sangat bermanfaat bagi sy yg sdg kuliah MKPP di UMM (mata kuliah filasafat)

  35. yayah mengatakan:

    makasi atas tulisan ne….ini dah bantu akkuh buat makala kulia q…..

  36. ajenk mengatakan:

    asyik…tugasku bs selesai……

  37. Uwaw mengatakan:

    Ass.Wr.Wb.. buat semuanya
    saya butuh referensi tentang pengertian manusia menurut Filsafat Keilmuan.. terima kasih kepada yang mau berbagi kepada saya.. saya tunggu ya..
    Wass.Wr.Wb..

  38. mariyanto mengatakan:

    Terima kasih, sangat membantu makalah saya.

  39. agus mengatakan:

    maksih banyak nh, saya bisa nyelesein tugas,

    ushuluddin parung bogor

  40. Fitri mengatakan:

    Nice post :)
    Jazakallah

  41. jusnia mengatakan:

    maksih kak,,,,,,,,,tulisan kk bisa membntu saya untuk menyampaikan materi tentang filsafat manusia,

    “diam dan mati brrsama IMM,sampai mati demi islam,krna mundur adalah pengkhianatan,,”
    saya beri restu kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadyah”(soekarno.16/2 1965)

  42. abraham mengatakan:

    tolong jelaskan kenapa manusia itu beda dan kenapa ada kelompok-kelompok dalam manusia??

    apakah manusia bisa menjadi pendamai di dunia ini untuk manusia lain??

  43. zis oel mengatakan:

    manusia termasuk insan yang kamil apabila ia menempatkan dirinya sesuai dengan tuntunan agama.

  44. Jrx Baim Ariastina mengatakan:

    sebenarnya manusia adalah mahluk paling sempurna…
    dan tidak sedikit manusia yang menganggap dirinya paling sempurna di antara manusia yang lain..

    begitulah manusia, SELALU MENGINJAK HAK HIDUP MANUSIA LAIN..

  45. daniel mengatakan:

    mantap nih.. om…
    manusia bisa jd objek n subjek, tp tujuan nya cuma ibadah aja y ..
    jempol om,

  46. TIGAS mengatakan:

    Tuhan menciptakan iblis dari api ,maka diciptakan juga APINYA supaya kita bisa berimajinasi bgmn iblis itu dgn sifat sifatnya yng serupa dgn sifat api itu ,dan diciptakan pula ANJING utk gambaran orang yang MUNAFIQ maka bisa jadi MANUSIA diciptakan untuk GAMBARAN TUHAN sendiri ,seperti munusia mendengar dgn hatinya ,melihat ,bersifat kasih dan sifat sifat emosional yg tidak ada pada mahluk lain ciptaannya ,jadi manusia adalah CITRANYA barangkali,krn ada kalimat bahwa MANUSIA DICIPTAKAN ATAS RUPA AR RAHMAN

  47. muisfarid mengatakan:

    Kalau manusia sudah mati, apa dia masih sebagai manusia?

  48. yadinfik mengatakan:

    terima kasih pak atas pemberitahuan tentang filsafat manusia?

  49. reski mengatakan:

    trima kasih pak atas pembahasannya, bahan ini sangat bermanfaat dan membantu dlm pemahaman saya tentang siapakah manusia

  50. Khairul Habibie mengatakan:

    sedikit mendapat pencerahan

  51. patintingan004 mengatakan:

    perlu dibukukan dinda sebagai bahan referensi untuk pengkaderan,, kami dari daerah khususnya Kota Parepare, Sul-Sel..menunggu…

  52. wirdakhairiyah mengatakan:

    Makasih pak,, tulisan anda sangat membantu untuk menyelesaikan tugas saya tentang “manusia”…
    Mahasiswa, Psikologi unhas :)

  53. maria mengatakan:

    makasih,,,atas pendapat
    tntng manusia:):)

  54. Ping-balik: Hakikat Manusia | anasunni

  55. NURANI mengatakan:

    syukron akhi,,,
    ats ilmu y anda berikan…
    in sngat bermanfaat …

    mahasiswi STAI HW. ;)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: