Puisi-Puisi Sani

31 03 2009

Ungkapan Hati berinteraksi dengan Cinta

 

I

Keterlelapan alam insan

Suratan kehidupan tergaris tegak

Rangkaian kehidupan ketakadilan

Sampah negeri kepentinan lipstik fenomenal

Kebangkitan mati anak negeri

Harapan tangis ratapan duka

Ramadhan pembekalan sosial

 

Suara Ilahi mengalir dasyat

Kumandangkan insan atas dekapan

Untaian embun sucikan jiwa

Kembali menyatu dengan-Nya

Manusia alam berseru

Untaian tugas suci

Semaikan tugas suci

Semaikan kasih

Petikkan cinta untuk sesema

 

Panggilan Ilahi berkumandang

Nada-nada sayup bergulir di udara

Hamba sadar tuangkan rasa

Cinta disambut oleh-Nya

Damai tenang indah bersama

Rasa milik semua!

Turunlah kabarkan gembira untuk semua

Akhir bahagia selamanya

 

Sendiri …

Ungkapan kata mengalir tenang

Rasa tertuang dalam dekapan

Cinta bertahta di hati

Keinginan berseru di jiwa

Sentuhan embun sucikan hati

Raih dekapan pelukan Pencipta

Bersihkan qolb langkah bersama hawa

 

Pagi senyum surya berseri

Tuangkan rasa cinta

Damaikan alam dunia

Ketenangan, kebahagian, keabadian insan

Bersama dengan-Nya

Bercengkrama bercanda berbagi rasa

Turun terbarkan sayang

Satukan manusia dengan ikatan suci

 

Rasa …

Satukan keinginan

Gejolak kangen di qolb

Tertentang dalam rintihan Pencipta

Dekapan mata jauh

Terselipkan kata sayang

Hanya tetesan mata mengalir

Rasa kapan bersama berbagi

Harapan empedu cinta

Satukan rasa cinta

 

Teman kesusahan berbagi

Takaran canda bersama

Kesenangan milik semua

Tuntutan dalam alam fana

Gemerlapan tahta intan permata

Keterlelapan manusia

Rangkaian tukarkan dunia idea

Pecundangkan insan ketabrakan

Kepentingan hanya sesaat

 

Kesunyian malam  berteman lantunan nada

Ingatkan sebuah cerita

Insan berproses alam dunia

Karya manusia manifestasi Pencipta

Tebarkan gembira sesama

Lompatan quantum kegembiraan

Bangun!

Kasih insan karena Tuhan

 

Tetesan embun pagi

Dingin mengalir udara menari

Surya pancarakan sinar harapan

Tangisan pertiwi anak negeri

Kekalahan ku sebuah derita

Bangsa hilang manusia bersemi

Sambut pagi ceria harapan

Proses ingatkan-Nya

 

 

Kesendirian bertemankan alam

Dosa adat insan terpatri

Laku sikap sifat dalam tangisan

Untaian embun di siang hari

Keterlelapan lembah hitam

Sentuhan-Nya tenangkan jiwa

Sesaat atau selamanya di dekapan

Rasa diri jatuh

 

Kelaianan diri dekapan bersama

Idealitas pragmatis tujuan kepentingan mulia menafikan dosa

Kebenaran dalam kesalahan

Kejujuran sikap politik

Muka topeng manusia drama dunia

Ketenangan kesucian kebahagiaan

Dambaan sesaat

 

Senja bergulir surya tenggelam

Cakupan malam melintas

Nyanyian silih berganti

Bulan bertahta di kawal bintang

Ingatkan senyum nan muka sang hawa

Bagi rasa cinta bersemi

Ikatan suci kan didamba

Menyatu dengan-Nya

 

Teriknya surya

Keangkuhan adam

Gempitanya alam dunia

Senang alam fana

Langkah insan nafas tertatih

Kelelahan pencarian diri tercebur dosa

Langkah gontai mendamba bahagia

Sentuhan hawa berbagai dekapan Ilahi

 

Kegaulan hati ingatkan coba

Datangnya wajah dari tragedi

Seruan paruh terdengar sayup

Semangat terpendam hilang ditelan badai

Relungan jiwa sebuah derita

Sentuhan, dekapan, pelukan ribuan bayang hadirkan sukma

 

Lamunan terbangkan khayalan

Ungkapan kedamaian alam

Bah insan mengkasihi semua

Rasa kangen terselip dekapan sentuhan harapan

Keegoan tanggalkan cinta suci

Cita terbentang blantara

Sentuhan bersama kikisan luka hawa

 

Kedaimaan insan fana

Sentuhan Ilahi dekapan jiwa

Tuangkan rasa manusia

Rintihan kumandangkan nada

Saat ruh berlari pada-Nya

Tenang berimpikan transenden

Terbarkan asma bagi alam, insan

Ciptakan surga dunia

 

Tertuang dalam lantunan

Sirna cinta mengalir cercahan sinar kedaian

Dekapan pelukan Ilahi sentuhan qolb

Embun jernihkan pikiran

Lambaian tangan dekapan hilangan bayangan

Sirna jiwa kenangan sekedar impian

 

Mentari terkadang tak adil

Hanya memberi cahaya kepada tempat yang ia suka

Biarkan ia bertindak sesuakanya

Hidup adalah pilihan

Izinkan aku untuk memilih

Aku harus kembali kesejatinya aku (DK)

 

Pagi …

Sinar mentari berteman awan

Cahaya termbus cakrawala

Hilangkan embun pagi

Sadarkan insan hadapi keras kehidupan

Teman berbagi hilang dari ingatn

Senyuman hadapkan luntur tuntutan

Manusia dalam pilihan membosankan

 

Keramaian tengah hutan blantara

Kesayupan, kesepian metropolitan

Keterjatuhan dalam gemerlapan

Sanksi sadarkan alam nyata

Tangisan nyata terdengar manusia

Kegembiraan untuk kelompok tertentu

Kesakitan untuk semua

Sadarkan

 

Sakit merasuk relung terdalam

Inginku pergi tinggalkan beban

Rasa menghantui seperti bayang diri   

Sakit tinggallah jernihkan hati menggapai

Sucikan diri bersama mu

Gabungkan rasa syukur sebagi abdi untuk-Nya

 

Bangun ketika sadar keterlelapan

Layananan untuk semua karena-Nya

Ikhlas serahkan putusan oleh nya

Hanya kesadaran di damba

Kesepakatan insan komitmen bersama

Pantrian janji gempita fana

Tuangkan penawar empedu cinta

 

Malam …

Keterlelepan dunia

Dewi ingatkan cinta alam fana

Semaikan kasih tebaran kangen

Terbayang sikap nan laku bersama

Untaian permata senyum menawan

Dentungan jiwa tuk tinggalkan

Khan menyatu bersama pada-Nya dalam damai

 

Slimut embun pagi

Dinginkan hati sejukan jiwa

Tancapkan ruh Ilahi terpancar gemerlapan

Lamunan dunia damaikan cinta

Berikan untuk sesama dalam gerak setiap langkah

Ciptakan surga dunia

 

 

Syahrun ramadhan

Derita luka balutan asmara

Ilahi sadarkan diri

Sucikan jiwa tebarkan pesona

Raih malam seribu bulan

Semai cinta untuk sesama

Hilangkan luka bangsa

Ciptakan surga di dunia

 

Gumpalan awan penantian manusia

Sikap insan menanti segala cara

Gumpalan menjadikan bencanda

Teriakan penyesalan keterbelakangan

Sikap khan terpenuhi nafsu

Eksploitasi serakah kapital

Masyarakat derita sengsara

Hanya duka tangisan pertiwi

 

Sore …

Semilir angin mengusik jiwa

Gejolak kenangan bakar diri bersama

Untai senang berbagi

Bisikan hati abadaikan kenangan

Masa depan menanti

Jiwa berlari tinggalkan menjemput impian

Mari tinggalkan

 

Lebaran sucikan jiwa

Hadap syukur pada Pencipta

Tenangkan langkah tatap masa depan

Satukan asmara dalam hati

Ikatan suci insan berbeda

Buka pentu rahmat Ilahi

Perpaduan cinta

Bahagia bersama untuk-Nya

 

Warna kuning langit

Mengingatkan kenangan insan

Ketenangan, kebahagiaan, pengertian tanggung jawab

Cinta impikan bersama

Lamunan angan tebarkan kasih bersama

Berganti hilang teman berbagi

Eksistensi cinta manusia dalam kehidupan

 

Harapan kejaran impian

Diwam lantunan ilahi

Sempurnakan insan untuk sesama dan alam

Tuangkan anggur cinta

Hapus sifat binatang

Raih damai

Tenang indah gerak bersama

Tercipta surga dunia

Hamparan nikmat

Saat perjalanan jauh

Telah sampailah waktu mu

Lelah dan letih dalam bahtera dunia

Hadapkan muka mu pada-Illah mu

Terbang ke awang-uwung dunia lembayung

Ingatkan pada insan

Suatu kisah perjalanan

 

Galeri taungkan rasa

Hamaparan samudra terkikis karang

Tegak diterjang ombak kejamnya kehidupan

Kabahagiaan, ketenangan fatamorgana

Lontar tertera kisah

Binatang menghiasi muka dunia

Turunan malaikat muka bumi

 

Kegelisahan ketika dosa di depan mata

Diam membisu kemana pergi

Lantunan nada kumandangkan isakan mata

Hati berbicara lantunan tangis

Simpuhan Ilahi ketukan jiwa

Berbagi insan derita dosa bersama

Satukan ikatan cinta suci

 

Suara Ilahi mengalir

Dasyat kumandangkan insan dalam dekapan

Untaian embun sucikan jiwa

Kembali menyatu dengan-Nya

Manusia alam berseru

Untaian tugas suci

Semaikan kasih

Petikan cinta untuk sesama

 

Kesunyian malam bertemankan lantunan nada

Ingatkan sebuah cerita

Insan berproses alam dunia

Karya manusia manifestasi Pencipta

Tebarkan gembira sesama

Lompatan quantum kegembiraan

Bangun kasih dan sayang karna Tuhan

 

Gemerlap bintang hantarkan kedamaian

Sinar cerahkan harapan

Jiwa teriak kesunyian kelam

Rasa tak kan pergi meliputi diri

Kemana bayangan kian menghimpit kehidupan

Hanya penawar hawa tenangkan kehidupan

 

Ketika hujan turun membasahi bumi

Pohon-pohonpun haus akan kesejukan dan ketenangan

Lembutnya awan tak selembut salju

Kemanakah gerangan…

Rasa satukan jiwa tuk hadirkan kedamaian (DK)

 

Mungkin kau biarkan aku mengumbar kebencian

Dibalik kacamata kehidupan

Kiranya…..

Aku terpuruk diantara kaki-kaki

Ruang dan kepala terbalik waktu

Seyum-seyum berserakan di hadapan

Berlahan bersembunyi di balik dedauanan (DK)

 

Tetesan embun pagi

Dingin mengalir udara manari

Surya pancarkan sinar harapan

Tangisan pertiwi anak negeri

Kekalahanku sebuah derita

Bangsa hilang manusia bersemi

Sambut pagi ceria harapan

Proses ingatkan-Nya

 

Kelainan diri dekapan bersama

Idealitas pragmatis tujuan kepentingan mulia

Menafikan dosa

Kebanaran dalam kesalahan

Kejujuran sikap politik

Muka topeng manusia drama dunia

Ketenangan kesucian kebahagian damba sesa

 

Senja bergulir surya tenggelam

Cakupan malam melintas

Nyanyian silih berganti

Bulan bertahta dikawal bintang

Ingatkan senyun nan muka hawa

Berbagi rasa cinta bersama

Ikatan suci kan damba

Menyatu dengan-Nya

 

II

Gemerlap malam bertemankan langit kuning

Cahaya lampu menyinari dengan remang

Raih cita tinggalkan cinta

Manusia dalam pilihan menjenuhkan

Senyuman sentuhan dekapan angan

Tetesan empedu kehidupan impian

Gaung besama derita

 

Keterlelapan mimpi

Alam ketenangan kebahagiaan kedamaian

Jalinan kasih sesama

Hamparan fikiran tindakan transenden

Sambut ceria esok

Dataran langit pancarkan sinar kesucian

Sambut bumi penuh cinta

Gerak langkah cinta

Sadar dan bangunlah

 

Lantunan angin gerakan angan impian

Rintihan kedamaian insan pecinta

Kebahagian segala untuk mencinta

Tumpuhan pilihan pada di cinta

Ratapan pepenta untuk Pencipta

Tebaran cinta kesadaran gerak insan kesempurnaan

 

Bandung, Kopo, 21 November 2005

Siang disini masih mendung

Mengkin suasana purba untuk diungkapkan

Terasa waktu begitu cepat

Berlalu …

Aku harus kembali kesejatinya aku

Kembali kealam sadarku

Kembali keadaanku sekarang ini

Aku harus terbang sekarang,

Biarlah

Aku tinggalkan bayanganku di sana

Dan di sini atau mungkin di susatu

Tempat yang entah kapan aku akan singgahi …

Yang pasti kenangan terpahat dalam jiwa dan hati ku

Tak akan aku lupakan (DK)

 

Bintang jauh …

Tetaplah dalam kisaranmu

Sampai ujung lintasmu, dengarlah …

Bungkusan mimpi padamu bicara

Tentang mimpi dan kejujuran

Tentang ucapan, mimpi dan hidup

Hidup ini adalah tentang bagaimana perasaanku

Pada diriku sendiri

 tentang bagaimana aku menghargai tetang orang yang aku sukai …

hidup ini memang tentang menghargai

mahluk Tuhan apa adanya  dan bukan

tentang apa yang dimilikinya

hidup ini tentang memutuskan untuk  menggunakan mimpiku ….

Untuk menyentuh mimpi orang lain (DK)

 

Senja ungkapkan makna

Berlari hanya tinggal di tempat

Langkah gontai di tempat yang sama

Rol of love di telan pahitnya dunia

Kefanaan damba manusia

Nista penantian insan

Jemu bius kelalaian

Lumpur dosa da;am diri-nya





Diaspora Praksis Gerakan Ikatan; Sebuah Tawaran Aksiologis .

14 02 2009

Kenalilah diri mu sendiri

maka kamu akan mengetahui

cara menyikapi realitas dengan bijak.(Penulis)

Diskusi tentang gerakan ikatan ke depan memang asyik, ditambah lagi dengan kondisi ikatan yang sekarang ”mati suri” dalam gerakanya. Gerakan ikatan yang ”mati suri” dikarenakan dua hal; yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan kondisi dalam diri ikatan yang memang sedang ”sakit”. Hal ini, terlihat dari pola fikir/paradigma para kader yang berada dalam ikatan yang lebih pragmatis dan berfikir jangka pendek. Sedangkan untuk faktor eksternalnya kondisi realitas ikatan yang sedang mengalami fase perubahan dan ketidak pastian dalam segala sesuatu; misalkan

hukum, politik, budaya, dan sosial keagaman.

Ontologi Ikatan

Sebelum membahas tentang tri identitas (doktrin) ikatan, ada pengetahuan juga yang penting untuk mengetahui siapakah ikatan itu?. Disini, ada fakta sosial yang berada dalam diri ikatan yang tidak dapat dielakan dan ditinggalkan oleh ikatan. Fakta sosial yang ada dalam ikatan adalah (a) Ikatan sebagai organisasi kader dan (b) ikatan sebagai organisasi pergerakan. Ikatan sebagai organisasi kader. Ikatan sebagai organisasi kader ini merupakan suatu keniscayaan dikarenakan ikatan masih menginduk pada Muhammadiyah dan sebagai ortom dibawah Muhammadiyah. Ortom tersebut tidak dapat dielakan, dikarenakan dalam namanya, ikatan mengikutkan Muhammadiyah, dengan mengikutkan kata Muhammadiyah ini, ikatan dalam gerakannya memiliki konsekuensi sendiri. Ikatan sebagai organisasi kader maka apa yang dilakukan oleh ikatan adalah sesuai dengan Muhammadiyah, sebagai pendinamis dan pengkontrol Muhammadiyah. Ikatan sebagai organisasi pergerakan. Ikatan sebagai organisasi pergerakan, hal ini yang dapat menyemakan ikatan dengan pergerakan yang lain seperti HMI, KAMMI, dan organiasi pergerakan mahasiswa yang lain. Organisasi pergerakan ini, merupakan basis massa real anggota ikatan yakni mahasiswa. Organisasi pergerakan, menjadikan ikatan bersentuhan dengan struktur negara. Ikatan bersentuhan dengan struktur kenegaraan menjadikan posisi apa yang dilakukan oleh ikatan. Posisi atau pilihan yang dilakukan oleh ikatan ini penting guna mewujudkan cita-cita ikatan. Persentuhan ikatan dengan struktur negara ini, yang menjadikan kader ikatan memiliki kencendrungan krangka fikir yang ’pragmatis dan praktis’ dalam menjalankan kebijakan organisasi Ikatan. Kerangka pikir tersebut yang menjadikan permasalahan ikatan hanya sebagai kehilangan ruh gerakannya dalam melakukan pemihakan terhadap persolan-persoalan kemanusiaan yang melanda dunia berkembang dan berbagai bangsa. Sekarang yang menjadi permasalahan kita bersama, sebagai kader ikatan adalah bagaimana cara mengembalikan ruh gerakan ikatan.

Epistemologi Ikatan

Ruh gerakan merupakan suatu Epistem dari apa yang dilakukan oleh ikatan. Ruh gerakan ikatan merupakan suatu potensi yang harus dikembangkan menjadi eksistensi ikatan guna mewujudkan apa yang dicitakan oleh Ikatan. Ruh gerakan ikatan dapat kita lihat dari tri identitas (doktrin) yakni; (1) tujuan ikatan, (2) tri kopetensi kader dan (3) semboyan ikatan. Tafsiran terhadap ketiga identitas ini cukup untuk mengetahui siapa ikatan dan apa yang dilakukan oleh ikatan sehingga ikatan sesuai dengan jati dirinya. Pengungkapan jati diri ikatan ini penting, dikarenakan banyaknya kader ikatan dalam geraknya ’kurang sesuai’ dengan apa yang telah dicita-citakan oleh ikatan.

Tujuan Ikatan. Jika dilihat dalam undang-undang ikatan yakni AD dan ART Ikatan, tujuan ikatan yakni terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia guna mencapai cita-cita Muhammadiyah. Melihat dari tujuan ikatan kita dapat meraba apa yang sebenarnya yang dicita-citakan oleh ikatan. Disini menggambarkan bahwa ikatan memiliki tujuan yang sinergis dengan muhammadiyah, maka apa yang dilakukan oleh ikatan guna mencapai apa yang telah dicita-citakan oleh Muhammadiyah. Sebelumnya ada syarat guna mencapai apa yang dicita-citakan bersama tadi, yaitu harus melihat kata sebelumnya. Kata tersebut menjadi penting, dikarenakan melihat oreintasi ikatan didirikan dan mau dibawa kemana. Kata terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia merupakan suatu gambaran seorang kader ikatan dalam mengaktualisasikan dirinya pada masyarakat atau yang lain. Kader disini memiliki pola fikir atau krangka ananalisis yang rasional, ilmiah, memiliki keshalehan sosial dan individual. Kata akademisi Islam yang berakhlak mulia merupakan suatu kata yang integral tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain dikarenakan kalau dipaksa dipisahkan akan menghasilkan makna yang berbeda sehingga menjadi kabur dan kurang jelas.

Tri Kompetensi Kader. Tri Kompetensi kader merupakan terjemahan dari trilogi ikatan, dan trilogi tersebut juga merupakan suatu rangkuman dari deklarasi kota barat. Untuk lebih jelasnya kita lihat isi deklarasi kota barat.

DEKLARASI SOLO

  1. IMM, adalah gerakan mahasiswa Islam;
  2. Kepribadian Muhammadiyah, adalah landasan perjuangan IMM;
  3. Fungsi IMM, adalah sebagai eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah (stabilisator dan dinamisator);
  4. Ilmu adalah amaliyah IMM dan amal adalah ilmiyah IMM;
  5. IMM, adalah organisasi yang sah mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan dan falsafah negara yang berlaku;
  6. Amal IMM, dilahirkan dan diabadikan untuk kepentingan agama, nusa dan bangsa.


KOTA BARAT-SOLO, 5 MEI 1965
MUSYAWARAH NASIONAL (MUKTAMAR)

IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH.

Dari deklarasi kota barat ini paling tidak adanya pesan yang ingin disampaikan guna memberikan warna yang baik pada ikatan. Dokumentasi ikatan dalam deklarasi ini, ikatan sudah merumuskan falsafah pergerakannya yang di kenal dengan ”the theology of hope” . Menurut theology ini, tugas yang dilakukan oleh ikatan adalah kerja-kerja kemanusiaan dan melaksanakan keadilan guna menciptakan masyarakat yang diidealkan oleh ikatan. Pada bidang politik ikatan juga sudah dapat merumuskan bagaimana hubungannya dengan partai dan kekuasaan.

Ikatan untuk mewujudkan eksistensinya, maka deklarasi kota barat merupakan hal dalam gerakan yang dilakukan oleh ikatan yakni kemanusian dan keadilan. Maka tugas yang dilakukan dalam tiga ranah yakni kemahasiswaan, keagamaan, dan kemasyarakatan. Ketiga bidang ini, kemudian diinternalisasikan pada kader dengan trilogi ikatan. Trilogi merupakan garapan/tugas ikatan terhadap bidang itu, dan tidak boleh memilih salah satu guna mewujudkan identitas ikatan yang berbeda dengan yang lain. Deklarasi kota barat juga mencirikan bahwa gerakan yang dilakukan oleh ikatan merupakan gerakan Islam dikarenakan berdasarkan nilai-nilai agama dalam praksis kemanusiaan.

Trilogi ikatan merupakan pengejawantahan nilai-nilai ikatan guna ditransformasikan pada masyarakat dalam paradigma ikatan. Terbentuknya trilogi ini sudah mengalami refleksi yang panjang dan lama sehingga dikenal sampai sekarang. Trilogi ikatan yang kita kenal merupakan suatu bentuk atau lahan perjuangan ikatan dalam segala ranah. Tetapi ada persoalan yang penting dalam trilogi ikatan selain menjadi ruang gerak ikatan dalam melakukan perubahan yakni menjadi paradigma gerakan. Trilogi merupakan doktrin yang sudah terinternalisasi untuk itu, agar menjadi paradigma gerakan paling tidak kita melakukan penafsiran yang kontektual terhadap trilogi agar dapat menjawab persolan global ini.

Tafsiran terhadap trilogi ikatan yang dikenal oleh teman-teman kader ikatan dengan sebagai trikompetensi ikatan. Tafsiran terhadap trilogi ikatan sebagai berikut;

¨ Kemahasiswaan menjadi Intelektualitas

¨ Keagamaan menjadi Religiusitas, Transendensi

¨ Kemasyarkatan menjadi Humanisasi, Liberasi

Kemahasiswaan. Mahasiswa merupakan massa yang real dalam ikatan dan merupakan jati diri ikatan sebagai organisasi pergerakan dalam mengontrol jalannya pemerintahan agar kebijakannya populis. Mahasiswa juga merupakan pelajar yang terdidik dalam dunia akademisi, sebagaimana dalam dunia akademisi apa yang dilakukan rasional dan ilmiah dalam menyikapi suatu realitas sosial. Kita juga dapat melihat dari Deklarasi Kota Barat dapat mengembil apa yang dilakukan yang salah satu pointnya ilmu ilmiah dan amal ilmiah apa yang dilakukan oleh ikatan. Dengan semangat kota barat ini apa yang dilakukan oleh ikatan merupakan selaras dengan dunia kemahasiswaan oleh karena itu, kemahasiswaan dapat ditafsirkan dengan intelektualitas. Intektualitas yang dimiliki oleh ikatan bukan hanya intelektual saja, tetapi intelektual yang bersendikan pada nilai-nilai ikatan. Sifat intelektual ikatan yang jelas berbeda dengan intelektual organik miliknya Antonio Gramsi yang dipopulerkan oleh Mansour Fakih atapun intektual tradisonal.

Keagamaan. Keagamaan merupakan hal yang terpenting dalam ikatan dikarenakan ikatan sebagai organisasi otonom dari Muhammadiyah yang mengupayakan terbentuknya Islam yang bermanfaat bagi manusia dan alam. Keagamaan yang dimiliki oleh ikatan merupakan ruh gerakan dan sumber inspirasi dalam gerakan sosial serta tujuan dari gerakan sosial yang dilakukan oleh ikatan. Keagamaan memiliki fungsi dalam ikatan sebagai arahan, cara dan penguatan gerakan dalam melakukan transformasi sosial. Keagamaan dalam perfektif ikatan dapat membentuk gerakan yang religius dalam beragama dan pemikiran yang transenden. Pemikiran dan gerakan transenden merupakan pemikiran dan gerakan yang dapat melampaui masanya sebagaimana yang terjadi pada era Muhammad saw (Kontowijoyo, Strukturalisme Trasendental). Gerakan yang religius dan transenden ini meruapakan ineraksi dengan nilai-nilai agama dalam praksis kemanusiaan serta alam. Keagamaan dalam ikatan menjadi ruh dalam kemasyarakatan dan kemahasiswaan, keagamaan dalam ikatan juga bersifat yang liberasi, humanisasi dan juga mencerdaskan.

Kemasyarakatan. Masyarakat merupakan suatu kumpulan person membentuk kelompok sosial yang beragam dalam suatu komunitas bersifat dinamis dan bergerak. Gerakan yang dilakukan oleh masyarakat sangatlah terpengaruh pada lingkungan sekitar atau sebagaian besar dari warganya, misalkan pada masyarakat petani maka dalam geraknya sesuai mekanisme alam yang tergantung pada musim. Masyarakat yang selama ini merupakan suatu subjek perubahan tetapi kurang dilibatkan dalam mengambil keputusan yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan. Masyarakat disisni ditempatkan pada objek perubahan bukan subjek perubahan. Oleh karena itu, kemasyarakatan dalam ikatan menjadikan masyarakat sebagai pelaksana transformasi sosialnya. Kemasyarakatan sebagai person sebelum melakukan perubahan maka di perlukan adanya humanisasi dalam dirinya. Setelah menjadi kesadaran kolektif maka yang diperlukan adanya proses liberasi dalam segala macam ketertindasan. Ketertindasan yang terjadi dalam masyarakat seperti ketidakadilan dalam ranah hukum, gender, ekonomi, politik, alam dan yang lain.

Hal yang paling urgent dalam trilogi ini adalah merupakan suatu kesatuan integralitas yang harus dilaksanakan dan dimiliki oleh ikatan guna menciptakan transformasi yang dicita-citakan bersama. Trikompetensi ini harus tertanam dalam diri kader sehingga dapat menjadi paradigama serta gerakan yang diinginkan oleh ikatan. Sedangkan triloginya, merupakan lahan (garapan) ikatan dalam tiga tempat yakni dalam dunia kemasiswaan, kegamaan dan kemasyarakatan.

Semboyan Ikatan. Jargon dalam ikatan yang terkenal menjadi semboyan merupakan suatu simbol yang penting dalam penginternalisasian nilai-nilai ikatan. Simbol memiliki peranan yang penting dikarenakan dapat mengenali ikatan dengan yang lain. Simbol juga memberikan semangat dan ruh gerakan disaat sudah mulai lelah dalam melakukan transformasi. Melihat pentingnya semboyan yang menjadi simbol ikatan alangkah baiknya kita lihat semboyan yakni ”Unggul dalam Moral dan Unggul dalam Intelektual”. Semboyan tersebut cukup baik dan bagus tetapi jika mau dilihat lagi secara mendalam maka ada semacam kekurang sesuaian. Kekurang sesuaian ini dikarenakan secara logika dan dalam segi filsafat ilmu terbalik penyusunannya. Oleh karna itu, semboyan dalam ikatan perlu direkontruksi menjadi ”Unggul dalam Intelektual, Anggun dalam Moral dan Radikal dalam Gerakan”. Pembenahan terhadap semboyan ini merupakan sesuatu yang penting dalam rangka menata krangka berfikir yang digunakan ikatan agar secara sistematis mudah dicerna oleh kader ikatan atapun masyarakat awam. Penambahan kata yang terakhir meruapakan suatu konsekuensi logis dari kata sebelumnya dan merupakan tindakan yang praksis dalam mencapai yang dicita-citakan. Sifat dan kata dalam semboyan ini merupakan suatu kata yang tak boleh dipisahan agar dapat melihat diri dan identitas ikatan. Jika ini mau dipisahkan maka yang terjadi merupakan ketimpangan sebagaimana trikompetensi atapn tujuan Ikatan.

Pelaksanaan terhadap tafsiran terhadap tiga doktrin ikatan ini menjadi sumber epistemologi ikatan dalam melihat realitas sosial. Penurunan dari epistemologi ini, menjadi paradigma gerakan ikatan yang sesuai dengan ajaran serta nilai-nilai ikatan. setelah menguraikan tafsiran terhadap dokrin ikatan tersebut sumber pengetahuan ikatan memiliki kedekatan dengan tradisi kenabian yang telah dilontarkan oleh Kontowijoyo, Muhammad Iqbal dan Roger Garaudy. Sumber pengetahuan ikatan menjadikan ruh gerakan, serta paradigma yang harus dilakukan oleh ikatan. Ruh gerakan ikatan yang bersendikan pada nilai-nilai agama serta meneladani Muhammad saw. Paradigma ikatan merupakan sebuah tawaran wajib dalam rangka melihat realitas sosial dan menjawab problem kemanusiaan dan alam. Paradigma ini lahir dari dialektika internal ikatan, relasi agama, reaitas dan doktrin internal ikatan yakni dengan Paradigma Intelektual Profetik. Paradigma intelektual profetik bersendikan pada ruh profetik dan epistemologi Islam yang berdasarkan doktrin agama untuk kontektualisasi dengan objektivikasi agama sehingga terhindar dari sekulerisme sebagaimana terjadi dalam kebudayaan barat. Epistemologi Islam dalam perfektif ikatan merupakan konsep integralisasi ilmu pengetahuan dan agama bukan sekulerisasi sebagaimana terjadi dalam tradisi barat.

Diaspora

Diaspora gerakan merupakan suatu pilihan dalam melakukan transformasi sosial yang sadar dilakukan oleh ikatan. Sebelum melakukan diaspora gerakan, the ethick of IMM harus tertanam dalam diri kader. Ethick of imm ini merupakan kesadaran pada diri kader menginternalisasi nilai-nilai ikan. Nilai-nilai ikatan berdasarkan pada dokrin ikatan sesuai degan misi kenabian yang melakukan pemberdayaan terhadap termarginalkan. Ethick of imm yang tertera pada ikatan menjadi ruh dalam paradigma gerakan yang dilakukan oleh ikatan. Ethick of imm yang bersumber pada kesadaran kenabian yakni humanisasi, liberasi dan trasendensi. Perkembangan selanjutnya dari ethick of imm menjadi etos kenabian dalam versi ikatan. Etos kenabian IMM menjadikan ikatan berbeda dengan pergerakan yang lain guna melakukan trasnsformasi sosial. Sifat transformasi sosial yang dilakukan oleh ikatan berbeda dengan yang lain dikarenakan bukan hanya sekedar membebaskan tetapi juga mengarahkan atau memiliki tujuan yang jelas. Maka bentuk transformasi sosial yang dilakukan oleh ikatan bukannya lagi transformasi sosial an sich tetapi sesuai dengan transformasi yang dilakukan oleh nabi (transformasi profetik).

Diaspora merupakan suatu bentuk aksiologis ikatan setelah memandang diri sehingga mengetahui ontologi ikatan, serta sumber pengetahuan ikatan (epistemologi). Diaspora dalam sejarah kemanusiaannya dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Tetapi dalam doktrin keagamaan kita konsep tentang diaspora sebenarnya sudah ada yakni pada firman Tuhan dalam surat al Jum’ah ayat 10;

”Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebarlah kamu di muka bumi carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung”.

Ayat ini menjelaskan tentang setelah selesai sholat, agar bertebarlah mencari karunia Allah. Konsep bertebar, disini memiliki kedekatan yang sama dengan diaspora, tetapi ada kata sebelumnya yakni setelah seleasai sholat yang bermakna nilai-nilai agama tertanam dengan sholat. Sholat dari ayat disini sebagai sarana untuk menginternalisasi agama sebagai bentuk nilai sebagai syarat sebelum melakukan diaspora. Diaspora dengan membawa nilai-nilai saja diingatkan oleh Tuhan dengan mengingat-Nya. Kata terakhir membahas yang beruntung disini adalah manusia, dikarenakan manusia itu sendiri yang memiliki hubungan sosial, sesamanya dan alam.

Pemahaman diaspora selain dari umat Yahudi dan doktrin Islam dalam sejarahnya juga dikembangkan oleh pendiri Muhammadiyah. KH. Ahmad Dahlan dengan perkataan yang terkenal dengan jadilah kalian dokter, insiyur, guru, mantri dan kembalilah pada Muhammadiyah. Konsep diaspora merupakan penyebaran peran dalam ranah yang berbeda metode berbeda, tetapi memiliki etika yang dan tujuan yang sama guna menciptakan masyarakat yang diidealkan. Penciptaan masyarakat yang diidealkan ini merupakan tujuan dari kolektif dan individu kader dalam melakukan transformasi profetik. Masyarakat yang diidealkan merupakan mimpi dan cita-cita sosial ikatan sebagaimana masyarakat anti kelas dari komunisme. Masyarakat yang diidealkan ikatan sebagaimana tujuan dari ethick of imm adalah terbentuknya the choosen people yang melakukan kesadaran profetik dalam humanisasi, liberasi dan trasendensi.

Semangat diaspora yang dilakukan oleh ikatan merupakan bentuk pengaplikasian nilai-nilai ikatan guna mewujudkan masyarakat yang diidealkan. Diaspora ikatan memiliki karakteristik sesuai dengan surat al Jum’ah. Diaspora ini, merupakan aplikasi dari penginternalisasian nilai dan pengeksternalkan nilai pada masyarakat. Eksternalisasi ini perpaduan antara nilai dengan basic skill kader dalam menghadapi realitas sekarang. Lapisan sosial masyarakat secara sosiologis yang paling sederhana membagi struktur kelas yakni elit, menengah dan rakyat jelata. Maka bentuk perubahan sebenarnya yang harus dikuasi oleh ikatan level semuannya. Perubahan yang dilakukan oleh ikatan sesuai dengan tingkat levelnya tetapi yang terpenting adalah perubahan kesadaran pada manusia dan menjadi gerakan kelompok





Gejolak Hati; Teriakan Kata Cinta

22 01 2009

Kehidupan mengalirkan rasa,

Jiwa melayang ungkap makna sesama

Rasa cinta hanya tertuang pada-Nya

Abdi diri suka cita sesame untuk-Nya

Duka lara seyum muka tawa dalam coba

Ketetapan-Nya terbaik dalam jalani makna

Sematkan ruh Illahi dalam dekapan

Cintai sesame, musuh, lawan untuk ciptakan damai dunia

Serukan cintai tauhid untuk insane menembus surga

Kesunyian…

Hembusan angina memanggil menumpahkan rasa

Jiwa kejar cita ungkap masa

Takdir lara dalam rasa bahagia

Sukma ungkap rahasia Pencipta untuk hamba

Tebarkan keabadian sesama

Waktu berlari kian nampak bayang

Batang usia terasa makin tinggi

Bekal keabadian bertambah

Pandangan masa depan kian jelas

Tumpuan cita makin terasa

Pijakan jiwa kian dalam

Kebaikan semua rasakan

Tempat harum tercium

Akankah tercipta surga dunia untuk menyatu pada-Nya

Kepada indahnya malam

Diiringi bulan yang ditebarkan bintang-bintang

Insane memantapkan hati dan pikiran keagungan Illahi

Kapan mensyukuri dengan penghambaan totalitas?

Agar tercipta sifat Illahi untuk sesama dan alam

Tiga puluh hari lebih sudah kita lewati

Saat akhir-akhir bulan suci akan usai sudah

Sudahkah kita menginternaslisasi puasa karna Tuhan?

Makin sholehkan kita dalam ibadah dan laku?

Makinkah kita cintai musuh-musuh kita?

Makinkah kita sayangi orang-orang yang benci terhadap kita?

Makinkah kita berguna untuk sesama?

Makinkah kita selaras dengan alam?

Makinkah kita ridha dengan kehidupan kita?

Makinkah kita kita tebarkan cahaya Illahiuntuk sesama dan alam?

Makinkah kita ikslas dengan segala perbuatan kita?

Meningkatkah dan lompatan quantum kebajikan kita?

Dapatkah malam mulia kita peroleh?

Pastaskah kita mendapatkan wisuda mutaqin dari Tuhan?

Trus gimanakah kita melihat wajah Mu Illahi yang ku rindu?

Akankah kita jumpa dengan ramadhan lagi..

Pergi…

Menjauh melintas ruang waktu

Seyap sepi hati teriakan kata serta derai air mata

Khan kah bersua bulan yang dinanti

Muslim bergembira peroleh takwa

Perayaan memaafkan sesame dalam cinta

Pengiringan gema takbir menggema menembus dewala kehinaan

Ketika suatu dosa menjadi biasa

Maka hidup khan tak bermakna

Tumpuan langkah tersauk-sauk oleh kehinaan

Diri berdiri tegak jatuh tersungkur

Ingatan Illahi menambah beban diri dalam lampur hitam dosa

Kebiasaan alamiah dan intuisi inderawi kuasai hati

Akal tunduk emosi nafsu meledak dasyat

Dosa mengalir derasnya menembus dewala hamba

Tersadarkan kehinaan datang dan terus datang

Akal bertanya kapankah intuisi indrawi akan hilang

Penghambaan totalitas pada Illahi

Mengapa terulang kesalahan-kesalahan yang sama?

Menjadikan tak pantas disebut sebaai insane yang beragama

Akankah sinar dan air salju sucikan diri menghilangkan intuisi inderawi

Ku tunggu belaian Tuhan untuk secinakan kehinaan kenistaan

Tapi akankah diri pantas untuk itu semua?

Jika tidak ampuni salah serta hilangkan intuisi inderawi ini

Agar dapat memberi makna diri dalam proses makna hidup

Totalkan hamba hanya pada-Mu

Gerak langkah piker jiwa serta intuisi jadi ruh Illahi dalam diri.

Terimakasih cinta untuk segala

Telah kau berikan pada ku

Kesempatan merupakan raihan

Harapan tentag mimpi-mimpi indah

Menembus langit ruang waktu

Pelukan kehangatan sinar keabadian surga





Luapan Hati; Interaksi dengan Cinta

3 09 2008

Keindahan kebaikan kenyamanan

Merupakan keabadian bentuk cinta manusia

Rasa kasih saying toleran terungkap atas nama cinta

Ekspresi cinta merupakan pelayanan untuk manusia

Harapan rida-Nya

 

Indahnya dunia dapat dilihat oleh mata

Indahnya hati tuk semua orang dapat merasakan

Indahnya cinta tak semanis namanya

Indahnya persahabatan takan ternilai harganya 

Sehingga ukuwah  khan selalu terjaga (BS)

 

Begitu banyak yang lahir dari Ikatan

Pergulatan nilai penuh tragedy

Tanda syah melangkah sudah

Kepentingan pragnmatis seiring langkah

Idea tergadai oleh teman

Akankah cita dapat merubah semua?

 

Jiwa melayang hinggap pada suatu tempat indah bernuansa

Angin dingain masuk kerelung hati gundahkan ingatan

Sadarkan pilihan untuk sapa dan cintai sesame

Kebersamaan tertuang dalam anggur kasih

 

Keheningan malam mencekam jiwa yang sepi

Lantunan suara teriakan hati mencari

Langkah sirnahkan perasaan dalam angan

Tebusan jiwa ungkap sukma rasa sesama

Kesendirian tenangkan hati

 

Rasa melintas ruang dan waktu

Senyum menawan usik kegalauan jiwa

Wajah dating tanpa mengenal waktu

Angina indah bercakap bersama lantunan kangen

Temukan jiwa cintai sesame

 

Jika mata adalah cahaya

Maka hati adalah permata

Saat bahagia merona

Maka tawa adalah warna

Jika senyum adalah ibadah

Maka sahabat sejati adalah anugrah bterindah (BS)

 

Suadara bukanlah sesosok dan setangguh Musa

Setakwa Ibrahim atau setabah Ayub

Tak perlu setampan Yusuf atau secantik Iqlima dan semulia Muhammad

Tapi saudara perlu sandaran keluh kesah mesti bukan tulang rusuk

Suadara juga jiwa yang di dekap erat saat gundah

Mesti tak sesempurna Khotijah menjaga suami

Tak setia Hawa temani Adam tau setulus Hajar menahan sengsara (BS)

 

Ketika kegundahan datang

Sepertinya aku terasing dalam dunia lain

Semuanya terasa asing!

Bahkan aku hamper gila dengan keterasingan

Teman yang aku percaya hanya berkata manis di depan

 

Ketika dosa terbentang luas dan kasat mata

Hati, jiwa teriak kata indah bernuansa

Ampunan-Nya dambaan insan dalam penyesalan yang dalam

Tangisan ungkapkan makna

 

Aku sedang marah dengan mentari pagi ini

Walau ku tau sinarnya tak mampu aku taklukan

Aku mau menghilang melupakan mimpi buruk semalam

Orang-orang yang mengaku sayang

Mereka semua adalah palsu (KS)

 

Secercah sinar masuk kerelung jiwa

Makna hidup berjalan tegak ungkapkan suratan

Drekapan erat putuskan nafas

Hati teriak katakan tidak!!!

Selamat jalan wahai suratan

Abdimu dinantikan teman!

 

Tenangkan jiwa setelah berajumpa pada Ilahi

Hadapi keras dunia untuk kemanusiaan

Sematkan hati untuk cinta universal semua mahluk-Nya

Raih bahagia sampai alam senyum mesra

 

Malam hening dalam angan

Jiwa layu nampakan muka suatu tragedy

Hembusan udara neraka benamkan dunia

Anggur racun kuburkan benak heart

Jiwa melayang bentangkan dewala

 

Terimakasih cinta …

Untuk segalanya

Yang telah kau berikan pada ku

Kesempatan merupakan raihan harapan

Tentang mimpi-mimpi indah

Menembus langit ruang waktu

Dalam pelukan hangat sinar keabadian surga

 

 





Ungkapan Hati Cinta

7 06 2008

Akankah sejarah terulang?

Akankah kenangan terkubur waktu?

Akankah kesesakan hanya hebusan udara neraka?

Akankah jiwa yang kosong akan mudah menerima hati?

Akankah orang atau cinta yang kekal?

Akankah diri khan kembali kesejatinya aku?

Akankah mentari menyinari jiwa yang beku?

Akankah rembulan masuk dan basahi hati?

Akankah jiwa yang pergi untuk kembali?

Akankah tatapan inidah hanya fatamorgana?

Akankah air tertahan mengalir?

Akankah suara nyaring terdengar dekat?

Akankah ratapan hati taklukan jiwa?

Akankah cinta tak memiliki?

Akankah langit bertema indah?

 

Kesadaran mengingatkan peran

Rasio mengatakan sudah dan tataplah alam

Waktu mengalir mensudahi apa yang telah disepakati

Maka sudahlah kembalilah seperti yang dulu

Tapi rasa ingatkan sesakkan dada

 

Rasa sesakkan dada

Terungkap senyum rahut hawa

Khan embun suci menderukan kelopak hati

Ingin rasa teriak keras terdengar hingga surga

Mungkin penawar empedu cinta

 

Saat malam menjemput pagi

Setia menunggu datangnya surya

Aku yang terpaku dalam gelap

Terbujur dingin membeku

Tiada sadar aku semakin jauh terhempas

Hingga memudar karena kelelahan (Ry)

 

Teriknya mentari siang ini

Membakar jiwa yang gersang karena rindu

Akankah setetes embun khan turun tuk padamkan bara?

Agar benih cinta harum semerbak tercium hingga surga

 

Satu masa

Binar itu menaburserakan siramarama

Hingga bulan bintang seakan menyirna

Kini mentaripun tak kutemukan

Walau malam telah menepikan dermaga (Ry)

 

Luapan rasa hamparkan jiwa

Tusukan rasa mematri hati

Gempita rasa rintihan jiwa

Gelombang rasa ingatkan hawa

Terungkap kata kangen

Temukan muka pecinta

Hadapkan jiwa untuk dicinta

Gerak pecinta untuk Pencipta

 

Untaian embun pagi sejukan hati

Terkilas wajah getarkan hati

Rasa menderu terlintas bayang hawa

Detak kencang tak sadarkan insan

Mabuk anggur cinta

Fanorama khian indah terindera

 

Hening malam terbang bersama angin

Tangan menari rasa

Mata terpandang untuk-nya

Qolb sucikan-nya

Fikiran imajin sifat-nya

Menyatulah dalam anggur cinta

Sematkan hidup hanya pada-Nya

 

Suara burung bernyanyi dengan gembira

Khan kesedihan hilang tertelan masa?

Biar rasa mengalir tanpa paksa

Kembalilah jiwa yang beku

Kenangan ungkapkan hati bertabur sukma hanya fatamorgana

 

Ketika dua jiwa bertemu dan tenggelam dalam pusaran kasih

Maka jangan pernah salahkan alam (Ry)





Ungkapan Hati; Ketika Cinta Mengalir

20 02 2008

Keterlelapan alam insan
Suratan kehidupan tergaris tegak
Rangkaian kehidupan ketakadilan
Sampah negeri kepentinan lipstik fenomenal
Kebangkitan mati anak negeri
Harapan tangis ratapan duka
Ramadhan pembekalan sosial

Suara Ilahi mengalir dasyat
Kumandangkan insan atas dekapan
Untaian embun sucikan jiwa
Kembali menyatu dengan-Nya
Manusia alam berseru
Untaian tugas suci
Semaikan tugas suci
Semaikan kasih
Petikkan cinta untuk sesema

Panggilan Ilahi berkumandang
Nada-nada sayup bergulir di udara
Hamba sadar tuangkan rasa
Cinta disambut oleh-Nya
Damai tenang indah bersama
Rasa milik semua!
Turunlah kabarkan gembira untuk semua
Akhir bahagia selamanya

Sendiri …
Ungkapan kata mengalir tenang
Rasa tertuang dalam dekapan
Cinta bertahta di hati
Keinginan berseru di jiwa
Sentuhan embun sucikan hati
Raih dekapan pelukan Pencipta
Bersihkan qolb langkah bersama hawa

Pagi senyum surya berseri
Tuangkan rasa cinta
Damaikan alam dunia
Ketenangan, kebahagian, keabadian insan
Bersama dengan-Nya
Bercengkrama bercanda berbagi rasa
Turun terbarkan sayang
Satukan manusia dengan ikatan suci

Rasa …
Satukan keinginan
Gejolak kangen di qolb
Tertentang dalam rintihan Pencipta
Dekapan mata jauh
Terselipkan kata sayang
Hanya tetesan mata mengalir
Rasa kapan bersama berbagi
Harapan empedu cinta
Satukan rasa cinta

Teman kesusahan berbagi
Takaran canda bersama
Kesenangan milik semua
Tuntutan dalam alam fana
Gemerlapan tahta intan permata
Keterlelapan manusia
Rangkaian tukarkan dunia idea
Pecundangkan insan ketabrakan
Kepentingan hanya sesaat

Kesunyian malam berteman lantunan nada
Ingatkan sebuah cerita
Insan berproses alam dunia
Karya manusia manifestasi Pencipta
Tebarkan gembira sesama
Lompatan quantum kegembiraan
Bangun!
Kasih insan karena Tuhan

Tetesan embun pagi
Dingin mengalir udara menari
Surya pancarakan sinar harapan
Tangisan pertiwi anak negeri
Kekalahan ku sebuah derita
Bangsa hilang manusia bersemi
Sambut pagi ceria harapan
Proses ingatkan-Nya

Kesendirian bertemankan alam
Dosa adat insan terpatri
Laku sikap sifat dalam tangisan
Untaian embun di siang hari
Keterlelapan lembah hitam
Sentuhan-Nya tenangkan jiwa
Sesaat atau selamanya di dekapan
Rasa diri jatuh

Kelaianan diri dekapan bersama
Idealitas pragmatis tujuan kepentingan mulia menafikan dosa
Kebenaran dalam kesalahan
Kejujuran sikap politik
Muka topeng manusia drama dunia
Ketenangan kesucian kebahagiaan
Dambaan sesaat

Senja bergulir surya tenggelam
Cakupan malam melintas
Nyanyian silih berganti
Bulan bertahta di kawal bintang
Ingatkan senyum nan muka sang hawa
Bagi rasa cinta bersemi
Ikatan suci kan didamba
Menyatu dengan-Nya

Teriknya surya
Keangkuhan adam
Gempitanya alam dunia
Senang alam fana
Langkah insan nafas tertatih
Kelelahan pencarian diri tercebur dosa
Langkah gontai mendamba bahagia
Sentuhan hawa berbagai dekapan Ilahi

Kegaulan hati ingatkan coba
Datangnya wajah dari tragedi
Seruan paruh terdengar sayup
Semangat terpendam hilang ditelan badai
Relungan jiwa sebuah derita
Sentuhan, dekapan, pelukan ribuan bayang hadirkan sukma

Lamunan terbangkan khayalan
Ungkapan kedamaian alam
Bah insan mengkasihi semua
Rasa kangen terselip dekapan sentuhan harapan
Keegoan tanggalkan cinta suci
Cita terbentang blantara
Sentuhan bersama kikisan luka hawa

Kedaimaan insan fana
Sentuhan Ilahi dekapan jiwa
Tuangkan rasa manusia
Rintihan kumandangkan nada
Saat ruh berlari pada-Nya
Tenang berimpikan transenden
Terbarkan asma bagi alam, insan
Ciptakan surga dunia

Tertuang dalam lantunan
Sirna cinta mengalir cercahan sinar kedaian
Dekapan pelukan Ilahi sentuhan qolb
Embun jernihkan pikiran
Lambaian tangan dekapan hilangan bayangan
Sirna jiwa kenangan sekedar impian

Mentari terkadang tak adil
Hanya memberi cahaya kepada tempat yang ia suka
Biarkan ia bertindak sesuakanya
Hidup adalah pilihan
Izinkan aku untuk memilih
Aku harus kembali kesejatinya aku (DK)

Pagi …
Sinar mentari berteman awan
Cahaya termbus cakrawala
Hilangkan embun pagi
Sadarkan insan hadapi keras kehidupan
Teman berbagi hilang dari ingatn
Senyuman hadapkan luntur tuntutan
Manusia dalam pilihan membosankan

Keramaian tengah hutan blantara
Kesayupan, kesepian metropolitan
Keterjatuhan dalam gemerlapan
Sanksi sadarkan alam nyata
Tangisan nyata terdengar manusia
Kegembiraan untuk kelompok tertentu
Kesakitan untuk semua
Sadarkan

Sakit merasuk relung terdalam
Inginku pergi tinggalkan beban
Rasa menghantui seperti bayang diri
Sakit tinggallah jernihkan hati menggapai
Sucikan diri bersama mu
Gabungkan rasa syukur sebagi abdi untuk-Nya

Bangun ketika sadar keterlelapan
Layananan untuk semua karena-Nya
Ikhlas serahkan putusan oleh nya
Hanya kesadaran di damba
Kesepakatan insan komitmen bersama
Pantrian janji gempita fana
Tuangkan penawar empedu cinta

Malam …
Keterlelepan dunia
Dewi ingatkan cinta alam fana
Semaikan kasih tebaran kangen
Terbayang sikap nan laku bersama
Untaian permata senyum menawan
Dentungan jiwa tuk tinggalkan
Khan menyatu bersama pada-Nya dalam damai

Slimut embun pagi
Dinginkan hati sejukan jiwa
Tancapkan ruh Ilahi terpancar gemerlapan
Lamunan dunia damaikan cinta
Berikan untuk sesama dalam gerak setiap langkah
Ciptakan surga dunia

Syahrun ramadhan
Derita luka balutan asmara
Ilahi sadarkan diri
Sucikan jiwa tebarkan pesona
Raih malam seribu bulan
Semai cinta untuk sesama
Hilangkan luka bangsa
Ciptakan surga di dunia

Gumpalan awan penantian manusia
Sikap insan menanti segala cara
Gumpalan menjadikan bencanda
Teriakan penyesalan keterbelakangan
Sikap khan terpenuhi nafsu
Eksploitasi serakah kapital
Masyarakat derita sengsara
Hanya duka tangisan pertiwi

Sore …
Semilir angin mengusik jiwa
Gejolak kenangan bakar diri bersama
Untai senang berbagi
Bisikan hati abadaikan kenangan
Masa depan menanti
Jiwa berlari tinggalkan menjemput impian
Mari tinggalkan

Lebaran sucikan jiwa
Hadap syukur pada Pencipta
Tenangkan langkah tatap masa depan
Satukan asmara dalam hati
Ikatan suci insan berbeda
Buka pentu rahmat Ilahi
Perpaduan cinta
Bahagia bersama untuk-Nya

Warna kuning langit
Mengingatkan kenangan insan
Ketenangan, kebahagiaan, pengertian tanggung jawab
Cinta impikan bersama
Lamunan angan tebarkan kasih bersama
Berganti hilang teman berbagi
Eksistensi cinta manusia dalam kehidupan

Harapan kejaran impian
Diwam lantunan ilahi
Sempurnakan insan untuk sesama dan alam
Tuangkan anggur cinta
Hapus sifat binatang
Raih damai
Tenang indah gerak bersama
Tercipta surga dunia
Hamparan nikmat
Saat perjalanan jauh
Telah sampailah waktu mu
Lelah dan letih dalam bahtera dunia
Hadapkan muka mu pada-Illah mu
Terbang ke awang-uwung dunia lembayung
Ingatkan pada insan
Suatu kisah perjalanan

Galeri taungkan rasa
Hamaparan samudra terkikis karang
Tegak diterjang ombak kejamnya kehidupan
Kabahagiaan, ketenangan fatamorgana
Lontar tertera kisah
Binatang menghiasi muka dunia
Turunan malaikat muka bumi

Kegelisahan ketika dosa di depan mata
Diam membisu kemana pergi
Lantunan nada kumandangkan isakan mata
Hati berbicara lantunan tangis
Simpuhan Ilahi ketukan jiwa
Berbagi insan derita dosa bersama
Satukan ikatan cinta suci

Suara Ilahi mengalir
Dasyat kumandangkan insan dalam dekapan
Untaian embun sucikan jiwa
Kembali menyatu dengan-Nya
Manusia alam berseru
Untaian tugas suci
Semaikan kasih
Petikan cinta untuk sesama

Kesunyian malam bertemankan lantunan nada
Ingatkan sebuah cerita
Insan berproses alam dunia
Karya manusia manifestasi Pencipta
Tebarkan gembira sesama
Lompatan quantum kegembiraan
Bangun kasih dan sayang karna Tuhan

Gemerlap bintang hantarkan kedamaian
Sinar cerahkan harapan
Jiwa teriak kesunyian kelam
Rasa tak kan pergi meliputi diri
Kemana bayangan kian menghimpit kehidupan
Hanya penawar hawa tenangkan kehidupan

Ketika hujan turun membasahi bumi
Pohon-pohonpun haus akan kesejukan dan ketenangan
Lembutnya awan tak selembut salju
Kemanakah gerangan…
Rasa satukan jiwa tuk hadirkan kedamaian (DK)

Mungkin kau biarkan aku mengumbar kebencian
Dibalik kacamata kehidupan
Kiranya…..
Aku terpuruk diantara kaki-kaki
Ruang dan kepala terbalik waktu
Seyum-seyum berserakan di hadapan
Berlahan bersembunyi di balik dedauanan (DK)

Tetesan embun pagi
Dingin mengalir udara manari
Surya pancarkan sinar harapan
Tangisan pertiwi anak negeri
Kekalahanku sebuah derita
Bangsa hilang manusia bersemi
Sambut pagi ceria harapan
Proses ingatkan-Nya

Kelainan diri dekapan bersama
Idealitas pragmatis tujuan kepentingan mulia
Menafikan dosa
Kebanaran dalam kesalahan
Kejujuran sikap politik
Muka topeng manusia drama dunia
Ketenangan kesucian kebahagian damba sesa

Senja bergulir surya tenggelam
Cakupan malam melintas
Nyanyian silih berganti
Bulan bertahta dikawal bintang
Ingatkan senyun nan muka hawa
Berbagi rasa cinta bersama
Ikatan suci kan damba
Menyatu dengan-Nya

II
Gemerlap malam bertemankan langit kuning
Cahaya lampu menyinari dengan remang
Raih cita tinggalkan cinta
Manusia dalam pilihan menjenuhkan
Senyuman sentuhan dekapan angan
Tetesan empedu kehidupan impian
Gaung besama derita

Keterlelapan mimpi
Alam ketenangan kebahagiaan kedamaian
Jalinan kasih sesama
Hamparan fikiran tindakan transenden
Sambut ceria esok
Dataran langit pancarkan sinar kesucian
Sambut bumi penuh cinta
Gerak langkah cinta
Sadar dan bangunlah

Lantunan angin gerakan angan impian
Rintihan kedamaian insan pecinta
Kebahagian segala untuk mencinta
Tumpuhan pilihan pada di cinta
Ratapan pepenta untuk Pencipta
Tebaran cinta kesadaran gerak insan kesempurnaan

Bandung, Kopo, 21 November 2005
Siang disini masih mendung
Mengkin suasana purba untuk diungkapkan
Terasa waktu begitu cepat
Berlalu …
Aku harus kembali kesejatinya aku
Kembali kealam sadarku
Kembali keadaanku sekarang ini
Aku harus terbang sekarang,
Biarlah
Aku tinggalkan bayanganku di sana
Dan di sini atau mungkin di susatu
Tempat yang entah kapan aku akan singgahi …
Yang pasti kenangan terpahat dalam jiwa dan hati ku
Tak akan aku lupakan (DK)

Bintang jauh …
Tetaplah dalam kisaranmu
Sampai ujung lintasmu, dengarlah …
Bungkusan mimpi padamu bicara
Tentang mimpi dan kejujuran
Tentang ucapan, mimpi dan hidup
Hidup ini adalah tentang bagaimana perasaanku
Pada diriku sendiri
tentang bagaimana aku menghargai tetang orang yang aku sukai …
hidup ini memang tentang menghargai
mahluk Tuhan apa adanya dan bukan
tentang apa yang dimilikinya
hidup ini tentang memutuskan untuk menggunakan mimpiku ….
Untuk menyentuh mimpi orang lain (DK)

Senja ungkapkan makna
Berlari hanya tinggal di tempat
Langkah gontai di tempat yang sama
Rol of love di telan pahitnya dunia
Kefanaan damba manusia
Nista penantian insan
Jemu bius kelalaian
Lumpur dosa da;am diri-nya

Lantunan angin mengusik jiwa
Dentungan nada ingatkan pesan sesama
Hidup pilihan dan harus memimih
Insan terendam dalam lumpur dosa
Pasrah Illahi hilangkan hina
Damba bersama menyatu pada-Nya

Dambaan seluruh insan
Makna hilang di jalan
Serakah kepentingan dunia sesaat
Gumpalan nafsu gerak langkah dunia
Sucikan hati dalam bulan suci
Satukan jiwa dalam anggur cinta Illahi
Cipta nirwana dunia untuk sesama

Batang usia meninggi
Luapan emosi tersusun rapih
Hiasan qolb tenangkan jiwa
Hadap muka syukur pada Pencipta
Hantarkan jiwa untuk-Nya
Bakti suami langkah bersama
Luapan kasih mabuk iman pada-Nya
Endapan permata alam
Kaki-kaki bukit surga
Alam tercipta ungkapkan makna
Yoga penawar sifat serakah
Ungkapkan warna kedamaian
Lantunan udara menyanyi gembira
Ingatkan mimpi-mimpi
Aktualisasikan rasa untuk semua
Akhir hayat terungkap kata
Luapan menyatu pada-Nya
Fikiran tercipta untuk-Nya
Imajinasi hanya alam-Nya
Gaungan nada-nada
Hantarkan tugas mulia
Alunan gelombang bangkitkan rasa
Nirwana tertebar di dunia
Intuisi cinta pada sang hawa

Sucikan hati dan jiwa
Sambutlah bulan ramadhan dengan cinta
Cipta surga dalam dunia
Damai, indah, adil, dalam naungan Illahi
Puasakan hati, akal, indra untuk Illahi
Dalam dekapan cinta sesame dan alam

Gema takbir getarkan hati
Pintu jiwa ungkapkan rasa
Dosa mengalir deras
Buka hati maafkan sesama dalam dekapan cinta
Perwujudan cinta pada sang Pencinta
Menggapai Rida-Nya.





Budaya dan Etika Politik yang Berwawasan Kebangsaan

15 02 2008

Bangsa Indonesia merupakan masyarakat yang bersifat multicultural, dimana dapat dilihat keberagaman yang terjadi di wilayah kita. Majemuk  biasanya melahirkan dua peluang yakni sebagai sarana konflik dan keindahan dalam perbedaan. Kita juga dapat melihat, konflik yang terjadi diberbagai daerah merupakan suatu bentuk kurang bisa memahami suatu kebudayaan pada suatu tempat. Hal ini dikarenakan sikap dari pendatang kurang dapat menginternalisasi nilai-nilai yang selama ini berjalan dalam masyarakat. Nilai-nilai tersebut, lahir dari kebiasaan dan norma yang berjalan dalam masyarakat.

Kebudayaan merupakan pengekteralisasian suatu gagasan atau ide didalam masyarakat yang dilakukan secara kontinyu dan membentuk system social pada masyarakat. Borobudur sebagaimana yang kita kenal merupakan suatu kebudayaan tetapi kalau mau dilihat lebih jauh lagi borobur merupakan suatu hasil dari kebudayaan, begitupula dengan tari, drama, dan yang lain. Para ahli antropologi mendefinisikan kebudayaan sebagai kerangka berfikir yang berlaku di dalam masyarakat, dengan mengikuti pendapat dari ahli antropologi maka kebudayaan bukan lagi berbicara tentang cipta, rasa dan karsa tetapi lebih dari kerangka atau nilai-nilai yang berjalan (berlaku) dalam masyarakat.

Etika merupakan suatu cabang filsafat dan sekaligus merupakan suatu cabang tentang ilmu kemanusiaan (humaniora). Sebagai cabang filsafat etika membahas system yang mendasar tentang ajaran dan pandangan tentang moral.  Sedangkan bila sebagai ilmu dalam etika mengapa kita mengikuti moral tertentu. Etika sebagai ilmu terbagi menjadi dua yakni yang umum dan khusus. Etika dalam artian yang umum membahas prinsip-prinsip yang umum tentang tindakan manusia. Sedangkan etika dalam artian yang khusus terbagi menjadi dua macam yang bersifat individual dan yang bersifat social. Etika yang bersifat individual membahas tentang diri, kewajibannya, suara hati nurani, serta kepercayaan terhadap Tuhan. Sedangkan etika yang bersifat social meliputi cabang yang lebih khusus seperti etika dalam bisnis, profesi, lingkungan kedokteran, seksual dan politik. (Abdul Hadi WM, Pancasila Sebagai Etika Politik dan Dasar Ideologi Negara)

Etika politik dalam pengertian yang luas bukan hanya yang sempit berbicara tentang bagaimana cara memperoleh kekuasaan, tetapi lebih jauh lagi yakni bagaimana cara memperoleh kekuasaan dan kekuasaan itu digunakan. Jadi yang dibahas dalam etika politik ini bukan hanya person tetapi lebih dari itu. Pembahasan yang dilakukan oleh etika politik meyangkut institusi atau lembaga Negara dan sasarannya. Hal yang perlu dibahas dalam etika politik paling tidak ada tiga macam yakni yang berkaitan dengan individu, ruang lingkup kebebasan, dan institusi yang lebih adil kebijakanya. Etika politik yang berkaitan dengan individu merupakan tugas dari etika ini untuk membentuk seorang politikus yang memiliki moral yang berorientasi pada keadilan. Moralitas politikus merupkan ukuran dalam etika politik yang berkitan dengan individu bila berkomunikasi dengan orang atapun lembaga yang lain.

Etika politik yang berkaitan dengan kebebasan ini merupakan suatu bentuk ekspresi individu dalam megapreasiasikan kepentingan politiknya. Kebebasan ini menjadikan landasan untuk lebih progresif dalam aktualisasi politik tanpa menggangu hak politik dari yang lain. Sedangkan aplikasi dari individu dan kebebasan maka institusi yang menjadi tujuan dalam kebijakan yang diambilnya pun harus sesuai sehingga tercipta keadilan dan mensejahterakan masyarakat. Sebenarnya kalau mau melihat dasar Negara merupakan suatu etika politik modern dikarenakan dalam Pancasila memuat hal-hal yang mendasar dalam seperti pluralisme, HAM, demokrasi, solideritas bangsa dan keadilan social. (Franz Magnis Susesno, Kuliah Umum  di Fakultas Filsafat UGM).  

Budaya sebagai system nilai yang berlaku dalam masyarakat sedangakan etika politik merupakan suatu proses menuju kekuasaan dan bagaimana mengaplikasikan untuk kepentingan rakyat. Kebudayaan  dan etika politik merupakan suatu pengaplikasian dari kondisi masyarakatnya. Seiring dengan kemajuan tingkat pendidikan dan kebudayaan maka dalam perpolitikan yang terjadi dalam masyarakat akan membaik, sebagaimana hal ini terjadi di USA. Yang menjadi tugas kita bersama adalah bagaimana cara membuat kebudayaan yang didasarkan pada nilai-nilai kebangsaan. untuk menanggapi hal tersebut paling tidak ada kerja tiga kerja intelaktual yang harus dilakukan. Pertama, dengan mengenalkan pendidikan pada masyarakat sehingga dapat berfikir rasional dan ilmiah. Kedua, dengan melaksanakan pelatihan dan pendidikan politik kepada masyarakat guna menggunakan haknya agar dapat mencapai yang dicita-citakan bersama. Ketiga, menciptakan system yang demokratis dengan menjaga pluralitas, HAM dan keadilan social yang terselama ini terbungkam.     





Sastra Profetik; Mengenal Sastra Kuntowijoyo

2 02 2008

Sekilas tentang Sastra

Sastra merupakan suatu wujud dan hasil dari kebudayaan. Sastra merupakan salah satu bentuk ekspresi manusia dalam menyikapi realitas kehidupan dengan menggunakan bahasa symbol khususnya terjadi pada puisi, sajak, syair dan yang lain. Dalam sejarah perkembangan sastra merupakan ungkapan atas rasa yang terjadi pada manusia. Hal ini dapat dilukiskan dengan pengalaman religius orang-orang sufi dalam bercinta dengan kekasih-Nya. Ungkapan yang keluar merupakan suatu bentuk karya yang cukup dasyat didalam kehidupan, sebagaimana syair yang dikumandangkan oleh Rumi, Iqbal, Al Halaj dan yang lain.Sastara Indonesia yang sekarang banyak bercorak snab dan norak baik dalam pola ucapan atapun dari segi isinya. Sastara yang demikian merupakan suatu bentuk sastra bukannya untuk meninggikan drajat kemanusiaan tetapi membawa pembaca pada pengumbaran jiwa manusia dengan ekspresi yang rendah. Oleh karena itu perlunya diimbangi dengan sastra yang bercorak lebih bagus secara makna dan isinya, yang berdasarkan pada nilai-nilai agama.Sastra yang bercorak pada nilai-nilai agama merupakan pengungkapan jiwa dan sarana untuk melakukan Ibadah pada Pencipta. Sebagaimana sastra Islam merupakan sastara yang bersifat multi fungsi dimana bukan pengungkapan jiwa semata tetapi mengajarkan nilai-nilai transenden. Perkembangan sastra Islam dalam Indonesia tidak dapat dilepaskan dari dunia tasauf. Hal tersebut dikarenakan dalam ilmu tasauf di gambarkan pada wilayah esoteris bertemunya manusia dengan Penciptanya. Proses pengungkapan kalimat yang indah ketika manusia menyatu dengan Tuhan, dikarenakan pancaran Ilahi masuk kedalam hatinya. Persatuan yang terjadi pada orang sufi memunculkan suatu karya yang universal dan berada dalam genggaman orang-orang sufi.Dalam konteks sejarah sastara Indonesia pengaruh sufi sangat kental, hal ini dapat dilihat dari sastra karya Hamzah Fansuri dan Abdul Hadi. Sebenarnya jika mau dilihat lebih jauh lagi menurut Kunto semua sastra memiliki bobot transcendental dalam proses pengungkapannya karena dilihat dari teologis dan metafisis. Dalam kesastraan Indonesia sebenarnya ada dua macam kubu yakni sastra kemanusiaan dan sastra pembebasan. Oleh karena itu, Konto menawarkan konsep sastra yang transcendental guna menanggapi isu yang ada dalam perkembangan sastra pada saat itu.

Sastra Kuntowijoyo Upaya Mengetahui Jejak Pemikiran

Kunto merupakan sosok figure yang fenomenal pada masa itu dikarenakan konsep yang ia tawarkan dalam melihat realitas. Dilihat dari latar belakang pendidikannya ia merupakan seorang yang ahli sejarah. Sejarah yang ia ungkapkan dengan menggunakan pendekatan social, hal ini dapat dilihat dari disertasinya yang membahas tentang perubahan social masyarakat Madura. Walaupun ia seorang sejarahwan tetapi apa yang dilakukan oleh Kuntowijoyo lebih dari sejarahwan. Hal ini dikarenakan ia banyak sekali memberikan konstribusi pada bidang yang lain seperti sastra, ilmu social dan pengintegrasian ilmu agama dengan pengetahuan dengan konsep pengilmuan Islam.Dalam membicarakan tentang alur pemikiran yang dilontarkan oleh Kunto, kita dapat membahas dari sastra yang iagoreskan pada kertas, dan karya-karyanya. Pak Kunto dalam karyanya memerlukan refleksi yang dalam menyikapi realitas. Ketika kita mencoba membaca karyanya merupakan suatu gagasan yang bersifat filosopis, paradigmatic dan perlu diterjemahkan kedalam dataran yang lebih praktis. Sebagaimana dalam teori sastra bahwa dalam pembagiannya sastara terbagi menjadi tiga macam yakni sastara yang bercorak kemanusiaan, pembebasan dan sastra yang bersifat trasendental. Sastra yang bercorak kemanusian ini dapat dilahat dari tokoh yang melakukan pengkajian kemanusiaan dan kebebasan manusia, sedangkan sastara yang bercorak pembebasan diketahui dengan seorang yang mengkaji tentang social kemasyarakatan. Sedangkan sastra yang bercorak transcendental merupakan karya sastra hasil religius pengalaman keagamaan sebagaimana yang terjadi pada orang-orang sufi. Terus yang menjadi pertanyaan bagaimanakah sastra yang dibawa oleh Kunto.Melihat dari sastara yang ada bahwa Kunto dalam perkembangan pemikirannya terbagai menjadi dua arus besar yakni sastara yang bercorak transcendental (religius) dan sastra yang bercorak profetik. Sastra yang bercorak transcendental dapat kita lihat dalam Novelnya seperti Kotbah di Atas Bukit, Impian Amerika, dan cerita pendek seperti Dilarang Menyintai Bunga-Bunga, Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan serta kumpulan puisi-puisinya dengan judul Suluk Awang Uwung. Sedangkan sastra yang bercorak profetik ketika ia sudah berdialog dengan pemikiran Prof. Dr. M. Qurais Shihab, M.A dengan judul bukunya Membumikan Al Qur’an, serta tokoh yang lain seperti Muslim Abdurrahman, Adi Sasono dan yang lain. Hal ini, juga dapat kita amati dalam karya novelnya Pasar, Mantara Pejinak Ular, Wasripin dan Satinah serta kumpulan puisi-puisinya Makhrifat Daun Daun Makhrifat. Sastra profetik merupakan pengembangan dari sastra yang bercorak religius dimana dalam sastra profetik ada unsure yang harus terpenuhi bukan hanya hubungan manusia dengan Tuhan. Sastra profetik merupakan inspirasi dari Jalaludin Rumi dan Muhammad Iqbal, dimana manusia memiliki sikap kebebasan apa yang menjadi pemimpin. Seni merupakan menjadi alat perubah dan pengerak realitas social dan seniman menjadi inspirator perubahan serta bagaimana menciptakan yang lebih baik.Sebagaimana unsure sastra yang bercorak profetik menurut pandangan Jalaludin Rumi dan Muhammad Iqbal, meliputi kebesaran makna Illahiah, manusia merupakan mahluk yang merdeka dan kreatif, manusia menjadi khalifah dan melibatkan diri dalam proses social, sedangkan yang terkhir keseimbangan antara dimensi vertical dengan horizontal. Sedangkan Kunto juga merumuskan tentang etika profetik dalam surat al Imron ayat 110, yang menjiwai dari sastra-sastranya. Unsure dalam surat al Imron 110 yakni; amar ma’ruf (menyuruh kebaikan), nahyi munkar (mencegah kejelekan), dan iman (tu’minuna) bi Allah (beriman kepada Allah). Ketiga hal ini adalah unsur yang tak terpisahkan dari etik profetik. Sekarang yang perlu melihat puisi atau tulisan sastranya Kunto dalam melihat sejarah pemikirannya.

Cerpen Dilarang Mencintai Bunga-bunga, 
misalnya, berkisah tentang seorang tua, 
seorang anak yang mencintai bunga-bunga, 
dan seorang bapak yang melarang anaknya mendekati bunga-bunga. 
"....Hidup harus penuh dengan bunga-bunga. 
Bunga tumbuh, tidak peduli hiruk 
pikuk dunia. Ia mekar. Memberikan kesegaran, 
keremajaan, keindahan. Hidup 
adalah bunga-bunga. Aku dan kau salah satu bunga. 
Kita adalah dua tangkai 
anggrek...".
Sisi ketuhanan tampak menonjol disini, 
penggambaran kehidupan yang serba indah penuh cinta, 
yang banyak dijumpai dalam puisi-puisi sufistik, 
bukan hanya puisi melankolis cinta antara anak manusia.
 Seperti dalam cerpen dilarang menyintai bunga-bunga Kunto mencoba menawarkan cara pandang 
terhadap lingkungan menggunakan logika agama bukanya dengan logika kerja 
seperti yang dilakukan oleh ayah gadis dalam cerita tersebut. 
Dimana dengan menggunakan logika agama menjadikan kita hidup 
seperti dengan damai dan indah dalam suatu taman serta tidak menimbulkan kekerasan. 
Tetapi begitupula sebaiknya ketika gadis dalam cerita tersebut menggunakan logika dunia 
menimbulkan ketidakpuasan dalam diri dan untuk kepentingan yang sesaat.

Sastra Kunto dalam pemikirannya lebih cenderung religius dan sufistik dengan menentangkan kehidupan yang ideal dengan yang tak ideal seperti dalam cerpen tersebut. Ini merupakan pemikiran Kunto yang bercorak religius dan cenderung sufistik dalam era pemikirannya, dan berakhir pada tahun 1990-an. Sedangkan dari puisinya yang bercorak religius

Angin gemuluh di hutan        Memukul ranting Yang lama juga      Tak terhitung  jumlahnya    Mobil di jalan Dari ujung ke ujung        Aku ingin menekan tombol     Hingga lampu merah itu Berhenti  Angin, mobil dan para pejalan  Pikirkanlah, ke mana engkau pergi (Suluk Awang Uwung)

Makna yang diinginkan oleh penulis merupakan nasehat bahwa kita sering terjebak pada rutinitas dunia, sehingga lupa kemana arah tujuan hidup ini. Seperti pada kata aku ingin menekan tombol hingga lampu merah itu berhenti bermakna ia berusaha ingin menghentikan ritualitas manusia yang kehilangan makna hidup. Sedangkan pada kata angina, mobil dan para pejalan pikirkanlah kemana engkau pergi merupakan sikap untuk merenungi apa yang telah dilakukan dan apa yang direncanakan, sehingga tidak terjebak dengan rutinitas kehidupan. Selanjutnya pemikiran yang bercorak profetis dalam puisi yang dibuat oleh Kunto.Sebagai hadiah
Malaikat menanyakan
apakah aku ingin berjalan di atas mega
dan aku menolak
karena kakiku masih di bumi
sampai kejahatan terakhir dimusnahkan
sampai dhuafa dan mustadh’afin
diangkat Tuhan dari penderitaan
(Makhrifat Daun Daun Makhrifat)

Sajak tersebut ditulis pada tahun 1995 ketika kesehatan Kuntowijoyo masih terganggu. Dalam keadaan sakit, ia melihat malaikat berkelebat sambil menawarkan hadiah kepadanya. Tetapi, Kuntowijoyo menolak tawaran tersebut. Sebab, konsekuensi menerima tawaran itu adalah ‘terbang dari bumi’. Maka ada semacam perjuangan melawan maut barangkali. Bagaimanapun, pengalaman sakitnya yang lama membuatnya berusaha untuk sembuh. Ia terserang Meningo encephalitis, radang selaput otak kecil yang menyebabkan kelumpuhan. Sejak 1992 ia sempat dirawat di Ruang Gawat Darurat RS Sardjito, Yogyakarta, selama 35 hari dan mesti beristirahat untuk waktu yang cukup lama.Itulah sejarah Kuntowijoyo, yang sempat menuliskan pengalamannya dalam bentuk puisi. Puisi tersebut selain bercerita pengalaman mistisnya kepada pembaca, juga ingin mengabarkan bahwa di dunia ini masih dipenuhi kejahatan dan penderitaan. Terlihat ia sangat peduli pada dunia. Meminjam kata-kata Leonardo da Vinci, Kuntowijoyo seperti ingin memperbaiki bumi yang rusak, ingin melukis langit agar menjadi indah, tidak ikhlas diberi hadiah malaikat (nikmat-ketenteraman) jikalau bumi masih carut marut. Dari puisi tersebut, dapat saya tulis tiga hal tentang sastra dan sejarah. Pertama, bahwa puisi bukan semata lukisan peristiwa-peristiwa, namun memungkinkan makna dari peristiwa-peristiwa. Paparan tersebut bakal menghasilkan suasana ketika momen puitik yang berhasil direkam dalam puisi menjadi hidup, memiliki nyawa. Seperti kata kaum Romantik Jerman, ketika perasaan dikendalikan daya imajinasi, kita lihat juga Stimmungslyriek (lirik suasana), di mana hal yang penting bukanlah gambaran visual atau isi konkret melainkan suasana yang dibangkitkan. Semacam ruh puisi. Coba kita simak puisi berikut ini:

Yang berjalan di lorong
hanya suara-suara
barangkali kaki orang
atau malaikat atau bidadari atau hantu
mereka sama-sama menghuni desa di malam hari
Kadang-kadang kentong berjalan
dipukul tangan hitam
dari pojok ke pojok
menyalakan kunang-kunang
di sela bayang-bayang

Puisi berjudul Desa di atas kental bersuasana pedesaan. Penyair menuliskan kegiatan orang-orang desa malam hari. Tetapi penyair melukiskan pendengarannya (citraan audio) melalui perasaan yang diraba dengan mungkinan (ciri khas Kuntowijoyo ketika menghadapi mitos dan realitas). Suasana yang terbangun adalah sebuah ‘rahasia’ malam, kemudian ditampilkan filosofi dan mistis. Kedua, sebagaimana ‘cap’ saya, Kuntowijoyo adalah sejarawan sastra, bahwa karya sastra bukan sekedar reproduksi dari realitas melainkan sesuatu yang mempertajam dan membuat intens penghayatan kita pada realitas (Mohamad, 1993). Sejarah bukanlah sastra, sebab sastra memerlukan imajinasi, perasaan, dan empati. Realitas yang ditangkap terlebih dahulu mengalami masa inkubasi dari penghayatan yang intens. Contohnya adalah Kuntowijoyo sendiri. Pada pertengahan 1950-an ia menghabiskan hidupnya di Ngawonggo, sebuah desa sunyi di Ceper, Klaten. Persentuhannya dengan surau, bambu, kunang-kunang, kentongan yang ditabuh, mitos, dsb kemudian melahirkan renungan tentang hidup.Ketiga, ketika realitas yang dihadapi bertolak belakang dengan hati nuraninya, maka yang ditulis adalah pelarian dari realitas. Ia berusaha lari dari realitas tanpa meninggalkan dunia. Maka kemudian diciptakan dunia ideal. Dunia ideal yang diciptakan puisi tersebut barangkali dengan membalik realitas yang digambarkan Kuntowijoyo, tentang ia (yang) lebih suka bumi tenggelam/daripada ia tak tenteram (baris-baris terakhir sajak Hikayat).Dunia ideal adalah dunia angan yang diinginkan tetapi tidak juga dapat direalisasikan di dunia nyata. Abrams menyebutnya sebagai supernaturalisme-natural, karena dunia baru yang ingin diciptakan bukanlah surga yang ada di luar dunia nyata melainkan ada di dalamnya. Surga tidak diciptakan melalui kekuatan supernatural tetapi melalui penyatuan pikiran manusia dengan alam (Faruk, 2002). Secara umum, romantisisme karya-karya Kuntowijoyo dapat dipahami dari dunia ideal yang dibangun, empati, perasaan, dan pemilihan kata. Daya gugah bahasanya yang sederhana salah satunya adalah bahasa simbol. Bahasa simbol adalah sejenis retorika yang bersisi ganda, yang menyatakan sesuatu tapi mensyaratkan pengetahuan tentang sesuatu yang lain. Pemikiran Kunto secara garis besar menurut Zainal Abidin Bagir, ada dua gagasan utama yang dibahas di sini: pengilmuan Islam dan integrasi ilmu dengan etika. Meskipun di tulisan-tulisan awalnya (80-an dan awal 90an) ia tampak bersimpati pada gerakan islamisasi ilmu, belakangan ia membedakan gagasannya tentang pengilmuan Islam dari gerakan tersebut, bahkan mengatakan bahwa “gerakan islamisasi ilmu mesti ditinggalkan”. Kuntowijoyo meyakini objektifitas ilmu, namun menolak klaim bebas-nilainya, dalam artian netralitas/ketakberpihakan. Di satu sisi, Islam mesti dijadikan ilmu (diobjektifikasi); di sisi lain, ilmu-ilmu (khususnya sosial) mesti menyatakan keberpihakan yang jelas, yaitu kepada cita-cita profetik universal agama-agama: humanisasi, liberasi, dan transendensi. Hal ini juga dapat terlihat dari karya sastra yang mencoba melakukan pengilmuan Islam dan proses integrasi ilmu dengan agama. Misalkan dalam Novel terbarunya Wasripin dan Satinah ia mencoba menggambarkan tentang rasionalasasi agama dan melakukan objektifikasi terhadap agama.





Apakah Filsafat Itu; (Sebuah Pengantar Kealam Filsafat)

18 09 2007

Kenalilah dirimu sendiri, maka kamu akan mengenali Tuhan (perkataan orang bijak)

Pendahuluan

Ketika mendengar istilah filsafat maka yang terbayangkan dalam benak pikiran adalah ibarat “moster” yang seram dimana kita akan kesulitan dalam mengerti, memahami, filsafat itu sendiri. Filsafat dari sini melahirkan mitos-mitos dalam seputarnya, seperti kita jangan terlalu serius dalam belajar filsafat. Bila orang tidak kuat, jangan-jangan otak kita akan menjadi gila. Jika kita mau melihat sebenarnya filsafat merupakan lahir dari kehidupan sehar-hari dan kita melaluinya. Mitos tentang filsafat tersebut tersebar di orang awam. Tetapi, sebagaian agamawan pun, mengatakan agamawan dikarenakan orang agamawan dalam pemikirannya cenderung menerima kebenaran secara multak. Tetapi itu akan berlainan jika kita melihat dari pemikiran kaum filosof ia menerima kebenaran yang bersifat tidak mutlak, dikarenakan pola pemikirannya yang bersifat induktif. Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan, dikarenakan dalam perkembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dilepaskan dari esensinya.

Filsafat mencoba memberikan gambaran tentang pemikiran manusia secara keseluruhan, dan bahkan tentang realitas jika hal ini diyakini dapat dilakukan. Dalam perkembangan sejarah istilah filsafat, falsafah, atau filosofi ternyata dipakai dengan arti yang beraneka ragam, bagi orang Yunani Kuno filsafat secara harfiah berarti cinta kepada kebijaksanaan, namaun dalam keadaan sekarang digunakan dalam banyak konteks. Memiliki falsafat dapat diartikan memiliki pandangan hidup, seperangkat pedoman hidup, ataupun nilai-nilai tertentu. Istilah filusuf semula bemakna pecinta kebijaksanaan dan berasal dari jawaban yang diberikan oleh Phytagoras ketika ia disebut bijak. Ia berkata bahwa kebijaksanaannya hanya berarti kesadaran bahwa ia bodoh, sehingga ia tidak dapat disebut bijak tetapi orang mencari kebijaksanaan. Disini kebijaksanaan tidak dibatasi dari bagian tertentu dari pemikiran. Permasalah yang berada dalam filsafat menyangkut pertanyaan, pertanyaan mengenai makna, kebenaran, dan hubungan yang logis antara ide-ide yang tidak dapat dipecahkan oleh ilmu pengetahuan empiris.

Pendekatan Filsafat

Bagi seorang pemula, memasuki dunia filsafat bebarti memasuki ranah dunia yang begitu mempesona sekaligus menantang dengan puluhan filosof dengan pemikirannya masing-masing. Untuk menyelami maka diperlukan bagaiman cara mendekati filsafat dan bagaimana cara masuk untuk mempelajarinya.

Pertama adalah pendekatan secara historis dengan berbagai variasinya. Metode ini dipandang baik bagi para pemula, dalam pendekatan ini pemikiran para filusuf terpenting dan latar belakang mereka dipelajarai secara kronologis. Secara sederhana dalam sejarahnya filsafat terbagi menjadi tiga zaman nyaitu Yunani Kuno, pertengahan dan modern. Kedua adalah pendekatan metodologis cara ini memahami filsafat adalah kita berfilsafat. Dalam pendekatan ini, berbagai macam metode filsafat ditimbang-timbang dan metode tersebut dipandang terbaik untuk melakukan filsafat. Ketiga adalah pendekatan analisis dalam pendekatan ini dalam mempelajari filsafat kita menjelaskan unsusr-unsur dari filsafat dan dalam pendekatan ini unsur filsafat dijelaskan dengan sejelas-jelasnya. Keempat adalah pendekatan eksistensial dalam pendekatan ini memperkenalkan jalan hidup filosofis tanpa terbelenggu oleh sistematikanya. Pendekatan ini tema-tema pokok filsafat dialami dengan harapan memperoleh gamabaran filasafat secara keseluruhan.

Lahan Garap Filsafat

Filsafat beserta cabang-cabangnya secara sederhana terbagi menjadi tiga macam yang menjadi lahan kerja filsafat, nyaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi. Ketiga dari lahan garapan filsafat tersebut termuat dalam tiga pertanyaan dimana dalam ontologi bertanya tentang apa. Pertanyaan apa tersebut merupakan pertanyaan dasar dari sesuatu. Sedangkan dalam epistemologi mengenalinya dengan menggunakan pertanyaan mengapa. Pertanyaan mengapa ini merupakan kelanjutan dari mengetahui dasar dan pertanyaan mengapa merupakan kajian bagaimana cara mengetahuinya tersebut. Sedangkan untuk aksiologi merupakan kelanjutan dari dari epistemologi dengan menggunakan pertanyaan bagaimana. Pertanyaan bagaimana tersebut merupakan kelanjutan dari setelah mengetahui dan cara mengetahuinya diteruskan dengan bagaimanakah sikap kita selanjutnya. Kalau menurut Imanuel Kant bahwa sistematika dalam filsafat mencangkup dengan tiga pertanyaan apa yang dapat saya ketahui, apa yang dapat saya harapkan, apa yang dapat saya lakukan. Pertanyaan tersebut mewakili dari wilayah pengetahuan ada, dan nilai.

Ontologi. Objek yang menjadi kajian dalam ontologi tersebut adalah realitas yang ada. Dan dalam ontologi adalah studi tentang yang ada yang universal, dengan mencari pemikiran semesta universal. Ontologi berusaha mencari inti yang termuat dalam setiap keyataan atau menjelaskan yang ada dalam setiap bentuknya.dalam ontologi merupakan studi yang terdalam dari setiap hakekat kenyataan, seperti dapatkah manusia sunguh-sungguh memilih, apakah ada Tuhan, apakah nyata dalam hakekat material ataukah spiritual, apak jiwa sungguh dapat dibedakan dengan badan. Epistemologi. Epistemologi studi tentang asal usul hakekat dan jangkauan pengetahuan. Apakah pengalaman merupakan satu-satunya sumber pengetahuan. Apakah yang menyebabkan suatu keyakinan benar dan yang lain salah. Adakah soal-soal penting yang tidak dapat dijawab dengan sains dan dapatkah kita mengetahui pikiran dan perasaan orang lain. Pengkajian dari epistemologi adalah hakekat pengetahuan yang terdiri empat pokok persoalan pengetahuan seperti keabsahan, struktur, batas dan sumber. Aksiologi dan Estetika. Aksiologi atau etika studi tentang prinsip-prinsip dan konsep yang mendasari penilaian terhadap prilaku manusia. Contohnya tindakan yang membedakan benar atau salah menurut moral, apakah kesenangan merupakan ukuran dapat dikatakan sebagai ukuran yang baik, apakah putusan moral bertindak sewenang-wenang atau bertindak sekendak hati. Sedangkan estetika studi yang mendasarkan prinsip yang mendasri penilaian kita atas berbagai bentuk seni. Apakah tujuan seni, apa peranan rasa dalam pertimbangan estetis, bagaimana kita mengenal sebuah karya besar seni.

Logika

Kata logika berasal dari kata logos dalam bahasa Yunani yang berarti kata atau pikiran. Secara bagahasa logika berati ilmu berkata atau ilmu berfikir benar. Kebenaran adalah sayarat dari tindakan untuk mencapai tujuannya bagi laku perbuatan untuk menunjukan nilai. Logika menuntun pandangan lurus dalam praktek berfikir menuju kebenaran dan menghindarkan budi menempuh jalan yang salah dalam berfikir. Logika merupakan studi dari salah satu pengungkapan kebenaran dan dipakai untuk membedakan argumen yang masuk akal, serta berbagai bentuk argumentasi. Logika dalam kajiannya pada problem formal dan spesifik tentang keteraturan penalaran. Logika berurusan dengan pengetahuan yang bersifat formal apriori. Pengetahuan yang bersifat apriori adalah pengetahuan kebenarannya abstain dari pengalaman melainkan hanya berdasarkan definisi. Dalam logika sangat terkait dengan matematika.

Hukum dalam logika tidak termasuk pengamatan empiris, dan fungsi argumen logis untuk mengantarkan kita kepada kesimpulan yang tidak dapat diperoleh dari sekedar pengamatan. Kita membuat kesimpulan dikarenakan ada hubungan logis antara satu proposisi atau premis lebih dengan proposisi yang lain, kesimpulannya kurang lebih berbentuk bahwa yang kedua pasti benar jika yang pertama benar. Kemudian jika kita mengetahui yang pertama, kita dapat meyatakan yang kedua berdasarkan yang pertama. Sebagai contoh tuan x seorang lelaki yang memiliki reputasi tinggi dan kedudukan sosial terhormat, telah dimintai untuk mengetuai acara sosial terbesar. Dia datang terlambat, sehingga seorang pendeta dimintai pidato sambil menunggu kedatangan tuan x. Pendeta tersebut menceritakan sebuah anekdot tentang malunya pertama kali menjadi pastur yang menjadi penerima pengakuan dosa. Ia berhadapan dengan pengakuan dosa yang telah melakukan pembunuhan. Tak lama kemudian tuan x datang, dan dalam pidatonya berkata saya melihat romo ini. Saat ini, mungkin tidak dapat mengenali saya, beliau adalah teman lama saya dan saya malahan termasuk pengakuan dosa yang pertama baginya. Jelas dalam kesimpulan bahwa tuan x melakukan pembunuhan tanpa harus menyaksikan sendiri kejahatan tersebut.

Dalam pengambilan kesimpulan hanya mungkin dilakukan karena termasuk hubungan-hubungan khusus antara proposi-proposi yang terlibat seperti suatu proposisi mengikuti proposisi yang lainnya.ilmu logika untuk mempelajari hubungan-hubungan ini dan hubungan tersebut ditunjukan oleh silogisme. Suatu silogisme tersiri dari tiga proposisi dua proposisi merupakan premis dan proposisi terakhir merupakan kesimpulan. Semua manusia akan mati, Socrates adalah manusia, maka Socrates akan mati.

Bacaan lebih lanjut

Stephen Palmquist, Pohon Filsafat

Jan Handrik Lapar, Pengantar Logika

Sidi Gazalba, Sistematika Filsafat; Pengantar Kearah Teori Pengetahuan

AC. Ewing, Persoalan-Persoalan Mendasar Filsafat

Mark B. Woodhouse, Berfilsafat Sebuah Langkah Awal





UPAYA MEWUJUDKAN KADER IKATAN; Profil Kader Ikatan

12 09 2007

 

A.     Landasan ilahiah

1.      QS. Ali Imron: 110

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ

Artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Tuhan” (QS. Al Imran:110)

Penciptaan manusia dimaksudkan untuk dapat menjadi khalifah yang dapat menjaga harmoni alam. Misi khalifah dalam kehidupan dunia salah satunya adalah untuk dapat menyuruh yang baik dan mencegah yang mungkar dalam rangka beriman kepada Allah sang Pencipta.

Pada awal penciptaan manusia, sempat terdapat keraguan diantara malaikat tentang eksistensi dari khalifah ini. Fenomena tersebut tertuang dalam Surat Ali Imron: 30 yang menyebutkan: “Mereka berkata berkata (para malaikat) apakah Engkau akan menciptakan di bumi orang yang senang berbuat kerusakan dan menumpahkan darah. Allah menjawab sesungguhnya Aku lebih tahu apa yang kamu tidak ketahui” pada ayat diatas keraguan itu langsung dijawab Allah dengan sifat Kemaha-tahuan dari keagungan-Nya dengan kalimat inni a’lamu ma laa ta’lamuun. Sehingga dapat dapat diambil kesimpulan bahwa kehadiran manusia sebagai khalifatullah fil ard adalah tanda dari Kemaha-tahuan dan Keagungan Allah SWT.

Kata Umat dari surat Ali Imron: 110 mengindikasiakan perlunya satu kelompok, perkumpulan atau organisasi yang mengemban misi kekhalifahan. Yang mana, kerja kolektif menjadi prioritas dalam mengemban misi tersebut untuk menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dalam rangka beriman kepada Allah SWT. Sifat dari amar ma’ruf nahi munkar ini bersifat perennial untuk menjaga dinamisasi dalam cosmos. Sebab, tanpa adanya upaya tersebut kehidupan makhluk di dunia akan mengalami kehancuran.

Semangat surat Ali-Imron:110 tersebut menjadi landasan DPD IMM DIY untuk menggagas Grand Design Pengkaderan berbasis kenabian. Insya Allah, konsep ini akan dijadikan sebagai rujukan kader dalam melaksanakan setiap kegiatan pengkaderan di Yogyakarta. Dimana tujuannya diarahkan pada terbentuknya kader yang memiliki kompetensi sebagai khalifah Allah di bumi.

2.       Surat Al Alaq:1-5

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ  اقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ  الَّذِي عَلَّمَ ابِالْقَلَمِ  عَلَّمَ اْلإِنسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ

Artinya: “Bacalah dengan menyebut nama Tuhan yang menciptakan, dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dan Tuhanmu yang paling pemurah, yang telah mengajarkan manusia dengan perantara kalam, Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui.” (QS. Al Alaq:1-5)

Surat Al Alaq merupakan 5 ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW dengan perintah untuk membaca. Membaca disini merupakan hal pertama yang dikenalkan Tuhan kepada manusia. Membaca dalam ayat tersebut memiliki arti yang luas. Disamping perintah untuk membaca ayat-ayat Qouliyah, membaca disitu juga dimaksudkan untuk mengamati ayat-ayat kauniyah yakni alam dan segala isinya.  Dengan membaca tanda-tanda (Qur’an, alam dan manusia sendiri) diharapkan manusia dapat mengenal dan menghayati eksistensi Tuhannya.  Membaca merupakan sarana pembelajaran manusia untuk dapat mendalami kualitas dirinya sehingga ia dapat menjaga perannya sebagai khalifah di bumi. Anjuran membaca yang tertuang dalam kata iqro’ bersifat edukatif. Yang mana pendidikan menjadi anjuran utama dalam membentuk kesempurnaan diri. Adapun kalimat bis ismi robbikal lazii kholak  menuai makna trasendensi yang menjadi penopang segala aktifitas makhluk.  Pendidikan dengan aktifitas membacanya merupakan hal penting bagi umat manusia dalam melakukan aktivisme sejarah. Nilai Trasendental dari ayat ini sekaligus menjadi potensi intelektual manusia.

3.       Surat Al Ama’un: 1-7

أَرَءَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ  فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ  وَلاَيَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ  فَوَيْلُُ لِّلْمُصَلِّينَ  الَّذِينَ هُمْ عَن صَلاَتِهِمْ سَاهُونَ  الَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ  وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

 

Artinya: “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama, itulah orang-orang yang telah menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin, maka celakalah bagi orang yang sholat, nyaitu orang yang lalai dari sholatnya, orang yang telah berbuat riya, dan enggan menolong dengan barang yang berguna.” (QS. Al Maa’un:1-7) 

Surat Al mau’un dalam pengurainnya merupakan semangat yang dibawa oleh agama Islam sebagai praksis sosial di tengah arus peradaban manusia. Dalam surat ini Allah menyebutkan secara spesifik salah satu ciri orang yang mendustakan agama. Yakni yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin. Dimana ayat itu mempertegas muatan sosial di dalam kandungan Islam.

Penyebutan kata sholat pada kebanyakan ayat-ayat al-Qur’an selalu dilekatkan dengan kata aqoma atau qooma dalam berbagai berbentuknya yang berarti menegakkan, mendirikan, melaksanakan atau mengerjakan. Dalam surat al-Maa’uun ayat 4 kata sholat tidak dikaitkan dengan kata tersebut, apakah dalam ayat atau pun dalam surat al-Maa’uun secara keseluruhan. Menurut beberapa ahli tafsir ada maksud tertentu kenapa kata sholat tidak bertemu kata dengan aqoma atau qooma pada ayat tersebut. Quraish Shihab dalam tafsir al-Misbah mengatakan; dikaitkannya kata qooma dengan sholat dalam beberapa ayat al-Qur’an menunjukkan pada makna sholat secara kuantitatif yakni sebagai ritual agama. Sedangkan kata sholat dalam surat al-Maa’uun mengindikasikan pada arti sholat secara kualitatif.

Maksud dari arti sholat secara kualitatif adalah fungsi sholat sebagai transformasi sosial. Dimana sifat sholat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar harus benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Sehingga setiap upaya kejahatan sistematis yang menindas kaum mustadh’afiin dapat terelakkan. Hal ini yang menjadikan transendensi sebagai bagian yang menjiwai humanisasi dan liberasi. Kesadaran yang dibangun dalam ayat ini adalah teologi sebagai praksis sosial dalam melakukan transformasi peradaban umat.

Surat ini jugalah menjadi pedoman KH. Ahmad Dahlan dengan lembaga yang didirikannya Muhammadiyah. Ada kisah menarik ketika sang kyai mengajarkan surat ini. Ceritanya beliau mengajarkan surat ini berulang-ulang kepada muridnya. Suatu saat muridnya menanyakan; “kenapa setiap hari kami belajar surat ini saja sedangkan masih banyak surat yang lain? Ia menjawab, tujuan surat ini adalah amal, maka sebelum mengamalkan apa yang diperintahkan oleh surat, selama itu beliau tidak akan berhenti mengajarkannya.”

C.     Apakah Intelektual Profetik (IP)?

Sebagai hadiah

Malaikat menanyakan

Apakah aku ingin berjalan di atas mega 

Dan aku menolak

Karena kaki ku masih di bumi

Sampai kejahatan terakhir dimusnahkan

Sampai dhu’afa dan mustadh’afin

Diangkat Tuhan dari penderitaan.

(Kuntowijoyo, Makrifat Daun, Daun Makhrifat)

 

1.   Intelektual

Alkisah Tancha seorang ilmuan dan tabib dari kerajaan Majapahit. Ia mengabdi kepada kekuasaan, bersembunyi dibalik jubah kekuasaan dengan ilmu di tangannya. Dengan ilmunya, Tancha justru telah merintangi orang untuk mendekatkan dirinya dengan masyarakat tempat dia hidup. Pengetahuan di tangan Tancha hanya menjadi alat untuk mengejar gairah duniawi kekuasaan ataupun status sosial. Menurut Benda dalam bukunya Penghianatan Kaum Cendikiawan bahwa yang dilakukan Tancha sesungguhnya telah mengkhianati fungsinya sebagai cendekiawan. Ia tidak dapat bersikap kritis tetapi telah menjadi penganut kekuasaan. Seharusnya cendikiawan membawa manusia pada pemahaman yang dalam terhadap penderitaan batin masyarakat. Kecendikiaan hadir dalam penghayatan penderitaan manusia atas penderitaan lainnya. Tetapi itu saja belum cukup bila tidak bergerak untuk kerja-kerja penyadaran dan mengarahkan tujuan dan cita-cita mereka. Bagi kuntowijoyo cendikiawan bukanlah sosok yang berjalan diatas mega, pemikirannya melangit, tinggal dimenara gading, tetapi cendikiawan adalah pemikir yang tidak tercerabut dari  akar-akar sosialnya, yang menginjakan kaki dibumi dan memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial untuk memusnakah kejahatan, kepedulian terhadap kaum dhu’afa, orang lemah, membela kaum mustad’afin, tertindas, orang yang dilemahkan oleh struktur kekuasaan yang dholim atau dipinggirjkan oleh sistem ekonomi yang tidak adil. Ali Syatiati menyebutnya dengan raushanfikr orang yang mampu memunculkan tanggiungjawab dan kesadaran dalam dirinya , serta memberi arah intelektual ke masyarakat. Tujuan dan tanggung jawab utamanya adalah untuk membangkitkan karunia Tuhan yang mulia menyatu dengan kesadaran dirimelakukan transformasi sosial bersama masyarakat. Lontaran apa yang dilakukan oleh kaum cendikiawan menurut Mulim Abdurrahman dalam bukunya Islam Transformatif adalah membangun suatu gerakan-gerakan yang setia terhadap nilai-nilai luhur untuk membangun sejarah kemanusiaan dalam rangka membangkitkan karunia Tuhan dalam bumi. Seorang cendidkiawan merupakan penafsir jalan hidup manusia selalu melaklukan transformasi terhadap tradisi yang ada. Cendikiawan pada dasarnya ada pekerja-pekerja budaya yang selalu berupaya agar kebudayaan berkemabang menjadi suatu yang lebih beradab, sesuai dengan tuntunan zaman berdasarkan nilai-nilai Ilahi. Pangkal atau titik tolak cendikiawan kegeliahan dan keprihatinan intelektual yang didasari kesadran nilai-nilai agama. Kesadaran tersebut merupakan selaras dengan keprihatinan yang dimiliki oleh para nabi, mujtahid, yang mempertanyakan keharusan teologis yang terpantul dalam realitas sosial.

2.  Profetik

Asal dari kata profetik berasal dari kata prophet yang berarti nabi. Kata profetik juga menjadi icon dalam perjuangan pembebasan yang dilakukan oleh masyarakat di kawasan Amerika Latin. Filosof muslim M. Iqbal (turut mempengaruhi pemikiran seorang  pengagas ilmu sosial profetik Indonesia Kuntowijoyo selain Roger Goraudy) pernah mengatakan; mengutip dari perkataan Abdul Quddus seorang mistikus Islam dari Ganggah “Muhammad dari jazirah Arab ke Mi’raj, ke langit yang setinggi-tingginya dan kembali. Demi Allah aku bersumpah, jika sekiranya aku sampai mencapai titik itu, pastilah sekali-kali aku tidak akan kembali lagi ke bumi.” Dari ungkapannya, kelihatannya Sang mistikus tidak memiliki sense sosial, baginya keasyikan dan keterlenaan dalam pengalaman mistik adalah tujuan, sehingga ia tidak hendak kembali melihat realitas dan menghadapi kenyataan. Nabi adalah seorang manusia pilihan yang sadar sepenuhnya dengan tanggung jawab sosial. Ia bekerja kembali dalam lintasan waktu sejarah, hidup dengan realitas sosial kemanusian dan melakukan kerja-kerja transforamsi sosial. Seorang nabi datang dengan membawa cita-cita perubahan dan semangat revolusioner.  Roger Garaudy dalam bukunya Janji-Janji Islam mengatakan menurutnya filsafat barat tidak memuaskan dikarenakan hanya terombang-ambing antara dua kutub idealisme dan materialisme tanpa kesudahan. Menurutnya filsafat barat justru telah membunuh Tuhan dan manusia, karena itu ia menganjurkan untuk memakai filsafat kenabian dalam rangka menghindari kehancuran peradaban.

3. Intelektual profetik (IP)

Istilah intelektual profetik dimaksudkan sebagai mereka yang memiliki kesadaran akan diri, alam dan Tuhan yang menisbatkan semua potensi yang dimiliki sebagai pengabdian untuk kemanusiaan dengan melakukan humanisasi, liberasi, dijiwai dengan transendensi di semua dimensi kehidupan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

D.    Sejarah IP

Dalam sosiologi pengetahuan disebutkan bahwa pengetahuan dilahirkan tidak lepas dari konteks kelahirannya, konteks kelahiran tersebut tertuang dalam sejarah dan mempengaruhi munculnya gagasan. Begitu juga dengan istilah Intelektual Profetik merupakan satu istilah yang lahir bukan hanya kebetulan saja, tetapi memerlukan proses panjang dari pergulatan wacana di tubuh IMM DIY. Gagasan Intelektual profetik lahir diawali dari pembacaan terhadap realitas dunia yang sangat mengkhawatirkan. Dimana berbagai tipologi intelektual belakang ini justru semakin menjerumuskan manusia ke dalam jurang materialisme yang tidak berkesudahan sedangkan masyarakat bersifat berbudaya instan dan pragmatism. Globalisasi yang diiringi dengan kemajuan teknologi telah melahirkan kejahatan teknologi yang menyebabkan dehumanisasi. Kebudayaan pragmatis tersebut masuk dalam relung kehidupan sebagai gambaran pengusaha dalam menjalankan menegement suatau perusahaannya. Ia akan menganggap manusia seperti mesin yang harus bekerja sesuai target tidak mempertimbangkan sisi dimensi manusia yang lain. Globalisasi dari konteks kelahirnya merupakan perpanjangan tangan dari kapitalisme dengan sistem neoliberalisme yang segala sesuatunya dalam kebijakan harus sesuai dengan hukum pasar. Globalisasi merupakan alat yang digunakan oleh barat dalam rangka melakukan penjajahan dari negara-negara yang berkembang. Negara berkembang disini hanya dijadikan sebagai tempat penjualan dan menjadikan pemerintah menjdi buruh dinegeri sendiri. Kemajuan teknologi yang menjadikan manusia bersikap serakah dan selalu merasa kekuaran dalam fasilitas hidupnya, kita dapat melihat kejahatan yang dilakukan oleh teknologi yang berdampak pada kerusakan alam dan hilangnya sistem ekologi dari alam yang tersusun rapi. Sekarang ini sering didengar bahwa bencana melanda negara Indonesia akibat sikap yang tidak arif terhadap alam seperti kekeringan dan bencana banjir.

Dari berbagai segudang permasalahan ini yang menyebabkan terjadinya ini semuanya adalah manusia yang tidak menyadari keberadaanya. Dalam realitas sekarang masalah yang besar adalah peristiwa dehumanisasi yang melanda berbagai belahan dunia yang diakibatkan sistem makro yang membelenggunya. Sistem makro yang telah dibuat manusia telah menjadi sangkar besi rasionalism yang menjadikan dehumanisasi pada manusia, alam, dan masyarakat. Dari realitas sekarang yang menindas, maka IMM menggali dri dalam rangka menemukan pemecahan terhadap berbagai persolan tersebut.  Potret realitas maka menjadi pilihan yang mutlak dalam rangka melakukan transformasi sosial. Tranformasi sosial itu yang ter-ilhami dari surat Al Imran ayat 110 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Tuhan” (QS. Al Imran:110). Pesan yang terkandung dari ayat tersebut memberikan semangat etika profetik sebagai sarana transformasi sosial, sebagaimana keterlibatan manusia dalam sejarah dan untuk merubah sejarah yang menindas menjadi masyarakat yang berkeadilan tanpa penindasan.

Istilah intelektual profetik teman-teman IMM terpengaruh oleh berbagai macam tokoh yang konsens dalam pengkajian yang bersifat transformasi sosial. Tokoh muslim yang sangat mempengaruhi adalah Kuntowijoyo tentang gagasan etika profetiknya. Sedangkan tokoh muslim yang lain sangat mempengaruhi adalah ‘Ali Syariati, M. Iqbal, Roger Garaudy, Mansour Fakih, Muslim Abdurrahman, Hasan Hanafi, Farid Essack, Ali Asghar E, dan tokoh yang lain yang mengembangkan wacana bersifat praksis. Sedangkan untuk tokoh yang berasal dari barat Karl Max, GFW. Hegel, Jurgen Habermas, Antonio Gramci, Ardorno, Herbert Marcus, Paule Freire dan tokoh yang lain yang bersifat transformasi sosial. Tokoh-tokoh tersebut yang menjadikan ispirasi terhjadap melihat realitas dan bagaimana cara mengubah realias sehingga sesuai dengan cita-cita profetik.

E.     Kenapa IP?

Pilihan sadar dari teman-teman IMM DIY memunculkan istilah Intelektual Profetik secara sosiologis terbagi menjadi tiga macam. Pertama merupakan respon terdap realitas makro yang menyebabkan dehumanisasi. Kedua respon terdapat diri (internal) IMM yang membutuhkan paradigma gerakan dalam rangka melihat realitas sosial. Ketiga adalah respon dari Muhammadiyah yang sering terjebak pada amal usaha sehingga menafikan sejarah Muhmmadiyah lahir. Muhammadiyah terjebak dalam ritualitas, birokratis, pragmatis sehingga Muhammadiyah menjadi sangkar besi rasionalisme. Dari ketiga persolan tersebut menjadikan pilihan yang sadar dilakukan oleh IMM dalam rangka melakukan trasformasi sosial.  Semangat trasformasi yang dilakukan oleh IMM didasari nilai-nilai trasendensi yang bergerak dalam ranah humanisasi, dan liberasi dalam masyarakat demi terciptanya masyarakat yang berkeadilan.  Pilihan Intektual Profetik dalam ikatan merupakan pilihan sadar pengembangan dari dialektika realias, realitas makro dan realitas lokal.[1]

a.      Realitas Diri atau Ikatan.

Realitas diri merupakan upaya yang penting dalam menuntukan sikap dan tindakan yang akan dilakukan. Sebagaimana yang melekat pada manusia sebagai animal rational maka tindakan yang diolakukan berdasarkan pemikiran yang matang dan melalui pertimbangan untuk memutuskan. Begitupula, realitas kader yang menisbatkan diri sebagai Intelektual Profetik merupakan pilihan yang sadar dalam menyikapi diri, sebagai mahluk Tuhan, sebagai manusia yang berdimensi sosial, diri sebagai mahluk yang berfikir, diri sebagai mahluk biologis dan diri sebagai khalifah dimuka bumi penggati Tuhan dalam mensejahterahkan alam dalam rangka mengabdikan diri terhadap Tuhan. Dalam realitas diri ini merupakan dialektika dengan agama dimana dalam pehaman agama bersifat inklusif, toleran dan bersifat praxis dalam rangka melakukan transformasi sosial. Pemahaman keagamaan ini merupakan pilihan sadar setelah dilaektika diri dengan agama, serta ilmu sosial yang bersifat liberatif untuk mencoba membantu dalam memahami ajaran agama. Realitas diri dalam memahami ajaran agama yang menjadikan inspirasi tentang tafsiran Kuntowijoyo dalam melakukan interpretasi terhadap surat Al Imron ayat 110. Makna yang dapat dipetik dalam surat tersebut adalah; pertama konsep umat terbaik, kedua aktivisme sejarah (kesadaran sejarah), ketiga pentingnya kesadaran, keempat etika profetik.

Konsep tentang umat yang terbaik (the chosen people) merupakan hal yang penting. Sebagai syarat umat Islam menjadi umat yang terbaik adalah mengerjakan amar al-ma’ruf, nahi al-munkar, dan tu’minuna bi allah. Berbeda juga dengan konsep the chosen people agama Yahudi yang menjadi menjadi mandat kosong yang menyebabkan rasialisme sedangkan untuk konsep Islam merupakan tantangan untuk kerja keras, kearah aktivisme sejarah. Aktivisme sejarah dalam agama Islam adalah agama amal. Maka bekerja keras ditengah-tengah umat manusia (ukhrijat li an-nas) dan agama Islam memiliki kesadaran sejarah dan berupaya merubah sejarah atau keterlibatan dalam sejarah. Kesadaran yang berada dalam Islam adalah kesadran nilai-nilai Ilahiah dalam sejarah. Kesadaran yang dimiliki Islam kesadaran super struktur menentukan struktur yang berlawanan dengan kaum marxis  bahwa super struktur ditentukan oleh struktur. Tetapi kesadaran yang dimiliki Islam yang membedakan dengan etika matrialism karena yang menentukan kesadaran bukan individu tetapi Tuhan. Etika profetik baerlaku secara umum tetapi sesuai dan melaksanakan ayat tersebut yang memberikan perintah untuk amar al ma’ruf (humanisasi), nahi al-munkar (liberasi) dan tu’minuna bi allah (trasendensi).     

Ajaran agama yang diajarkan kepada pemeluknya merupakan ajaran yang kurang sesuai dengan realitas dikarenakan lebih bersifat dimensi Ilahiah kurang menamkan dimensi sosial. Pelaksanaan ajaran agama sebagai gamabaran dalam ajaran agama Islam perintah ke Tuhan memililiki dimensi sosial sebagai contoh sholat, zakat, dan puasa.  Sebagaimana dikemukakan oleh M. Iqbal dalam bukunya The Reconstruction of Religious Thought in Islam, sholat yang dicapai secara sempurna adalah berjamaah, dan semua semangat sholat sejatinya adalah sosial. Begitupula dengan nilai ibadah zakat dan puasa merupakan lebih kental dalam nilai kemanusian. Sebagaimana yang diutarakan oleh Kuntowijoyo dalam bukunya Identitas Politik Umat Islam yang mencoba melakukan objektifikasi terhadap ayat yang berada dalam al Qur’an seperti persoalan zakat. Zakat yang nilai ibadahnya diberikan kepada orang lain tidak mampu yang seagama itu masih bersifat subjektif maka makna zakat harus diobjektifkan agar dapat diterima oleh siapa saja. Maka Kunto menawarkan persolan zakat untuk mengatasi kemiskinan dan yang menerima zakat siapa saja yang membutuhkan bukan hanya seagama, dengan demikian menjadikan ajaran agama bersifat objektif. Dengan semangat yang mencoba menggali nilai-nilai agama, maka diharapkan agama dapat bersifat liberatif dan mencerahkan dalam melakukan transformasi sosial. Dialektika diri agama serta alam yang mejadikan sikap diri dengan alam merupakan subjek yang kedudukannya sama dengan manusia dalam mengabdikan diri terhadap Tuhan. Alam yang selama ini dianggap objek  oleh manusia menjadikan manusia bersifat eksploitatif terhadap alam.

Begitupula, dengan diri atapun ikatan yang mencoba menisbatkan diri dengan sadar menggunakan istilah intelektual Profetik merupakan tugas yang berat dalam mewujudkan cita-cita menjadi suatu kenyataan dalam rangka menciptakan meminjam istilah Glen Fredly “surga dibumi”. Dialektika diri dengan agama menjadikan semangat pembebasan yang bersifat dari yang tuhan-tuhan kepada Tuhan yang Esa dan bersifat sosial kemasyarakat. Dialektika tersebut,  menjadikan posisi agama dalam diri kader yang menjelama menjadi kesadaran kolektif dalam ikatan menjadikan suatau gerakan transformasi sosial dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadilan yang dilakukan oleh IMM.  Dari pelaksanaan agam ini, menjadikan Islam yang tertuang dalam teks dapat disuarakan dalam menjawab dan merespon realitas sehingga Islam dapat menjadi rahmat yang dapat diterima oleh siapa saja dan universal dalam ajarannya.

b.      Realitas Makro

Realitas makro merupakan suatu hal yang penting dalam melakukan pemetaan terhadap realitas, dan apa yang akan dilakukan setelah mengetahui realitas makro tersebut. Sebagaimana semangat yang diemban oleh intelektual profetik adalah aktivisme sejarah bukan detisministik dalam sejarah. Aktivisme dalam sejarah ini menjadikan kita berupaya melakukan perubahan terhadap sejarah sehingga berpihak kepada kemanusiaan dan tidak digunakan oleh kepentingan kekuasaan sehingga dapat menina bobokan masyarakat sehingga masyarakat tidak dapat bersikap kritis terhadap suatau persoalan.

Dalam realitas makro sekarang merupakan skenario global dari dunia modern untuk menjajah secara multi dimensi kepada negara-negara miskin. Penjajahan yang dilakukan oleh dunia modern dengan menggunakan perangkap globalisasi dengan cara perdagangan bebas yang dikampanyekan oleh lembaga keuangan internasional. Perangkap yang digunakan untuk negara berkembang dengan menggunakan istilah developmentalisme yang diterapkan oleh negara Indonesia Dengan menggunakan istilah pembangunan. Seperti yang telah dikemukakan oleh Mansour Fakih dalam bukunya Runtuhnya teori Pembangunan dan Globalisasi  bahwa pembangunan yang selama ini diterapkan menggunakan sistem pembangunan yang tersusun secara sistematis membawa ke perekonomian bangsa ini dibawa ke perekonomian liberal. Dana pembangunan yang digunakan oleh pemerintah Indonesia adalah menggunakan dana pinjaman luar negeri yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, IMF dan yang lain. Pinjaman tersebut yang diberikan oleh lembaga keuangan internasional ini menjadikan kebijakan pemerintah terpengaruh oleh kebijakan lembaga keuangan internasional.  Kebijakan yang diambil oleh pemerintah ini menjadikan dalam keputusannya tidak berpihak pada kepentingan keadilan tetapi untuk kepentingan pemodal. Seperti kebijakan yang dikeluarkan oleh negara melakukan privatisasi perusaan negara yang bermanfaat untuk publik di jual kepada negara yang maju.

Kemudian yang menjadikan suatu persoalan dengan tumbuhnya investasi dengan modal asing ini perusahaan-perusahaan raksasa milik asing beroprasi di negara dan rakyat menjadi buruh dalam perusahaan tersebut. Buruh diberlakukan dengan tidak adil oleh pimpinan dikarenakan yang berhak menentukan kebijakan suatu perusahaan adalah pemodal sedangkan pemodalnya orang asing sehingga tidak memihak kepada orang yang termarginalkan.  Pembangunan pabrik-pabrik yang dilakukan oleh negara dengan tidak memperhatikan lingkungan dan dari pihak perusahaan yang tak memperhatikan dalam pembuangan limbahnya sehingga dari pembangunan prabrik dan pembuanmgan limbah telah merusak ekologi. Kerusakan ekologi dilakukan oleh prabrik dengan tidak memperhatikan standar bahan kimia yang digunakan dan pada saat pembuangan ini menjadikan lingkungan tercemar oleh racun kimia. Kerusakan alam oleh bahan kimia ini berdampak besar bagi manusia yang memanfaatkan lingkungan sehingga yang dilahirkan adalah generasi yang cacat.

Pada bidang pendidikan lembaga pendidikan negara diprivatisasi sehingga biaya pendidikan mahal dikarenakan tanpa subsidi oleh pemerintah. Pendidikan yang diajarkan dalam kurikulum sekolah yang diajarkan tidak mencerdaskan diakarekan siswa yang dididik menggunakan pendekatan yang konservatif, lemahnya praktek selalu dijejali dengan teori serta hilangnya transfer nilai dan etika dalam sekolah sehingga yang terjadi dehumanisasi di lingkungan sekolah. Bangsa dunia ketiga dengan berdirinya perusahaan asing dan terjadinya perdagangan bebas ini menjadikannya menjadi negara pasar. Negara pasar ini menjadikan negaranya hanya menjual produks-produks luar negeri yang dikonsumsi masyarakatnya.  Masyarakat memiliki mental konsumeristik, pragmatis dan budaya instans dikarenakan ketidaksiapan sumber daya manusia dalam rangka menghadapi persaingan bebas dikarenakan kejahatan yang terstruktur. Dengan kebijakan pasar bebas ini menjadikan negara dunia ketiga ini menjadi glandangan di kampung sendiri (meminjam istilah Cak Nun), budak dalam negara dan negaranya terpecundangkan oleh kaum kapitalis. Semua cara di lakukan oleh negara maju guna mencukupi kebutuhan industrinya.    

Realitas makro yang diakibatkan oleh globalisasi yang digulirkan pada negara berkembang ini memiliki dampak yang sangat besar dimana terjadinya dehumanisasi dan kerusakan alam guna memenuhi kebutuhan negara maju. Dehumanisasi ini makin banyaknya jumlah kaum miskin baik diperkotaan atapun di pedesaan, serta banyak lingkungan lam yang rusak ekologisnya yang dilakukan oleh manusia. Akibat dari globalisasi ini menjadikan negara dan pemerintah menjadi kaki tangan kepentingan neoliberal yang mementingkan kaum pemodal.dengan mengetahui reliatas makro melalui globalisasi ini menjadikan mengetahui berbagai macam persolan yang menjadi tugas yang harus di emban oleh intelektual profetik dalam melakukan transformasi sosial. Kesadaran dari Intelektual Profetik adalah untuk merubah sejarah bukan ikut dalam sejarah.

c.       Realitas Lokal

Realitas lokal ini merupakann berkelindan dengan realitas makro yang diakibatkan oleh globalisasi. Gamabaran tentang realitas lokal ini disamping bentuk perlawanan terhadap globalisasi jaga ada yang rusak di akibatkan oleh globalisasi. Globalisasi yang memasuki relung jiwa dan menempati tempat yang terngiang dalam waktu ini telah merubah dan kerusakan alam dalam berbagai daerah. Industri yang masuk dalam daerah pedalaman menjadikan msayarakat lokal kehilangan eksistensi sehngga mereka melakukan perlawan terhadap kebijakan yang diambil oleh negara. Realitas lokal merupakan suatu bentuk kearifan lokal yang dimiliki oleh suatu daerah atapun tempat dalam menangangi suatu permasalahan  tanpa kita berhak menyalahkannya dan menggunakan cara-cara modern. Seperti misalkan bentuk kearifan lokal yang dimilki oleh masyarakat pedalaman dalam memelihara hutan dan melakukan penebangan pohon mereka memiliki ciri khas dengan manusia yang dari luar Dayak. Bagi masyarakat Dayak dalam sistem pertaniannya menggunakan sistem berpindah-pindah tetapi tidak penrnah terjadi kebakaran hutan. Kebakaran hutan terjadi akibat suatu kebijakan pemerintah tentang pembukaan hutan. Kearifan lokal dalam masyarakat Dayak mereka jika ingin menebang pohon di hutan harus memperoleh Ilham dan mendapatkan restu dari masyarakat dan meklakukan ritual upacara. Kearifan lokal juga dimilki oleh suku-suku yang lain pula seperti pada masyarakat Samin. Pada masyarakat Samin ini ketua suku menganjurkan pada anggota masyarakat untuk tidak menggunakan produk dari luar dan menolak pemerintah.  

Realitas lokal ini merupakan salah satu bentuk perlawanan yang dilakukan dalam rangka menyikapi globalisasi dan kebijakan pemerintah yang tak berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan. Pemaparan realitas lokal yang melakukan perlawan terhadap globalisasi menjadikan ia sebagai suatau gerakan sosial yang spesifik dan sesuai dengan keahliaanya dan kepentingannya. Gerakan sosial yang dilakukan oleh realitas lokal dalam menghadapi globalisasi merupakan salah satu bentuk gerakan sosial baru. Gerakan sosial baru merupakan resistensi terhadap globalisasi dengan bentuk perlawanan dengan spesifikasi seperti gerakan masyarakat adat, gerakan anti utang, gerakan lingkungan dan yang lain.

F.      Tugas yang di Emban Oleh Intelektual Profetik

Tugas utama yang diemban oleh seorang intelektual adalah untuk merubah dunia bukan hanya menginterpretasi dunia. Sifat intelektual tersebut yang menjadikan ia bersikap aktif dalam sejarah dan melakukan pembenahan terhadap realitas sosial yang melakukan dehumanisasi dan eksploitasi terhadap alam. Setiap apa yang dilakukan oleh intelelektual profetik adalah sesuai dengan maqasid as-syaria’ah yang terdiri dari agama, jiwa, keturanan, harta akal dan ekologi. Sifat yang dibawa oleh intelektual profetik adalah agama untuk kemanusiaan dan menjadikan agama pemecahan persolan-persolan sosial empisis, dalam bidang sosial, ekonomi pengembangan masyarakat, penyadaran hak-hak politik rakyat dan mengeluarkan belenggu manusia dan masayarakat dari ketidakadilan. Proses transformasi sosial yang dilakukan sesuai dengan tiga pilar dalam etika profetik nyaitu; humanisasi, liberasi dan trasendensi. Pilar dalam etika profetik.

1. Humanisasi

Humanisasi merupakan terjemahan yang kreatif dari amal ma’ruf  yang memiliki makna asal menganjurkan atau menegakkan kebaikan. Amar ma’ruf meliki tujuan untuk meningkatkan dimensi dan potensi positif manusia, yang membawa kembali pada petunjuk ilahi untuk mencapai keadaan fitrah. Fitrah adalah keadan dimana manusia memiliki kedudukan sebagai mahluk yang mulia sesuai dengan kodrat kemanusiaannya atau dengan bahasa mudahnya memanusiakan manusia. Memanusiakan manusia adalah menghilangkan bebendaan, ketergantungan dan kekerasan, serta kebencian dari manusia. Humanisme yang ditawarkan adalah humanisme teosentris bukan humanisme atroposentris seperti barat. Konsep humanisme tidak dapat dipahami tanpa konsep trasendensi yang menjadi dasarnya. Humanisme yang berasal dari barat yang dalam sejarahnya merupakan pembrontakan terhadap gereja yang bersifat dogmatis pada abad pertengahan. Dari atoprosentrisme menjadikan mansuai yang berkuasa atas dirinya sendiri dan sebagi pusat dunia, serta cukup dari diri manusia. Akal yang dimiliki oleh manusia menjadi penetu dan bertindak tidak sesuai dan menyebabkan kerusakan pada alam raya. Dari sifat tersebut menjadikan mansuia sebagai raja atas manusia yang lain. Dalam sejarah akal yang etrjadi adalah sejarah kekuasaan dan eksploitasi alam tanpa batas. Hamanisme atroposentris ini menjadikan manusia telah ‘membunuh Tuhan’ sebagaimana yang dikatan oleh Francis Bacon dikarenakan pengetahuan bukannya untuk mencarai kebenaran tetapi untuk mencari kekuatan dan kekuasaan. Humanisme atroposenstris yang memiliki tujuan untuk memanusiakan manusia telah terjatuh pada dehumanisasi. Humanisme teosenris Kunto berangkat dari konsen iman dan amal sholeh, yang dapat menghindari manusia jatuh pad dehumanisasi. Iman sebagai konsep teosentrin yang menjadikan Tuhan sebagai konseppengabdian. Amal sebagai aksi manusia dalam kemanusiaan. Konsep tersebut iman tidak dapat dipisahkan dengan amal, artinya manusia harus memusatkan diri pada Tuhan dan memiliki tujuan untuk kepentingan manusia. Humanisme teosentris  kemanusia tidak semata dikur oleh akal tetapi oleh trasendensi. Konsep humanisme yang telah dilontarkan oleh Kunto dalam ISP merupakan berparadigma fungsional.

2. Liberasi

Liberasi merupakan terjemahan dari nahi munkar yang memiliki arti melarang atau mencegah segala tindakan kejahatan yang merusak. Liberasi memilki arti pembebasan terhadap yang termarjinalkan. Liberasi yang mengilhami Kunto adalah liberasi dalam kontek Marxisme, teologi pembebasan Amerika Latin dan liberasi yang ditawarkan oleh Kunto adalah liberasi dengan disari nilai-nilai trasendensi.liberasi dalam kerangka profetik untuk membebaskan manusia dari kekejaman kemiskinan, dominasi struktur, kekerasan dan menolak konservataisme dalam agama. Liberasi dalam kontek profetik menjadikan agama sebagai nilai-nilai trasendental yang menjadi alat tranformasi sosial sehingga agama menjadi ilmu yang objhektif dan faktual. Liberasi bukan hanya dalam dataranmoralita stetapi dilakukan secara konkreat dalam realiats kemanusiaan. Kunto menawarkan kontek yang dileberasikan adalah sistem pengetahuan, sistem sosial, sisten ekonomi dan sistem politik yang membelenggu manusia sehingga ia dapat mengktualisasikannya dirinya sebagai mahluk yang merdeka dan mulia. Liberasi dari sistem pengetahuan manusia yang matrialistik dan dominasi struktur. Kesadaran dari Marxisme adalah kesadaran kelas, kesadaran deterministik atau materi. Bagi Kunto kesadaran menentukan basis materi. Liberasi dalam kontek ekonomi adalah menjembatani anatar yang kaya dengan yang miskin agar tidak terjadi ketimpangan yang jauh.liberasi ekonomi memiliki tujuab terciptanya ekonomi yang berkeadilan berpihak pad kaum miskin. Liberasi sistem politik membebaskan sistem politik adari diktator, potoriterianisme, dan neofeodalisme, haltersebut menjadikan demokrasi dan HAM yang terciptannya masyarakat yang berkeadilan. Konsep liberasi yang diinginkan oleh Kunto bercorak marxian atau melakukan liberasi menggunakan kekerasan tak fungsional dalam memandang realitas sosial.       

3. Transendensi

Trasendensi merupakan terjemahan dari tu’minuna bi Allah yang berarti beriman kepada Allah. Gagasan ini merupak yang menjiwai sehingga dalam proses humanisasi dan liberasi dibelenggu trasendensi. Proses memanusikan manusia dan melakukan proses pembebasan merupakan sarana dan kembali pada Tuhan. Proses liberasi dan humanisasi memiliki tujuan akhir dikarenakan Tuhan. Transendi tersebut merupan respon terhadap ilmu sosial yang selama ini bercorak positivistik menafikan hal yang berkaitan dengan agama. Proses modernisasi yang dilakukan oleh bangsa barat yang cenderung menafikan agama menjadikan posisi agama termarginalkan. Tetapi ekses positif yang ditimbulkan oleh bangsa barat dengan melakukan modernisasi  mencarai alternatif berbagai pemecahan sosial yang menimpa barat dengan mencarai alternatif pada agama untuk menyelesaikan persoalan sosial. Trasendensi ketuhanan yang akan menunjung nilai-nilai luhur kemanuasiaan. Dengan kritik trasendensi kemajuan teknik dapat untuk mengabdi pada perkembangan manusia dan kemanusiaan  bukan kesadaran materialistik. Pemaknaan trasendensi dalam pemahaman Roger Garaudy; dengan trasendensi menghilangkan nafsu manusia yang serakah dan nafsu kekuasaan, memiliki kontinyuitas dan ukuran bersama Tuhan dan manusia, mengakuai keunggulkan norma mutlak diatas akal manusia. Trasedensi merupakan suatu penerapan yang baru dalam ilmu sosial, trasendensi menajdikan ilmu sosial yang bercorak agamis dan berdasarkan nilai-nilai al Qur’an. Kunto menginginkan bahwa al Qur’an sebagai penurunan teori ia mencontohkan dalam bukunya Sejarah Dinamika Umat Islam Indonesia, ia menginginkan al Qur’an mebagai grand teory dan ditrunkan menjadi midle teori dan ditrunkan lagi menjadi aplikatifnya. Oleh karena itu, Kunto menawarkan al Qur’an menjadi paradigma dalam melihat realitas dengan cara menjadikan al Qur’an  bersifat objektif di terima oleh semua golongan. Cara yang dilakukan oleh Kunto adalah melakukan objektifikasi terhadap al Qur’an. Ia memberikan gambaran tentang konsep zakat adalah tujuan utamanya untuk memberantas kemiskinan, jadi zakat nilai objektif dari zakat adalah pemerataan ekonomi.

G.    Kompetensi Dasar IP

Guna mengemban misi profetik: Humanisasi, liberasi, dan transendensi IP harus memiliki beberapa kompetensi dasar yang coba dipilah menjadi tiga basis: basis ideologis, basis pengetahuan (knowlegde), dan basis skill.

1.      Basis ideologis

a.       Islam sebagai basis nilai, ruh, semangat, tempat cita-cita disematkan dan sebagai pedoman.

b.      Muhammadiyah sebagai sebuah gerakan Islam, salah satu entitas Islam obyektif dan real.

c.       IMM sebagai pilihan gerakan diranah juang kemahasiswaan

 

2.  Basis knowledge 

a.       Tauhid; tauhid bagi IP adalah tauhid sebagai dasar atau basic empiris untuk melakukan praksis gerakan, tauhid disini bersifat liberasi dan bersifat humanisasi. Dimana dalam penggunaan tauhid ini yang etrjadi adalah pencerahan bukannya pembebalan dan revivalism.

b.      Manusia; manusia bagi IP adalah manusia yang melakukan pola transformasi sosial baik dilakukan pada alam ataupun manusia yang lain. Sikap kita terhadap manusia adalah melakukan humanisasi dan liberasi sesuai dengan semangat surat al imran:110. Sikap manusia dengan alam adalah ia sebagai khalifah  yang bertugas memelihara bumi dan menjaga kelestarian alam yang digunakan sebagai sarana untuk mendekatkan diri pada Tuhan.

c.       Alam; alam bagi IP adalah sebagai subjek yang dipandang oleh manusia sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sebagai sarana pendekatan diri pada Tuhan. Sifat hubungan manusia dengan alam adalah menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam sehingga alam tidak rusak dan menimbulkan berbagai malapetaka buat manusia.

d.      Masyarakat; bagi IP adalah masyarakat yang terdiri dari berbagai macam manusia yang memiliki kesadaran dan berupaya untuk melakukan perubahan sosial. Kesadaran dalam masyarakat adalah berdasarkan pada etika profetik yang mengupayakan terciptanan tatanan sosial yang berkeadilan, tanapa penindasan dan berdasarkan rahmat Ilahi.

e.       Disiplin ilmu kader; disiplin keilmuan kader merupakan modal bagi IP dalam melakukan transformasi sosial dan diaspora gerakan disemua dimensi kehidupan sesuai keahliannya.

  

3.   Basis Skill

a.       Kepemimpinan; kepemimpinan bagi IP adalah kepemimpinan yang memiliki karakter profetik yang mengupayakan transformasi sosial yang didasarkan pada praksis gerakan, kepemimpinan yang mampu membela yang termarginalkan dan menjadikan kedudukannya lebih baik sebagai upaya terciptanya masyarakat yang diidealkan.

b.      Komunikasi; komunikasi bagi IP adalah sarana untuk menuampaikan berbagai macam gagasan terkait misi profetik yang diemban. Komunikasi yang dapat dimengerti oleh yang menerima pesan tanpa kehilangan subtansinya dan dapat diterima oleh siapa saja. Komunikasi sebagai sarana pertukaran informasi maka yang inginkan bersifat sesusai dengan etika profetik yang melakukan tranformasi sosial demi cita-cita yang diidealkan oleh IP.

c.       Life Skill;  sangat dibutuhkan agar IP dapat hidup dimana saja secara mandiri tidak memiliki ketergantungan pada yang lain. Sikap ini merupakan wujud eksistensi manusia baik ia sendirian ataupun hidup berkelompok.




[1] Lihat Grand Desig Intelektual Profetik dalam Transformasi Sosial (Formulasi DAM 2005)